Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#29


__ADS_3

setiap hari rafa selalu melihat gerak-gerik cindi melalui cctv dari laptopnya.rafa sangat bingung bagai mana cara dia untuk menemui cindi.


saat pertama kali bertemu ingin sekali dia menarik tubuh cindi dan memeluknya dengan erat dan tidak ingin dia lepaskan.


saat melihat chef irfan mendekati cindi,ingin sekali rafa turun dan mengatakan pada semua orang kalau cindi adalah miliknya,cindi adalah kekasihnya yang sudah 4 tahun menghilang.


apa lagi saat mendengar sasha bilang kalau sebelumnya sudah ada yang mengejar cinta cindi,dia menjadi kalang kabut,tapi tenang kembali saat sasha bilang bahwa ditolak oleh cindi,dan kemudian merasa senang saat cindi bilang bahwa dia adalah tipenya.


sudah saatnya jam pulang,cindi membereskan kerjaannya kemudian mengganti pakaiannya ditoilet,dia masih bertanya-tanya,apa ceo itu adalah rafanya?tapi entahlah,karna cindi benar-benar lupa wajah rafa.


setelah pulang kerja,cindi berangkat kekampusnya,dia sengaja mengambil kelas sore karna disesuai kan dengan jadwal kerjanya.


"zahra...di panggil pak rektor" panggil salah satu mahasiswi disana.


cindi mengangguk dan menuju ruang rektor


tok...tok...tok


"masuk"


setelah mendengar sahutan dari dalam kantor rektor,cindi masuk keruangan itu.


"ada apa pak?"


"zahra...bapak mendengar dari admin kalau kamu belum melunasi uang semester hingga 3 semester?"


"iya pak...bisa bapak beri saya waktu?"


"zahra...bapak tahu bakat dan potensimu, sungguh sayang jika kamu harus tidak lulus hanya karna masalah administrasi"

__ADS_1


"lalu maksud bapak?"


"begini saja...bapak akan memberimu waktu 1 bulan...bagai mana?"


"baik pak...terima kasih atas bantuan bapak"cindi pamit dan langsung meninggalkan tempat itu.


cindi berjalan dengan melamun huft....uang 3 semester dapat dari mana? kalau aja tahun lalu aku nggak kesrempet mobil mungkin uang semester nggak akan nunggak karna buat bayar rumah sakit, dan satu bulan...huft...dari mana dapat uang 15 juta dalam waktu sesingkat itu?


cindi mencoba memejamkan matanya setelah sampai dirumah kontrakannya. seperti biasa cindi tidak bisa tertidur dengan lelap,mata cindi memang terpejam,tapi telinganya masih bisa mendengar.


pagi hari saat di hotel...


davina mendekati cindi saat dia masih sibuk mengetik komputernya


"ra...mau kerja tidak?"


"maksud ku bukan di sini..."


cindi memandang davina"aku nggak mau kerja yang aneh-aneh ya mba"


"ih...emang mbak orang kayak gitu? mbak dengar kamu butuh kerjaan tambahan,,," davina menghela nafas sejenak" big bos butuh seseorang buat bersih-bersih apartemennya...kamu mau?"


"mau sih mba...tapi gimana aku bagi waktunya?"


"kalau zahra nggak mau...aku aja mba...lumayankan bisa cuci mata sama big bos"serobot sasha.


"hust...sana-sana...yang butuhkan zahra" davina mengibaskan tangannya mengusir sasha,yang kemudian fokus kembali pada cindi"soal bagi waktu gampang... kamukan sift pagi,dari jam 7-jam 1 siang... nanti kamu langsung bisa kerja di apartemen big bos, sampai jam 5 terus kamu bisa pergi kuliah,gimana?"


"mmm...ada syarat sama ketentuannya tidak mba...soalnya kelihatannya si bos tu galak"

__ADS_1


"kalau itu kamu bisa diskusi sendiri sama si bos,jika kamu minat kamu bisa langsung keruangan pak rafa,dia udah nunggu kamu"


cindi masih bingung dengan tawaran davina.tapi demi kuliahnya,dia memberanikan diri untuk datang ke kantor big bosnya.


rafa mempersilahkan cindi yang baru masuk kedalam kantornya.


"maaf pak...saya mendengar dari mbak davina tentang pekerjaan yang bapak tawarkan"


rafa diam mendengarkan ucapan cindi bapak?dia memanggil ku bapak? apa dia benar sudah melupakan aku?"iya davina benar...apa kamu bisa?"


cindi sedikit terkejut"i-iya pak...apa ada syaratnya?"


*cindi tidak taukah kamu betapa aku sangat dan sangat merindukanmu?"*hanya memebersihkan apartemen, tidak ada syarat apapun, kamu bisa mengerjakannya saat pulang kerja dari hotel,dan jika belum selesai kamu bisa melanjutkannya saat kamu pulang kuliah"


cindi mengangguk"mengenai gaji pak?"


"jika saya puas akan saya beri kamu 20juta setiap bulannya"


cindi sangat terkejut mendengar nominal yang dikatakan rafa *apa dia serius?cuma bersih-bersih digaji 20 juta"*bapak tidak akan menyuruh saya mengerjakan yang aneh-anehkan?"


rafa tertawa kecil mendengar ucapaan cindi tapi jika di pikir memang tidak masuk akal jika di bayar 20 juta hanya untuk menggaji seorang pembantu.


tapi itu satu-satunya cara untuk rafa membantu cindi yang sedang dalam kesusahan.karna tidak mungkin dia langsung memberikan uang kepada cindi.


happy reading semua...


jangan lupa tinggalkan jempol kalian ya...


terimakasih..♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2