
''Terima kasih Miss,'' ujar mereka sebelum Syakilla masuk ke ruangannya.
Sebelum Syakilla fokus pada pekerjaannya dia sempatkan untuk makan terlebih dahulu agar tidak kelupaan seperti hari hari sebelumnya.
Selesai makan dia lanjut mengerjakan pekerjaannya dari mulai memotong kain dan mulai menjahit semua bagian sedikit demi sedikit hingga menjadi sebuah gaun.
Walaupun belum sempurna dan bisa di katakan sebagai sebuah gaun tapi di lihat dari bentuknya sangatlah indah.
Syakilla terus bermain dengan mesin jahitnya sampai waktu pulang tiba, kali ini dia tidak memaksa dirinya lagi dia pulang ke rumah nanti dia akan melanjutkannya di rumah pikirnya.
Syakilla yang gila kerja tentu saja tidak akan membiarkan dirinya duduk saja di rumah tanpa mengerjakan apa apa.
''Assalamualaikum," ucap Syakilla saat akan memasuki rumah.
"Waalaikum salam, udah pulang?'' ucap Mama Rosa.
''Udah Ma," jawab Syakilla.
''Capek banget ya,'' tanya Mama Rosa lagi.
''Lumayan, Qilla ke atas dulu ya Ma, mau mandi gerah banget'' ucap Syakilla.
''Sana,'' jawab Mama Rosa.
Syakilla masuk ke kamarnya langsung mengambil handuk menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Satu jam Syakilla baru keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan baju rumahannya, dia kembali menghampiri Mamanya yang ada di ruang tamu sedang menonton tv acara kesukaannya.
''Ma," ucap Syakilla dalam mode manja sambil memeluk sang Mama.
''Kenapa anak Mama ini manja banget hari ini?.'' ucap Mama Rosa tapi tetap membalas pelukan manja Syakilla.
__ADS_1
''Pengen di peluk Mama aja,'' jawab Syakilla merebahkan kepalanya di pangkuan sang Mama dan menggelitik perut Mamanya iseng.
''Sayang geli ih," ucap Mama Rosa geli dengan gesekan yang di lakukan Syakilla.
Syakilla tetap melakukan hal itu walau sudah di larang, malam ini dia ingin bermanja manja dengan Mamanya dan melupakan sejenak pekerjaannya.
''Mama geli Qilla,'' ucap Mama Rosa memindahkan kepala Syakilla dari pangkuannya. dan membalas menggelitik Syakilla sampai Syakilla merasa kegelian.
''Hahahahahah, geli Ma, udah, udah," tegur Syakilla tidak tahan merasa geli.
''Biarin siapa yang mulai duluan.'' jawab Mama Rosa.
''Qilla minta maaf, udah Qilla gak kuat," kata Syakilla tertawa sampai mengeluarkan air matanya.
''Makanya jangan mulai,'' tutur Mama Rosa.
''Maaf Ma," ucap Syakilla kembali membaringkan tubuhnya dalam pangkuan sang Mama.
''Lagi pengen aja, kangen di manja Mama seperti duku lagi," jawab Syakilla seraya memejamkan matanya menikmati usapan tangan Mamanya.
''Mama senang kamu begitu manja seperti ini sama Mama, kamu terlalu sibuk akhir akhir ini Mama jadi khawatir kamu jatuh sakit,'' ucap Mama Rosa.
"Doakan Qilla terus supaya bisa bikin Mama bahagia," ujar Syakilla.
''Mama selalu doakan kamu sayang, gimana jadi gak datang ke acara lamaran pelanggan kamu?,'' tanya Mama Rosa mencari topik lain.
''Inn Syaa Allah jadi Ma, gak enak juga kalau aku gak datang," jawab Syakilla.
''Sama siapa perginya?.'' tanya Mama Rosa lagi.
''Sendiri, Sisil sama Dita gak bisa ada urusan," jawab Syakilla.
__ADS_1
''Kapan memang acaranya?,"tanya Mama Rosa.
''Lusa Ma, Minggu ini Ma, lusa berarti, kenapa? Mama mau temenin Qilla, tapi Qilla datang sebagai pemilik butik bukan Syakilla'' ucap Syakilla.
''Mama heran sama kamu, kenapa juga kamu gak mau orang orang tahu siapa kamu, aneh, orang lain pada pamer kalau mereka berhasil, kamu malah sembunyi kayak gini, suruh Mam ikutan juga lagi,'' ujar Mama Rosa heran kenapa Syakilla menyembunyikan identitasnya dari semua orang kalau dia adalah wanita yang sukses.
''Belum saatnya Qilla tunjukkan siapa Qilla Ma, nanti kalau sudah saatnya pasti mereka akan tahu," jawab Syakilla.
''Apa Mama mulai risih dengan cadar Mama?,'' tanya Syakilla bangun dari pangkuan Mamanya.
''Mama sih sudah terbiasa jadi udah biasa saja,kalaupun Mama lagi gak ke butik sekarang Mama selalu menggunakan cadar sekarang, Mama sudah mulai nyaman," ucap Mama Rosa tersenyum.
''Alhamdulillah kalau gitu, Mama akan jauh dari mata mata jahat, Qilla doakan semoga Mama selalu istiqomah menggunakan cadarnya," ujar Syakilla mendukung kalau Mamanya pakai cadar.
'' Kamu kenapa gak pakai sekalian gak usah di buka lagi,'' tanya Mama Rosa.
''Syakilla masih belum yakin Ma, tapi Qilla akan berusaha memperbaiki diri supaya lebih baik lagi, doakan Qilla juga supaya bisa istiqomah seperti Mama," jawab Syakilla.
''Mama gak memaksa kamu cuma Mama kasih saran saja,'' ucap Mama Rosa.
''Qilla tahu Ma,'' ucap Syakilla Syakilla memeluk Mamanya lagi dan mencoba menggelitik Mamanya lagi
'' Hahahahahha, Sayang udah cukup, mending kamu makan sana, belum makan kan?,'' ucap Mama Rosa kesal Syakilla terus menggelitiknya
''Qilla belum lapar Ma, Qilla ke ruang kerja Qilla dulu kalau gitu," ucap Syakilla berdiri mencium Mamanya lalu kabur.
''Anak itu kalau sudah mode manja kelakuannya persis anak kecil tapi kalau serius gak bisa di ganggu," gumam Mama Rosa melihat kelakuan anak semata wayangnya.
Syakilla masuk ke ruang kerjanya dan mulai mengerjakan apa yang harus dia kerjakan, dia kembali ke mode tulang punggung keluarga yang serius dan tidak main main.
Tengah malam Syakilla baru keluar dari kamar itu karena sudah mereka lapar, dia menuju dapur untuk mengambil beberapa makanan karena sudah tengah malam Syakilla tidak mungkin makan nasi lagi jadi hanya memakan buah saja.
__ADS_1
Syakilla masuk ke kamarnya untuk istirahat dia menghentikan pekerjaannya dan akan di lanjutkan besok hari.