Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Syakilla merasa bingung!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sementara di rumah Syakilla dibuat bingung oleh kedua sahabatnya yang datang tiba-tiba kerumahnya.


"Sisil, Dita" ucap Syakilla terkejut melihat siapa yang datang.


" Hay, Syakilla," sapa Sisil dan Dita sambil tersenyum.


" Kenapa kalian bisa ada di sini, bukan di kampus?," Tanya Syakilla bingung dengan kedatangan dadakan temannya.


"Jelasinnya nanti saja yang terpenting sekarang kita ke kamar kamu dulu," jawab Dita menarik tangan Syakilla agar mengikutinya.


Syakilla yang masih bingung mengikuti saja kemana Sisil dan Dita membawanya seraya bertanya apa tujuan mereka.


" Sebenarnya apa yang mau kalian lakukan?Jelasin dulu!," pinta Syakilla tapi tetap mengikuti kemauan sahabatnya.


" Sudah diam, jangan banyak tanya nanti kamu juga bakal tau sendiri," tutur Sisil.


" Ia, tapi kasih tau dulu. Jangan buat aku semakin bingung," ucap Syakilla.


Sisil dan Dita membawa Syakilla masuk ke dalam kamarnya sendiri tanpa bicara apa-apa lagi.


" Kamu udah mandi? Kalau belum mandi sekarang terus pakai ini," suruh Dita menyerahkan paper bag di tangannya untuk Syakilla


" Apa ini?," Tanya menerima paper bag tersebut.


" Udah di bilang jangan banyak tanya, lakukan saja yang kami perintahkan! Cepat sana mandi kita tidak punya banyak waktu sekarang!," Suruh Dita.


Mau tidak mau Syakilla menuruti perkataan Sisil dan Dita. Meskipun dia bingung untuk apa melakukannya tapi tetap saja dia lakukan seperti yang di perintahkan kedua sahabatnya.


Syakilla masuk ke dalam kamar mandi sesekali melihat ke belakang ke arah Sisil dan Dita meminta penjelasan melalui matanya.


"Cepat jangan lama-lama mandinya, kita tidak punya banyak waktu. Dua puluh menit harus selesai" ucap Sisil.


"Oh iya, kamu letakkan di mana berkas-berkas penting? Jangan tanya untuk apa, katakan saja kamu letakkan dimana!," Sambung Sisil.


Syakilla tidak menjawab dia hanya menunjuk dengan jarinya di mana dia meletakkan berkas-berkas penting miliknya.

__ADS_1


" Ok terima kasih, sekarang kamu mandi sana, ingat! Jangan lama-lama," ucap Dita


Syakilla masuk ke dalam kamar mandinya dengan sedikit terburu- buru. Selagi Syakilla berada di kamar mandi, Sisil dan Dita sibuk mencari berkas seperti yang di perintahkan oleh Mamanya Syakilla.


" Sebenarnya kita mencari ini semua untuk apa sih?" Tanya Sisil. Jangakan Syakilla, Sisil dan Ditapun tidak tau kenapa mereka disuruh melakukan itu oleh Mamanya Syakilla.


"Sudah lakukan saja, nanti juga kita bakal tau," jawab Dita.


" Dasar tidak kreatif," ucap Sisil karena Dita mengambil kata- katanya yang di buat untuk Syakilla.


" Oke, semua sudah lengkap, tapi fotonya gak ada," ucap Dita.


"Kita bawa yang ada saja kalau begitu," ujar Dita dan di benarkan Sisil.


Sesuai apa yang di perintahkan oleh kedua sahabatnya Syakilla keluar dari kamar mandi setelah dua puluh menit berlalu dan sudah lengkap dengan isi dari pemberian Dita yang ternyata adalah sebuah baju.


" Sisil, Dita..." Panggil Syakilla. Sisil dan Dita pun melihat ke arah Syakilla.


"Kenapa kamu memakai kebaya?," Tanya Sisil.


" Kapan kita kasih kebaya?," Sekarang Dita yang bertanya.


" Paper bag yang kalian kasih itu isinya ini," jawab Syakilla.


" Ahhh ia, maaf kita lupa!," Ucap Sisil pura-pura baru ingat padahal dia sendiri tidak tau isi dari paper bag itu apa.


" Sekarang kamu duduk di sini!," Sambung Dita menyuruh Syakilla duduk di depan cermin untuk mendandani Syakilla


" Ada apa ini sebenarnya" batin Sisil


" Kenapa seolah mereka tidak tau apa yang sedang mereka lakukan, apa mereka di suruh orang lain?" batin Syakilla.


"Apa yang di rencanakan Tante Rosa sebenarnya!," batin Dita.


Sisil dan Dita tetap melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Mamanya Syakilla meskipun mereka sangat bingung kenapa Mamanya Syakilla menyuruh mereka melakukan ini semua. Apalagi setelah melihat Syakilla di suruh pakai kebaya seperti itu.


Satu jam mereka baru selesai mendandani Syakilla. Syakilla terlihat sangat cantik dengan kebaya putih yang melekat di tubuhnya, tidak pas tapi juga tidak kebesaran. Dan dipadu padankanndengan hijab berwarna sedana.

__ADS_1


" Sebenarnya apa yang kalian lakukan ini? Kenapa harus mendandaniku seperti orang mau nikah saja," Ucap Syakilla.


Saat Syakilla berkata seperti itu Sisil dan Dita salimg menatap satu sama lain. Dalam benak mereka seperti memgingat apa saja yang telah mereka lakukan hanpir seharian ini.


Dari Mamanya Syakilla meminta bantuan mereka pagi ini tiba-tiba, mengirim mereka paper bag yang mereka sendiri tidak tau isinya apa, di suruh mengambil berkas- berkas penting, mendandani Syakilla. Semua sungguh di luar nalar mereka sampai mereka sadar kalau yang di katakan Syakilla ada benarnya.


"Yang di katakan Syakilla ada benarnya juga, ini cuma kebetulan atau apa? Tapi, bagaimana mungkin, Tidak! Tidak!," batin Sisil menatap Dita.


" Sudah terima saja, sekarang ikut kami," ucap Dita.


" Kalian mau membawaku kemana lagi?," Tanya Syakilla mulai risih dengan sikap kedua sahabatnya yang sok misterius.


" Bisa tidak jangan banyak bertanya? Turuti saja apa yang kami katakan," ucap Dita mulai emosi karena dia sendiri juga tidak punya jawaban ats segala yang di pertanyakan Syakilla.


"Kenapa kamu jadi marah? Aku hanya bertanya saja!," Ucap Syakilla.


"Syakilla sayang plis, kali ini saja turuti apa yang kami perintahkan dan jangan banyak bertanya bisa?," Tanya Sisil.


"Baiklah, tapi kalian tidak akan mencelakaiku kan?," Entah dari mana pertanyaan konyol itu muncul. Membuat Sisil dan Dita menepuk jidat mereka sendiri karena tidak percaya pertanyaan itu keluar dari mulut Syakilla.


" Astaqfirullahal'azim, Syakilla apa yang kamu pikirkan? Tentu saja kami tidak akan mencelakai kamu!," ucap Sisil tidak habis pikir dengan Syakilla.


" Udah sekarang ikut kami, dari pada pertanyaan kamu semakin tidak bisa di terima oleh akal," ucap Dita menarik Syakilla keluar dari kamar menuju ke mobil mereka.


" Sekarang duduk yang manis di sini, jangan berpikir yang macam-macam dan jangan bertanya apapun, oke," ucap Sisil.


Syakilla menganggukkan kepalanya patuh. Sangat lucu.


"Gemes banget sih sahabat kita yang satu ini kalau lagi nurut begini," sambung Sisil..


Dia pun masuk ke dalam mobilnya yang di kendarai Dita. Menuju tempat tujuan mereka membawa Syakilla.


Di perjalanan tidak ada yang berbicara Syakilla juga diam seribu bahasa. Tapi dia memperhatikan jalan kerena merasa tidak asing baginya.


" Sebenarnya mereka mau membawaku kemana dengan baju seperti ini? Dan sepertinya aku tidak asing dengan jalanan ini! Tapi kemana ya? Kenapa tiba-tiba aku tidak bisa mengingat apapun sekaran?," Berbagai macam pertanyaan keluar dari benak Syakilla.


" Tapi, kalau tiba-tiba Fahri datang ke rumah terus tidak ada siapapun bagaimana?," Batin Syakilla baru ingat kenapa hari ini dia berada di rumah.

__ADS_1


__ADS_2