Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#28


__ADS_3

2 tahun kemudian...


"ra...!!!"sasha yang berteriak memanggil cindi


cindi melihat sasha yang memanggil nya,selama bekerja dihotel graha buana,cindi dipanggil zahra oleh teman-temannya.termasuk sasha yang sama-sama bekerja sebagai resepsionis disana.


cindi menghampiri sasha yang melambai padanya"ra...cepetan kamu ganti baju...! bentar lagi ceo baru akan datang"seru sasha


"ceo?tumben?"


"iya...dia mau reserfasi...eh...ra-"belum sempat sasha melanjutkan ucapannya,cindi langsung melenggang ketoilet untuk mengganti pakaiannya.


setelah selesai mengganti pakaiannya, cindi mengikuti langkah sasha beserta rekan kerja yang lainnya menuju pintu utama hotel untuk menyambut kedatangan ceo baru.


semua pegawai berbaris dan tidak lama terdengar ada suara mobil berhenti,dan sang ceo baru yang dibicarakanpun masuk kedalam.


ceo itu memperhatikan seseorang yang berdiri dideretan paling ujung,tidak lain dan tidak bukan adalah cindi. cindi yang selama 4 tahun ini membuatnya hampir gila.ya,ceo itu adalah rafa...rafa mahendra.


cindi hanya menundukan wajahnya ketika sang ceo melewatinya.ada aroma mint yang ia kenal saat ceo itu melewatinya dan setelah ia melihat sepasang sepatu ceo itu menjauh,barulah dia mengangkat wajahnya.


"oh my god...!!"seru sasha"lihat tidak ceo baru kita itu...ra...sumpah dia bahkan lebih ganteng dari pada artis korea idola ku" sasha histeris setelah melihat ceo itu masuk kedalam lift.

__ADS_1


"udah kagum-kagumannya...ayo kembali kerja..."cindi mendorong pundak sasha untuk kembali kemejanya.tapi sasha masih betah melihat pintu lift yang sudah tertutup.


"rafa mahendra...ceo baru yang baru aja nyantol dihatiku"sasha bergumam sambil mendongak ketas membayangkan wajah rafa.


*rafa mahendra?dan aroma parfum itu... apa orang yang sama?*batin cindi setelah mendengar nama ceo itu dari mulut teman nya *tapi yang nama nya rafakan tidak hanya satu didunia ini ada ratusan, bahkan mungkin ribuan.


"*iya bisa saya bantu?"cindi bertanya kepada seorang pelanggan yang baru masuk.


"iya mba...mau ceck-in 3 malam" jawab perempuan yang baru datang itu.


"baik,mau dibayar dimuka atau nanti mba?"ucap cindi sambil mengetik komputernya.


"sekarang saja mba"jawab sipelanggan sambil membuka dompetnya dan menyerahkan kartu kreditnya


"iya..."pelanggan itu langsung pergi dan menuju kamarnya.


"morning gadis cantik....!"sapa seorang pria yang baru saja masuk,


dan hanya ditanggapi senyuman oleh cindi.


"cantik...nanti kutunggu kamu buat nyoba resep baruku ya"ucap nya yang tidak lain adalah irfan seorang chef dihotel itu, sejak awal cindi bekerja dihotel itu, irfan sudah mulai menyukai gadis berparas cantik itu.

__ADS_1


"maaf chef...nanti saya sudah ada janji sama sasha mau makan siang bersama" cindi menyikut tangan sasha agar sasha ikut membantunya menolak tawaran irfan.


sasha yang mengerti maksud cindi langsung membenarkan alasan cindi,agar sang chef tidak menunggunya,


"kenapa sih ra...kamu nggak terima cintanya chef irfan?"tanya sasha setelah irfan pergi dengan wajah kecewa karna sudah ditolak cindi beberapa kali.


"aku bukan orang yang tepat buat dia" ucap cindi sambil mengotak-atik keyboard komputernya.


"ih...bukannya kamu yang nggak tepat buat dia...tapi diakan yang nggak tepat buat kamu?"sasha menyenggol dagu cindi"cowok kayak apa sih yang kamu cari ra?dulu manager adnan dia ganteng juga kamu tolak,sekarang chef ganteng irfan juga kamu tolak...aku jadi bingung,kalau aku jadi kamu ni ya...udah aku embat semua...atau mungkin tipe kamu tu kayak ceo baru ya?"


cindi berhenti mengetik keyboardnya "mungkin...diakan kaya....dan katamu dia ganteng"sasha melongo mendengar jawaban cindi".


"wah...kalau tipe mu itu kayak pak rafa berat juga ya buat manager adnan dan chef irfan?" sasha menggoda cindi"eh pak rafa"sasha menyikut lengan cindi.


dan cindi melemparkan pandangannya kepada sosok pemuda yang melewati nya,yang saat itu rafa sedang melihat nya,dan tatapan mereka pun bertemu.


cindi tidak menyadari kalau rafa adalah laki-laki yang dulu bersamanya,karna entah kenapa cindi bisa melupakan wajah rafa,yang cindi ingat adalah aroma parfum itu,aroma yang menenangkan baginya.


rafa yang lebih dulu mengalihkan pandangan nya,dia tersenyum karna mendengar apa yang diperbincangkan oleh cindi dan temannya.


happy reding semua...

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jempol kalian ya...


__ADS_2