Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Siapa???


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹


Di butik Syakilla sedang berkutik dengan gaun pernikahan yang untuk Zahra. Dia mulai menyatukan bagian- bagian yang telah dia potong sebelumnya dengan sangat teliti.


Sore hari Syakilla pulang dengan membawa serta pekerjaannya seperti biasa yang selama ini dia lakukan.


"Apa setelah menikah aku masih bisa seperti ini lagi?," Gumam Syakilla. Ketika lagi membereskan meja kerjanya karena akan pulang.


"Sudahlah," lirih Syakilla segera membereskan mejanya dan pulang. Dia tidak mau ribet memikirkan hal yang belum terjadi


Saat pulang Syakilla mampir untuk membeli makan malam terlebih dahulu supaya tidak perlu memasak lagi.


Ketika membeli makanan Syakilla tidak sengaja berpapasan dengan Arka yang sedang membeli makanan juga.


" Syakilla," sapa Arka.


" Kak Arka" balas Syakilla.


" Mau beli nasi goreng juga?," Tanya Arka.


" Ia kak, kakak sendiri ngapain?," Tanya Syakilla.


" Saya juga mau beli nasi goreng," jawab Arka.


"Biar saya aja yang bayar," tawar Arka saat Syakilla akan membayar pesanannya


" Tidak perlu kak, terima kasih. Saya bisa bayar sendiri!," Tolak Syakilla lembut.


" Sudah terima saja," ucap Arka sedikit memaksa.


" Terima kasih banyak," ucap Syakilla.


" Mau langsung pulang? " Tanya Arka.


" Ia kak," jawab Syakilla singkat


"Kapan main ke rumah lagi? Setelah hari itu kamu tidak pernah ke rumah lagi," Kata Arka.


" Qilla belum tau kak, sekarang juga lagi ada kerjaan," jawab Syakilla.


"Qilla pulang duluan ya kak, Assalamualaikum," ucap Syakilla.


" Waalaikumsalam, sampai jumpa lagi," balas Arka.


' Kenapa dia sangat cuek sekali, tapi aku menyukai gadis seperti itu," batin Arka. Dia juga ikut meninggalkan tempat makan itu karena pesanannya juga sudah jadi.


Syakilla masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat makan tersebut. Sampai di rumah, Syakilla kembali berpapasan dengan Arka. Tapi, Syakilla hanya tersenyum saja dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


" Assalamualaikum," ucap Syakilla. Tapi tidak ada jawaban.

__ADS_1


" Ma... Ini ada nasi goreng Mama mau?," Teriak Syakilla.


" Ma...," Panggil Syakilla sekali lagi.


" Mama kemana sih!," Gumam Syakilla.


Syakilla mengecek Mamanya di dalam kamar tetapi tidak ada akhirnya Syakilla lihat ke halaman belakang. Dan benar saja Mamanya lagi sibuk dengan tanamannya.


" Ma..." Panggil Syakilla.


" Qilla udah pulang?," Tanya Rosa.


" Udah dari tadi, Mama aja yang gak dengar. Lagi ngapain sih? Udah sore mau malam ini!," Ucap Syakilla.


" Ini udah selesai sayang, kenapa kamu teriak- teriak panggil Mama?," Tanya Rosa.


" Qilla beli nasi goreng tadi , Mama mau?," Tanya Syakilla.


"Boleh," jawab Rosa tapi tangannya masih sibuk dengan tanaman hiasnya.


" Besok aja di lanjutin Ma, udah sore ini, nasi gorengnya ada di meja makan. Kalau Mama mau makan dulu gak pa-pa, aku mau mandi dulu," ucap Syakilla.


" Eumm," gumam Rosa.


Syakilla meninggalkan Mamanya yang lagi sibuk dengan tanaman hiasnya. Sampai di kamar dia mendapat panggilan telpon dari seseorang yang tidak dikenal.


"Siapa ini sebenarnya ? Kenapa terus saja menghubungiku, " lirih Syakilla melihat siapa yang menelpon karena Syakilla tidak tau nomornya jadi dia membiarkannya begitu saja.


Dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Satu jam Syakilla baru keluar dari kamar mandi.


Syakilla berbaring di atas tempat tidurnya sambil menanti azan magrib di kumandangkan. Dan juga memikirkan apa yang akan dijawab kalau Fahri sudah meminta jawaban darinya apalagi sebentar lagi dia juga harus ke acara pernikahan Zahra otomatis mereka pasti akan menanyakan jawaban Syakilla.


" Apa ini saatnya aku harus bisa melawan traumaku, kalau aku tidak mencobanya aku tidak akan tau hasilnya." lirih Syakilla.


Trettt trettt


Suara ponsel Syakilla.


" Sebenarnya siapa ini, kenapa terus menelponku dari tadi," gumam Syakilla merasa risih karena nomor itu sudah menghubunginya sejak siang.


Baru saja Syakilla mau mengangkatnya, panggilan sudah terputus. Syakilla ingin menghubungi balik tapi keburu azan magrib di kumandangkan, Syakilla kembali meletakkan ponselnya di atas tempat tidur dan meninggalkannya di sana.


Selesai Syakilla shalat magrib Syakilla keluar dari kamarnya untuk makan karena sudah merasa lapar.


"Mama udah makan?," Tanya Syakilla di depan pintu kamar Mamanya.


" Sebentar lagi sayang, kamu duluan saja," jawab Rosa dari dalam.


Karena sang Mama belum lapar, Syakilla yang sudah kelaparan langsung makan tanpa menunggu Mamanya.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar Rosa terlihat panik karena melihat darah yang keluar dari mulutnya dan mukanya juga terlihat sangat pucat.


" Apa memang tidak ada harapan lagi untukku," lirih Rosa menatap cermin di depannya.


" Maafkan Mama tidak bisa jujur tentang penyakit yang Mama Syakilla, Mama tidak sanggup melihat kamu menangis lagi," gumam Rosa.


Buru-buru Rosa menghilangkan jejak darahnya agar tidak ketahuan oleh sang anak, dan keluar dari dalam kamar mandi.


Sebelum keluar Rosa sengaja mengoleskan lipstik terlebih dahulu agar tidak terlihat pucat di depan Syakilla.


" Aku harus memastikan kalau Syakilla menerima Fahri," gumam Rosa sebelum keluar kamar.


Dia ingin sebelum dia pergi untuk selamanya akan ada orang yang menjaga Syakilla, yang bisa melindunginya, dan selalu ada untuknya. Rosa yakin Fahri adalah laki-laki yang tepat untuk Syakilla.


"Udah selesai makannya sayang?," Tanya Rosa yang baru bergabung di meja makan.


" Udah Ma, maaf gak nunggu Mama dulu Qilla udah lapar," ucap Syakilla.


" Gak pa- pa sayang, kamu harus makan yang banyak," balas Rosa.


"Oh iya Ma, aku tinggalin Mama sendiri gak pa-pa kan! Aku mau selesaikan gaun kak Zahra dulu, lusa mau diambil," ucap Syakilla.


" Yaudah gak pa-pa, jangan terlalu capek jaga kesehatan kamu, makanya cepat menikah dengan begitu kamu tidak usah bekerja lagi," ucap Rosa.


" Iya Ma doakan saja ya!," balas Syakilla.


"Kalau sudah punya jawabannya kasih tau Mama, atau nanti saja sekalian di acara pernikahan kakaknya Fahri," ucap Rosa.


" Aku ke ruang kerja dulu masalah ini nanti saja kita bicarakan, aku juga punya kabar gembira untuk Mama," ucap Syakilla berlalu ke ruang kerjanya.


"Semoga dia menerima Fahri," lirih Rosa.


Di rumah Fahri.


Fahri yang sudah mendapatkan nomornya Syakilla dari Umminya merasa sangat bahagia. Walaupun mendapatkannya tidak mudah karena kakaknya yang kelewatan isengnya. Selalu melarang Umminya untuk memberikan nomornya Syakilla. Untungnya Ilham berada di pihaknya jadi Fahri bisa mendapatkan nomor Syakilla.


"Fahri..." Panggil Zahra.


" Ada apa?," Tanya Fahri di dalam kamar.


"Keluar dulu! Ada yang mau kakak bicarakan sama kamu, ini sangat penting!," balas Zahra.


" Mau bicara apa sih?," Tanya Fahri membuka pintu kamarnya.


"Udah di angkat belum? Kalau di lihat dari muka kamu sepertinya belum, kasian sekali adik kakak ini," sindir Zahra.


" Kalau kakak ke sini hanya untuk mengejekku mending kakak masuk ke kamar kakak," ucap Fahri menutup pintu kamarnya.


"Tunggu dulu, bukan itu yang mau kakak bicarakan, Ummi dan Abi memanggil kamu," ucap Zahra.

__ADS_1


__ADS_2