Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 61


__ADS_3

Hyena sudah memberi tahukan tentang niatan Zayn yang ingin bertemu dengan Safana.


Dan kini gadis itu sudah duduk manis menunggu Zayn di kantin kampusnya.


"Sudah lama menunggu? " Tanya Zayn yang baru saja datang.


"Tidak, aku juga baru saja duduk"Jawab Safana.


"Mau pesan dulu? " Zayn memberi tawaran.


Safana mengangguk, Zayn kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka.


Setelah mengatakan pesanannya pada pelayan, suasana kembali hening, Safana yang belum terlalu akrab dengan Zayn juga tidak berani memulai obrolan.


"Jadi, aku memintamu datang kemari untuk membahas tetang perjanjian kita" ucap Zayn memecah keheningan.


Safana tak bersuara,ia hanya memandang kearah Zayn dan mendengar setiap kalimat yang keluar dari lelaki tersebut.


"Aku menerima persyaratan yang diajukan oleh tuan Brury" ucap Zayn.


Namun raut wajah Safana memperlihatkan ketidak mengertian.


"Maksud kamu? " Tanya Safana yang tidak mengerti ucapan Zayn.


"Iya, seperti yang diucapkan tuan Brury semalam, kalau syarat agar beliau bersedia berinvestasi adalah untuk menjadikan dirimu sebagai istri ku" ucap Zayn dan...


Duar...


Ucapan Zayn tersebut membuat Safana begitu terkejut.


Dia memang menyukai Zayn, tapi bukan seperti ini caranya.


Bagai mana ayahnya memeberikan syarat seperti itu kepada Zayn? Safana tidak mengerti.


Safana hanya diam menanggapi ucapan Zayn, ia bingung harus menjawab bagai mana, satu-satunya yang ada dipikirannya saat ini adalah untuk segera bertemu dengan ayahnya untuk meminta penjelasan.


Setelah acara makan siang itu selesai, Safana kemudian segera pamit untuk kembali kerumahnya, ia benar-benar ingin segera bertemu dengan sang ayah.


"Mau ku antar? " Ucap Zayn.


"Tidak usah,aku bawa mobil kok" tolak Safana


Setelah menolak Zayn, Safana kemudian segera menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


"Sudah selesai? " Tanya Hyena yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


"Hm" Zayn menjawab dengan gumaman "Mau pulang apa kemana?" Tanya Zayn.


"Mau pulang, pengen tidur-tiduran aja" jawab Hyena yang sepertinya kelelahan.


"Aku antar" ucap Zayn kemudian mengantar Hyena untuk pulang.


***


"Bik, ayah dimana? " Safana yang baru saja sampai dirumahnya kemudian bertanya keberadaan ayahnya kepada salah satu maid nya.


"Tuan ada diruang belajar nona" Jawab maid tersebut.


Safana kemudian berjalan menuju ruangan yang dimaksud maid tersebut.


Cklek...


"Ayah" panggil Safana.


Tuan Brury yang tengah sibuk dengan buku bacaannya kemudian mengalihkan pandangannya pada putri nya.


"Sayang, sudah pulang? " Tuan Brury menyambut Safana dengan hangat.


"Perjanjian apa yang papa ajukan kepada Zayn?" Tanpa basa-basi Safana langsung bertanya ke intinya.


"Seperti yang kamu inginkan sayang" jawab Tuan Brury.


"Ayah tahu kamu suka pada Zayn, karna itu ayah mencoba untuk mendekatkan hubungan mu dengannya" ucap tuan Brury.


Safana mengusap wajahnya merasa frustasi "Dan ayah memberi persyaratan agar Zayn bersedia menikah dengan Safa supaya ayah mau menjadi investornya, begitu? " Safana meminta kejelasan.


Tuan Brury mengangguk "Memangnya salah ayah dimana sayang? " Tuan Brury yang seakan bisa melihat raut kekecewaan pada wajah putrinya.


"Ayah... mau ditaruh dimana muka Safa yah? " Lirih Safana "Safa sudah berjanji pada diri Safa sendiri, bahwa Safa akan membalas budi kepada Zayn karna sudah membantu ayah saat dibandara dulu, tapi kenapa ayah mengacaukannya? ".


Mendengar itu Tuan Brury terdiam, ia pikir saat Zayn mengajukan pengajuan investasi padanya, itu adalah jalan yang diberikan takdir untuk tuan Brury agar bisa membantu putrinya.


Namun ternyata bukan ini yang Safa inginkan.


"Safa tidak ingin ada paksaan dalam membangun suatu hubungan Yah, karna Safa takut itu bisa menjadi bom waktu yang jika meledak akan menghancurkan semua yang ada didalamnya" lirih Safana kembali.


"Ayah mengerti nak, maaf kan Ayah yang dengan gegabah mengambil keputusan" ucap tuan Brury "Ayah akan kembali berbicara kepada Zayn tentang ini, ayah akan meluruskannya" papa Brury berucap.


Safana mengangguk "Terima kasih ayah, terima kasih karna sudah mengerti Safa, namun maaf jika membuat ayah kecewa karna bukan ini yang Safa inginkan" ucap Safana berhambur memeluk ayahnya.


Tuan Brury mengangguk sambil menepuk punggung putrinya tersebut.

__ADS_1


Setelah kehilangan sang istri, Tuan Brury memang terlalu memanjakan Safana, beliau selalu berusaha menjadikan apa yang diinginkan sang putri untuk menjadi kenyataan.


Beruntung Safana memiliki sifat seperti ibunya, bukan gadis manja yang walau keinginannya selalu dipenuhi oleh sang ayah.


Dalam hidupnya Safana selalu berdoa agar kelak memiliki suami yang setia seperti sang ayah.


Juga pernikahannya akan menjadi pernikahan pertama dab terakhir dalam hidupnya.


Karna itu, Safana tidak akan memaksa Zayn jika memang pria tersebut tidak menyukai nya.


***


"Baru pulang Zayn? " Tanya mama Cindi saat melihat Zayn yang baru kembali.


"Iya mom" Zayn berjalan mendekati sang mama kemudian mengecup pipi sang mama.


"Bagai mana keputusan mu? " Mama Cindi kembali bertanya.


"Zayn akan menyetujui persyaratan dari om Brury Mom, dan tadi Zayn sudah mengatakannya pada Safana" Zayn menjawab, kemudian duduk disamping sang mama.


"Mommy tahu, kamu mengesampingkan perasaan mu demi perusahaan daddy mu, tapi bukan itu yang Mommy harapkan Zayn" ucap Mama Cindi.


"Maksud Mommy? " Zayn yang tidak mengerti.


"Mommy tahu kamu suka dengan Hyena" Zayn seperti tertusuk saat mendengar ucapan sang mama, apa sejelas itu wajah Zayn saat menyukai Hyena sampai-sampai mommy nya memyadarinya.


"Mommy bisa melihatnya saat kamu memberikan perhatian padanya" mama Cindi berucap lagi "Apa kamu mau mengikuti jejak kakak mu? menikah dengan teman masa kecil? " Goda mama Cindi.


Mendengar itu Zayn jadi tertawa "Ma, rasa suka itu bukan berarti cinta kan? mungkin sekarang Zayn suka sama Hyena itu karna hanya Hyena lah teman perempuan yang Zayn miliki dari kecil"


Ya, karna Zayn memiliki kejeniusan yang menurun dari sang papa, ia menyelesaikan studynya lebih cepat dari teman sebayanya,.


Karna itu Zayn tidak memiliki teman yang seumuran dengannya, dan karena Hyena adalah putri dari sahabat kedua orang tuanya membuat gadis itu sering bermain kerumah mama Cindi dan karna itu Zayn bisa dekat dengan gadis itu.


"Jadi, maksudmu kau akan tetap setuju untuk menikah dengan putri tuan Brury? " Mama Cindi menanyakan keseriusan Zayn tentang keputusannya tersebut.


"Zayn akan coba mom, tapi tidak mungkin perasaan cinta akan datang hanya dalam waktu singkat kan? Zayn yakin suatu saat perasaan Zayn pasti akan berubah terhadap Safana" Sepertinya Zayn begitu yakin dengan apa yang akan terjadi pada hatinya suatu saat nanti.


"Kamu tidak ingin memperjuangkan cintamu seperti yang kakak kamu lakukan terhadap Kenz? " Mama Cindi masih mencoba.


Mendengar itu Zayn jadi terkekeh "Mom, jika saat ini Hyena tidak memiliki seseorang dihatinya, mungkin Zayn akan melakukan hal yang sama".


"Maksudmu, Hyena memiliki pacar? " tanya mama Cindi tak percaya.


Zayn mengangguk "Dan mereka sudah pacarab selama tiga tahun".

__ADS_1


Mama Cindi tersenyum "Ternyata Hyena lebih dulu dewasanya dibanding kamu"Godanya.


"Mom! " Zayn seakan tak terima dengan ucapan sang mama.


__ADS_2