
"Awh... pelan-pelan mom" Zayn meringis menahan perih di wajahnya karna Mama Cindi tengah mengobati luka-lukanya.
"Kamu berani berbuat juga harus berani menanggung semua konsekuensinya" ujar mama Cindi memberi kompres pada pipi Zayn yang bengkak.
"Zayn heran, kenapa para bapak-bapak itu senang sekali memukul area wajah Zayn, apa mereka iri dengan ketampanan ini? " Zayn melihat pantulan wajahnya sendiri.
"Ngawur" Gemas Cindi menekan pipi pemuda itu dan tentu saja membuat Zayn kembali meringis kesakitan.
"Awh... mom...! sakit! ".Pekiknya. "Kalau begini Zayn malah nggak sembuh-sembuh, dan nggak bisa langsung nyusul Hyena" gerutunya.
"Memang nya siapa yang mengijinkan mu untuk pergi? " Sahut papa Rafa yang baru saja ikut masuk kedalam kamar Zayn.
"Bukannya mommy bilang Zayn harus tanggung jawab? kalau begitu Zayn juga harus segera ke Paris menyusul Hyena bukan? dan membawanya pulang".ucap Zayn serius.
"Tidak, Daddy tidak memberimu cuti dari pekerjaanmu, ingat dengan masalah yang dulu pernah kau buat? kini kau harus tanggung jawab dengan perusahaan dulu, dan setelah perusahaan sudah berjalan normal baru kau bisa pergi" ucap papa Rafa.
Mendengar itu Zayn jadi lemas, ya, dulu dia main kabur saja saat dihadapkan dengan masalah dan kali ini sepertinya dia tidak bisa melakukan apa-apa sebelum papa Rafa mengijinkannya.
"Lalu, bagai mana dengan Hyena? apa dia bisa menungguku? " gumamnya.
"Kalau memang jodoh, Hyena pasti akan menunggumu" jawab mama Cindi yang mendengar gumaman Zayn.
"Lalu, bagai mana jika gadis itu hamil, apa aku hanya bisa meratapi nasibku yang hanya bisa melihat anakku saat dia sudah lahir didunia nanti" kembali bergumam, namun kali ini jitakan yang mama Cindi berikan, membuat Zayn mengaduh kesakitan sambil mengelus kepalanya.
"Jangan bicara yang aneh-aneh, kalau Hyena hamil,tante Elfa pasti akan mencarimu untuk memberimu perhitungan" ujar mama Cindi kemudian beranjak dari ranjang Zayn, dan keluar dari kamar itu bersama sang suami.
Mendengar ucapan mama Cindi, Zayn jadi berpikir, apa mungkin Hyena tidak hamil?
Tapi bagai mana mungkin? ia ingat sekali mengeluarkannya didalam waktu itu.
Ah, mengingatnya malah membuat Zayn jadi rindu kepada gadis itu.
Apa Hyena juga merasakan hal yang sama, Entahlah...
Zayn hanya perlu sedikit bekerja lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera menemui Hyena di Paris.
***
Hari-hari Zayn kini hanya terisi dengan kesibukan yang sangat padat tentang urusan perusahaan.
Bahkan ia tidak sempat memikirkan Hyena saat ini.
Sepertinya apa yang papa Rafa ucapkan ada benarnya.
Perusahaan kini benar-benar kacau dan harus mendapatkan penanganan yang serius.
Lembur hingga tengah malam hampir Zayn lakukan untuk memulihkan kondisi perusahaan.
Dan saat kembali kerumah, merindukan Hyena adalah satu rutinitas yang ia pikirkan setiap sebelum tertidur.
__ADS_1
Butuh waktu enam bulan bagi Zayn untuk menyelesaikan semua urusannya.
Dan kini saatnya ia pergi ke Paris untuk menjemput sang pujaan hati.
Alamat sudah dikantong, paspor dan tiket juga sudah siap, tinggal menunggu keberangkatan satu jam lagi.
Kriiiing....
Ponsel Zayn berbunyi, dan saat ia mengangkatnya, ia terkejut saat mendengar berita dari seseorang diseberang sana.
"Baiklah, saya akan kesana" ucap Zayn pasti.
Ia bingung,namun keputusannya juga tidak boleh menghabiskan waktu yang lama.
Itu adalah panggilan dari Kenz, ia mengatakan jika Zaf sudah melahirkan.
Dan mengalami perdarahan hebat, ia butuh transfusi darah segera, dan karna hanya Zayn dan mama Cindi yang memiliki golongan darah yang sama dengan Zaf.
Membuat Zayn mau tidak mau harus segera ke Spanyol untuk mendonorkan darahnya,karna mengingat kesehatan mama Cindi yang tidak mungkin untuk mendonorkan darahnya.
Akhirnya dari yang tadinya hendak ke Paris, Zayn mengganti tujuan penerbanganya menuju Spanyol.
Setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih dua puluh jam, kini Zayn sudah berada di salah satu rumah sakit terbesar dikota M.
Ia langsung menuju ruang yang sudah dipersiapkan untuk mendonor darahnya.
Usai pengambilan darah, Zayn yang masih sedikit pusing kemudian menuju ruang bayi untuk bertemu dengan keponakannya.
"Tidak masalah kak, Zaf adalah kakak ku, kau tidak perlu berterima kasih" Jawab Zayn. Ia menatap seorang bayi laki-laki mungil yang adalah putra dari Zaf dan Kenz.
Dalam hati ia berkata,"apa kau juga sudah ada didalam perut Hyena saat ini hay Zayn junior?" batinnya.
"Apa yang kau pikirkan? " Tanya Kenz memecah lamunan Zayn saat ini.
"Ah, tidak" sangkalnya "Siapa nama jagoan kita? " tanyanya kemudian.
"Belum tahu, kita tunggu Zaf pulih dulu, baru pikirkan nama" jawab Kenz "Kau sudah bertemu Zaf".
Zayn menggeleng.
"Kalau begitu, ayo kita keruangannya" Kenz mengajak Zayn untuk keruangan Zaf.
Dan saat memasuki ruangan VVIP tersebut, ternyata ada seseorang yang sudah berdiri disamping Zaf.
Dan itu membuat Zayn terkejut.
"Hyena? " Gumam Zayn.
Karna mendengar namanya disebut, Hyena pun menoleh melihat seseorang yang menyebut namanya.
__ADS_1
Zayn berjalan mendekat, namun pandangannya tertuju pada perut Hyena yang terlihat...
Rata?
Apa dia benar-benar belum tumbuh disana? batin Zayn.
"Kemana mata mu itu melihat? " Sindir Hyena yang merasa risih saat Zayn memperhatikan perutnya.
"Kau... ah... tidak" Zayn melengos melempar pandangannya kearah Zaf.
Sumpah, dia ingin sekali memeluk Hyena saat ini, tapi malu jug jika dilihat oleh Kenz dan Zaf.
"Sepertinya kalian butuh bicara berdua" Ucap Zaf yang masih terlihat pucat.
Zayn hanya bisa bersitatap dengan Hyena.
"Kalian keluar lah" usir Kenz "Zaf butuh istirahat".Alasan yang cukup logis bukan untuk mengusir pasangan yang bukan pasangan itu.
Sepertinya Kenz juga sadar jika Zayn dan Hyena butuh ruang untuk bicara berdua.
Kini mereka sudah berada ditaman rumah sakit, taman yang memang disediakan untuk pasien untuk mencari udara segar.
"Kapan kau sampai disini? " Hyena membuka percakapan.
"Baru saja, kau?".kenapa sulit sekali hanya untuk bicara dengan Hyena saat ini "Kau sendiri, kapan sampai disini?, apa Zaf memberimu kabar tentang kelahirannya jadi kau bisa ada disini?".
Mendengar runtutan pertanyaan dari Zayn membuat Hyena jadi tertawa.
"Aku memang tinggal disini Zayn" jawab Hyena.
"Apa? bukankah penerbanganmu terakhir tujuan ke Paris? " tanya Zayn tak percaya.
"Ya, waktu itu memang ke Paris untuk menemani mama menyelesaikan pekerjaannya, kemudian setelah selesai kita pindah kesini" jawaban Hyena menjawab semua pertanyaan yang ada di otak Zayn.
Jadi, haruskah ia bersujud berterimakasih kepada Zaf karna memanggilnya kesini?.
Lalu, apa yang terjadi jika waktu itu ia langsung pergi ke Paris? akan kah ia kecewa?.
"Ya, kau akan kecewa jika kau pergi ke Paris kemarin" ucap Hyena yang seolah bisa membaca pikiran Zayn.
Zayn hanya diam mencerna setiap ucapan Hyena.
Dan gerakan tiba-tiba nya sontak membuat gadis itu terlonjak kaget.
ya, Zayn tiba-tiba mencium bibir Hyena bahkan tanpa aba-aba...
__ADS_1
END...