Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#10


__ADS_3

Drrrttt.....


Getar suara ponsel cindi bergetar,cindi membuka ponselnya dan melihat chat dari 'suami'?


*S*uami??kenapa di kasih nama suami? ucap Cindi dalam hati.


'Sedang apa sayang??'- suami


'Kenapa tanya? kan baru aja ketemu'- Cindi


'Penasaran'-suami


'Aku kangen...'-suami


'Kenapa nggak dibales?'-suami


'Helloooo...'-suami


Cndi hanya membaca chat dari rafa,dan merasa geli sendiri. Astaga... umurnya saja belum genap tujuh belas tahun.


Karna tidak membalas chat Rafa, tiba-tiba ponsel itu berbunyi


Kriiinnnggg....


Tertera nama 'suami' disana. Cindi yang merasa risih malah mematikan panggilan Rafa. Kemudian melihat kontak di ponsel nya dan mengganti nama'suami' menjadi Rafa. Kemudian melempar ponselnya kekasur dan menuju kamar mandi.


Setelah bersih, Cindi menuju kamarnya. Ya kamar yang di tempati Cindi tidak ada kamar mandinya, jadi dia mandi dikamar mandi yang ada disebelah dapur. Saat hendak menuju kamar, dia melewati dapur dan menyomot sepotong roti yang ada di meja dapur dan langsung ia lahap sambil menuju kamarnya.


 

__ADS_1


Rafa yang masih merasa kesal karna Cindi tidak membalas chatnya dan mengangkat telfonnya.


"Kayaknya bener kata orang-orang, rindu itu memang bisa bikin orang gila" ucap Rafa pada dirinya sendiri.


Kriingg...kringg...


Handphone Rafa berbunyi, dia merasa senang karna Cindi akhirnya menelfon dia balik, tapi nama yang ada di layar ponselnya malah 'mama'.


Rafa menghela nafasnya, merasa kecewa dan malas mengangkat panggilan dari mamanya, tapi ponsel nya terus berbunyi,dan membuatnya tidak punya pilihan lain


"Iya ma...ada apa..?"


"*R*afa sayang...katanya mau pulang... ini mama udah nunggu kamu sampai keriting malah kamu gak dateng-dateng... kalau kami nggak mau kerumah,mama yang ke**apartemen kamu ya..?"


"Eh...jangan ma...ya udah,Rafa kesana sekarang"


"ya sudah kalau begitu,mama tunggu ya"


 


Sesampainya di rumah mewah keluarganya, Rafa disambut oleh 6 orang pelayan disana,dia disambut bak seorang Pangeran yang memasuki istananya.


Saat memasuki ruang tamu, mata Rafa langsung tertuju pada seorang gadis yang duduk di sebelah mamanya sambil mengobrol asyik dengan sang mama.


Gadis itu bernama Elfa Safira, sahabat Rafa dari kecil yang diam-diam suka pada Rafa dari dulu.


"Eh...anak mama sudah tiba..." sambut sang ibu sambil memeluk sang anak yang dirindukan nya.


Rafa langsung melepaskan pelukan sang mama.

__ADS_1


"Elfa...kamu kok disini?" ucap Rafa sambil mendekati gadis itu.


"Emang kamu aja yang mau pulang?" jawab Elfa,sedikit ketus.


"Heehh...emang kamu gak bakal kangen sama pacar bule kamu yang di inggris itu?" kata Rafa sambil mengacak rambut Elfa.


"Huhh....siapa juga yang punya pacar" jawab Elfa sambil merapikan rambutnya.


"Rafa sayang...kok kamu bau asem sih... tadi kesini belum mandi ya?" tanya sang ibu sambil menutup hidungnya.


Rafa sampai lupa mandi, karna waktu pulang dari sekolah dia langsung menghubungi Cindi, tapi malah tidak ada tanggapan dari sang gadis.


Huft...Rafa masih merasa kecewa.


"Ya udah...Rafa keatas dulu deh ma,mau mandi" kata Rafa sambil menciumi bau badannya dan memang merasa agak bau.


Seusai mandi, Rafa langsung turun menuju ruang makan untuk makan bersama Elfa dan keluarganya.


"Wah...mama masak besar hari ini" celetuk Rafa saat mendapati meja makan yang begitu penuh dengan makanan.


"Iya dong...kan buat nyambut Rafa sama Elfa" jawab mama Elina dengan raut wajah bahagia.


"Emang mama nggak capek,masak segini banyak?" tanya papa Erwin.


"Nggak lah pa...ada bibik juga yang bantu" ucap mama Elina menyendokan nasi dipiring papa Erwin.


"Ya udah, yang penting nanti jangan ngeluh kalau badannya sakit semua" goda papa Erwin. Dan dibalas cubitan diperut oleh mama Elina, membuat Rafa dan Elfa tertawa melihat papa yang mengaduh, membuat suasana disana terasa hangat.


happy reading semua...

__ADS_1


mohon kritik dan saran ya...


terimakasih...


__ADS_2