Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Isi hati Syakilla


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹


Di rumah Syakilla.


Baru saja Syakilla merebahkan tubuhnya di atas kasur, suara ketukan pintu membuatnya harus bangun lagi.


Tok tok.


"Sayang, apa kamu sudah tidur?" Tanya Rosa dari luar.


"Belum,Ma" jawab Syakilla. Bangun dari tempat tidurnya dan membukakan pintu supaya Mamanya bisa masuk.


"Ada apa Ma?," Tanya Syakilla begitu pintu di buka.


"Boleh Mama masuk?," Tanya Rosa balik.


"Masuk aja, ada perlu apa?,Tumben malam-malam ke kamar Qilla" Tanya Syakilla karena malam ini Mamanya datang ke kamarnya tiba-tiba.


"Mama hanya ingin bicara sama kamu apa tidak boleh!," Ucap Rosa.


"Mama mau bicara apa?" Tanya Syakilla


"Gimana perasaan kamu sekarang? Apa kamu sudah bisa memutuskan menerima atau tidak perasaan Fahri?" Tanya Rosa sambil duduk di kasur Syakilla.


"Syakilla masih belum yakin, Ma," jawab Syakilla ikut duduk di samping Mamanya.


" Sebenarnya apa yang kamu ragukan dari Fahri, jujur sama Mama" ucap Rosa serius.


" Yang salah bukan Fahri Ma, tapi aku. ," balas Syakilla.


"Ada apa dengan kamu? Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari Mama selama ini, apa kerena kamu melihat pernikahan Mama dan Papa kamu? Jadi, kamu ragu untuk menikah?" Tanya Rosa ingin memastikan kalau tebakannya tidak salah.


"Mama minta kamu jawab jujur Mama tidak mau ada kebohongan lagi ," sambung Rosa.


"Ia, jujur Syakilla takut dia akan meninggalkan Qilla seperti yang Papa lakukan terhadap kita, Qilla tidak sekuat Mama yang bisa menerima ini dengan lapang dada, Syakilla tidak akan pernah bisa Ma" jawab Syakilla menunduk.


"Sini " Rosa menyuruh Syakilla masuk ke dalam pelukannya dan Syakilla patuh menuruti perintah Mamanya.


"Apa karena ini juga, selama ini kamu selalu menghindar saat Mama menyuruh atau memaksa kamu untuk menikah," Tanya Rosa membelai rambut Syakilla.

__ADS_1


Syakilla mengangguk dalam dekapan sang Mama. Dia tidak bisa menjawab lagi karena menahan tangis.


"Maafkan Mama," ucap Rosa merasa bersalah.


"Ini bukan salah Mama, aku yang terlalu lemah " ucap Syakilla mulai menangis.


" Tidak! Kamu salah! Kamu adalah anak yang kuat, ini salah Mama karena rumah tangga Mama yang berantakan kamu ikut merasakan sakitnya " ucap Rosa dan Syakilla menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan apa yang Mamanya katakan.


" Menangislah! Tumpahkan semuanya jangan ada yang tersisa, setelah ini jangan pernah menangis lagi karena siapapun, termasuk Mama" suruh Rosa.


Syakilla sungguh menangis di pelukan Mamanya dia tidak bisa bersembunyi lagi perasaan yang selama ini dia pendam seorang diri.


"Kenapa kamu tidak pernah jujur sama Mama selama ini, kenapa kamu tidak cerita saat Mama memaksa kamu " ucap Rosa berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis di hadapan Syakilla.


"Karena Qilla tau Mama juga sedih dan menderita selama ini...Qilla tidak mau menambah beban pikiran Mama," ucap Syakilla dalam isak tangisnya.


"Tapi, kamu juga menderita selama ini sayang," ucap Rosa.


"A..ku.. masih bisa menahannya Ma, saat aku melihat Mama harus mencari uang untuk biaya sekolahku selam ini aku semakin membenci Papa. Papa hidup enak bersama keluarga barunya sedangkan kita..." ucap Syakilla sesugukan.


"Sayang dengarkan Mama baik-baik! Tidak semua rumah tangga mengalami hal yang sama seperti yang Mama rasakan. Kamu tidak bisa mengambil contoh dengan melihat satu rumah tangga saja, masih banyak di luar sana yang bahagia, dan tolong jangan jadikan alasan ini untuk menolak Fahri, Mama akan menyalahkan Mama sendiri kalau kamu melakukan itu " jelas Rosa.


"Sampai kapan kamu akan terus berpikir seperti itu? Sampai kapan? Sampai kamu tua, iya? Sampai Fahri meninggalkan kamu" Tanya Rosa, Syakilla menggelangkan kepalanya.


"Ma..." ucap Syakilla.


"Qilla, Mama tau kamu juga menyukai Fahri, itu terlihat jelas dari mata kamu, apa kamu tidak akan menyesal kalau nantinya Fahri bersama orang lain? Apa kamu rela itu terjadi?" ucap Rosa ingin membuat Syakilla sadar akan perasaannya terhadap Fahri.


"Syakilla buka mata kamu, Fahri adalah laki-laki yang baik, tidak mungkin dia akan meninggalkan kamu, kamu lihat bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan kamu, apa dia menyerah, tidak!" ucap Rosa mencoba menyadarkan Syakilla.


"Mama harap apapun keputusan kamu nantinya, kamu tidak akan menyesal," ucap Rosa meninggalkan Syakilla yang masih menangis seorang diri di kamarnya, memberinya waktu untuk berpikir.


"Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan? Apa hamba akan rela melihat orang yang hamba cintai bersama orang lain nantinya seperti yang Mama bilang? Berilah petunjukmu ya Allah! Hamba tidak mau menyesal nantinya," lirih Syakilla.


Trrettt trrettt. (Suara dari ponsel Syakilla).


Syakilla melihat siapa yang menelponnya malam- malam begini.


"Kak Zahra," gumam Syakilla.

__ADS_1


Syakilla menghapus air matanya dan menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkat telpon dari Zahra.


_"Assalamualaikum, kak," ucap Syakilla.


"Waalaikumsalam, akhirnya kamu angkat juga," ucap Zahra.


_"Maaf kak, tadi Qilla gak lihat," balas Syakilla.


"Apa kamu sedang menangis? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Zahra khawatir.


" Aku baik-baik saja kak, aku hanya lagi pilek saja," balas Syakilla berbohong.


"Syukurlah, kakak pikir kenapa. Oh iya! Kakak sudah mendengar semua dari Ummi," ucap Zahra senang.


"Kakak senang sekali walaupun kamu belum memberikan jawabannya, tapi kakak harap kamu menerima adik kakak yang manja itu, kamu tau tadi kakak bilang sama dia kalau kakak mau telpon kamu, kamu tau bagaimana reaksinya? " Tanya Zahra.


_"Bagaimana?," Tanya Syakilla tersenyum.


"Dia memohon sama kakak untuk memberikan nomor kamu, dia bujuk kakak, dia bahkan bilang mau membayar gaun pernikahan kakak, tapi kakak menolaknya " jelas Zahra.


_"Masak sih kak dia sampai segitunya? ," Tanya Syakilla tidak percaya.


" Kamu gak percayakan? Jujur kakak juga baru melihatnya seperti itu. Dia sungguh sudah jatuh cinta sama kamu, kakak tidak pernah melihat dia menyukai perempuan selama ini, kamu adalah wanita pertama yang sudah meluluhkan hatinya bahkan membuatnya tidak waras ."ujar Zahra.


"Kakak harap kamu mendengarkan isi hati kamu, karena jujur kakak sudah menganggap kamu sebagai adik kakak sama seperti Fahri," ucap Zahra.


_"Ia kak, terima kasih," ucap Syakilla.


"Sudah dulu, kakak cuma mau kasih tau itu sama kamu, mudah-mudahan itu bisa membuat kamu semakin yakin dengan adik kakak yang manja itu, Assalamualaikum" ucap Zahra.


"Waalaikumsalam," jawab Syakilla. Kemudian, Syakilla meletakkan kembali ponselnya di meja yang ada di dekat kasurnya.


" Apa ini salah satu petunjuk darimu ya Allah," gumam Syakilla.


Di kamar Zahra.


"Aku merasa Syakilla sedang berbohong padaku, sudah sangat jelas suaranya seperti orang yang habis menangis, ada apa ya! Semoga bukan pertanda buruk," gumam Zahra.


"Semoga dengan aku memberitahunya mengenai Fahri dia bisa mempertimbangkan lagi keputusannya dan menerima Fahri," sambung Zahra. Kemudian, merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2