
"Kita serang balik"ucap Kenz yakin saat mengikuti rapat di perusahaannya.
"Tapi tuan perusahaan kita yang ada di Perancis selama ini menjalankan bisnis dengan cara yang bersih-".Kelimat seorang pegawai laki-laki langsung terhenti karna Kenz memotong ucapannya.
"Apa kau pikir tindakan yang akan kita lakukan ini tidak bersih? "Terdengar dingin "Kau tahu bisnis apa yang dilakukan oleh keluarga Abram?"mendengar pertanyaan tersebut, pegawai itu langsung menundukan kepalanya takut akan kena semprot oleh atasannya tersebut.
Kini Kenz sedang membahas tentang rencananya untuk memberi pelajaran kepada Abram cooperation,yaitu perusahaan milik Bryan.
Kenz tidak akan bisa bernafas lega jika belum melihat Bryan terjatuh.
Ia takut Bryan akan kembali menyerang keluarga Zaf jika Bryan masih berdiri tegak diposisinya.
Semua pegawai disana merasa heran dengan bos baru mereka, Kenz termasuk bos baru karna ia baru menjabat selama tiga tahun ini,
Namun semua orang juga tahu bagai mana kemampuan Kenz.
Pertanyaan besar yang ada dibenak mereka adalah,perusahaan Smith tidaklah pernah bersinggungan dengan keluarga Abram kenapa bisa bos mereka ingin menjatuhkan perusahaan yang bahkan tidak bersinggungan dengan tempat mereka bekerja.
Itu karena mereka tidak ada yang tahu apa alasannya.
Kenz hanya memberi arahan untuk para karyawan nya bekerja, dan tidak memperkenankan adanya banyak pertanyaan.
"Saya akan memberi waktu kalian tiga bulan, untuk menjalakan rencana itu" Kenz kembali berucap dengan penuh ketegasan.
"Baik tuan!"jawab serempak dari semua jajaran pegawai disana.
Tiga tahun kau berusaha menjatuhkan RC group, dan kini dalam waktu tiga bulan aku akan menjatuhkanmu,Gumam Kenz pada dirinya sendiri setelah membubarkan rapat tersebut.
Kenz berjalan menuju ruangannya dengan matanya mengarah pada layar ponselnya, tidak ada notifikasi apapun.
Sebenarnya ia sangat ingin melihat ada setidaknya satu pesan dari Zaf, bahkan jika bukan sebuah pesan pendek sebuah missed call pun ia akan merasa senang.
Mungkin karna sudah terbiasa dengan Zaf yang sudah mengganggunya sejak keci.
Kenz tidak memungkiri sejak dulu hatinya memang hanya untuk Zaf, hanya saja melohat dari latar belakang nya yang begitu jauh berbeda Kenz tak berani memperjuangkannya.
Pengecut memang, namun harus bagai mana lagi.Setiap orang tua pasti akan menginginkan sesuatu yang terbaik untuk anak mereka.
Dan Kenz tidak pernah menyalahkan Rafa tentang hal ini, justru ia berterima kasih karna jika bukan karna Rafa, Kenz tidak akan mengetahui latar belakangnya yang sesungguhnya.
Tok... tok... tok...
__ADS_1
"Masuk"ucap Kenz sambil memperhatikan setiap detail laporan yang ia terima do meja kerjanya.
Kenz mendongak melihat siapa yang datang.
"Zayn... duduklah" ternyata yang datang adalah Zayn, ia yang tadinya di Inggris kemudian diminta Kenz untuk datang keSpanyol untuk melaksanakan rencananya.
Zayn duduk di sofa yang tersedia, dan Kenz pun beranjak dari kursi kebesarannya dan mengikuti Zayn duduk disebelah pemuda itu.
"Kau sudah menemukan wanita itu? "Kenz membuka suara.
"Ya, dan dia mengakui semuanya"Zayn menjawab kemudian meletakkan sesuatu diatas meja.
Itu sebuah flash disc.
Kenz melihatnya dengan sebelah alisnya yang terangkat.
"Didalamnya ada rekaman pengakuannya" ucap Zayn yang seolah tahu tanda tanya dikepala Kenz.
Itulah yang disukai Kenz dari seorang Zayn, pemuda itu bisa melakukan tugasnya dengan baik, bahkan tanpa Kenz minta Zayn bisa melakukan tugasnya dengan lebih mendetail.
"Tapi aku heran, bagai mana bisa seorang Zayn yang ahli masalah obat bisa terbius dengan obat semacam itu? "Kenz heran.
"Itu obat tipe baru, dan bahkan tak berasa dan berbau, aku sendiri juga penasaran siapa orang yang bisa membuat obat seperti itu? " Zayn memang seorang ahli dalam membuat obat.
"Itu tidak penting lagi, lalu bagai mana dengan bukti yang ku minta? "Kenz mengalihkan topik.
Zayn menyerahkan sebuah berkas didalam amplop berwarna cokelat.
Kenz menerimanya, dan kemudian membuka isi yang ada didalamnya.
Senyum devilnya mengembang,ia tahu kemampuan Zayn memang tidak diragukan lagi.
"Dalam waktu tiga bulan, kita akan membuat Bryan membayar atas apa yang sudah dia lakukan"ucap Kenz kepada Zayn.
***
"Tok tok...! "Bukan suara pintu yang diketuk melainkan Zaf yang mengeluarkan suara itu dari mulutnya.
"Masuk! "Suara dari dalam terdengar,dan Zaf langsung membuka pintu kayu yang berwarna coklat itu.
Sebuah senyum Zaf tampilkan begitu ia memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
"Kau tidak sibuk? sampai masih punya waktu untuk bermain kesini? "pertanyaan sarkas itu keluar dari mulut pemilik ruangan CEO tersebut.
Zaf mendecih "Ck... bermain? "ucapnya mengulangi pertanyaan dari pria tersebut.
Namun tidak lama, Zaf kemudian berhambur memeluk pria tersebut "Om, bagai mana kabarnya? "pertanyaan itu Zaf ucapkan setelah melepas pelukannya.
"Kau datang kemari pasti bukan hanya untuk menanykana tentang kabarku saja kan? " Pria itu kemudian menggiring Zaf untuk duduk di sofa yang tersedia.
"Om tahu saja"Zaf cengengesan memperlihatkan deretan putihnya.
"Ada apa? "tanya pria itu yang tak lain adalah Dika.
"Wah to the point sekali"sindir Zaf, ia sebenarnya ingin sedikit berlama-lama disini, namun sepertinya pemilik ruangan tidak memperbolehkannya.
"Sebentar lagi aku ada rapat Zaf" Dika menyodorkan satu kaleng minuman yang baru ia ambil dari lemari es yang tersedia disana juga.
"Baiklah,Zaf tidak akan lama" Zaf memutar bola matanya, malas sekali om nya terang-terangan ingin segera mengusirnya "Om? "
"Hm? " Jawab Dika ogah-ogahan.
"Bagai mana rasanya menjadi single diusia om yang segini? "Telak... Zaf memberikan pertanyaan yang malas sekali bagi Dika untuk menjawabnya.
Dika memberikan tatapan tajam kepada keponakannya yang lancang tersebut "Kau sudah bosan hidup, sampai memberikan pertanyaan seperti itu? " Ucap Dika dengan aura gelap menyelimutinya.
"Kenapa marah Om, Zaf hanya bertanya" Ucap Zaf seolah ia tidak tahu jika Dika sedang marah.
Dika malas untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan dia hanya diam sambil meminum minumannya.
"Sepertinya enak menjadi single, dan sepertinya Zaf juga akan melakukan hal yang sama" ucapan Zaf seketika berhasil membuat Dika tersedak oleh minumannya.
Kemana Zaf yang berkoar-koar akan mendapatkan Kenz yang ia cintai beberapa tahun lalu?. Batin Dika.
Dika berdehem untuk menetralkan rasa perih ditenggorokannya akibat tersedak tadi.
"Zaf, kau memiliki seseorang yang kau suka, dan yang ku tahu Kenz juga menyukai mu... kenapa sekarang malah kau berkata seperti itu? "Tanya Dika tak percaya.
Zaf menggeleng,"Sepertinya lelah jika Zaf terus menunggu,rasa sakit saat ditinggal pergi itu sakit om... dan Kenz berulang kali melakukannya".
Dika sudah tahu pasti alasan Zaf datang menemuinya,
Untuk mencurahkan isi hati...itulah jawabannya.
__ADS_1
Walau sering kali merasa malas untuk menanggapi anak ABG yang jatuh cinta, tapi Dika tetap akan menjadi pendengar yang baik untuk keponakannya.