Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 41


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang Kenz ucapkan, ia benar-benar mendanai penuh kerugian perusahaan RC group dan kini lambat laun perusahaan itu kembali pulih.


"Semua keputusan ada ditangan Zaf Kenz, om tidak bisa memaksanya"ucap papa Rafa yang saat ini sedang berbincang dengan Kenz.


Disana Kenz meminta restu dari papa Rafa agar dia bisa mempersunting Zaf.


"Kenz tau om, tapi setelah Kenz kembali ada yang berubah dari Zaf"ucap Kenz yang mengingat beberapa hari belakangan ini, Zaf seperti menghindari nya.


"Bukankah dulu perjuangan Zaf juga begitu sulit saat dia ingin bersama mu? kau bahkan selalu mendorong nya untuk menjauh" ucap Papa Rafa.


Semua yang dilakukan Zaf dulu papa Rafa memang mengetahuinya, dan ia bukannya menentang keduanya untuk bersatu.


Hanya saja naluri seorang ayah pastilah menginginkan sesuatu yang terbaik untuk anak nya.


"Ku harap kau tidak membenciku karna membuat mu jauh dari putri ku Kenz" lanjut Rafa.


Kenz menggeleng "Tentu saja tidak om, jika bukan karna tekanan yang om berikan,saya tidak mungkin bisa bertemu dengan keluarga saya, dan tidak akan sampai diposisi sekarang".


"Bersabarlah, Zaf pasti akan membuka hatinya kembali"ucap Papa Rafa kemudian beranjak meninggalkan Kenz sendiri di ruang tamu.


"Zaf ada di kamarnya jika kau ingin menemuinya"papa Rafa bersuara kembali sebelum benar-benar menghilang di balik pintu kamarnya.


Kenz mengarahkan pandangannya kelantai dua,disana adalah letak dimana kamar Zaf berada.


Ia mengayunkan langkahnya menuju lantai tersebut, dan setelah sampai didepan pintu kayu ia pun berhenti.


Antara ingin mengetuk atau tidak, Kenz masih ragu untuk menemui Zaf, mungkin wanita itu masih ingin menghindarinya, dan masih butuh sedikit waktu untuk bisa menerima Kenz kembali.


Tok... tok...tok...


Kenz pun akhirnya mengetuk pintu tersebut, tidak ingin menundanya lagi, karna sepertinya empat tahun sudah cukup lama ia menunda nya.


"Zaf" panggilnya.


Tidak ada jawaban dari dalam.


Cklek


Kenz membuka pintu tersebut yang ternyata tidak dikunci.


"Zaf, aku masuk ya? "Kenz menyisir setiap sudut ruangan tersebut, namun ruangan itu kosong.


Ia kemudian melihat kearah kamar mandi, mungkin zaf sedang mandi, batin Kenz.


Gubrak... "Aw... !".

__ADS_1


Suara dari arah kamar mandi membuat Kenz yang baru mendaratkan bokongnya diatas ranjang Zaf kemudian terlonjak kaget.


Bergegas ia menuju arah suara dan


Cklek... tanpa babibu Kenz langsung membuka pintu tersebut.


Dan pemandangan pertama yang dapat Kenz lihat adalah Zaf yang terduduk diatas lantai dengan tubuhnya yang masih dipenuhi busa.


Ternyata gadis itu baru selesai berendam dan karna lantai nya licin ia jadi terpeleset.


Zaf yang mendengar pintu kamar mandi yang terbuka kemudian mengarahkan pandangannya melihat siapa yang datang.


"Apa yang kau lihat! " seru Zaf kemudian menyilangkan kedua tangannya didepan dada menutupi dua gunung kembarnya yang mungkin sudah di lihat oleh Kenz.


"Maaf! "Kenz yang merasa bersalah kemudian tidak jadi masuk dan langsung menutup pintu nua kembali.


Namun sedetik kemudian Kenz kembali membuka pintu tersebut.


"Hei... apa yang kau lakukan? " protes Zaf saat Kenz kembali masuk dan berjalan mendekatinya.


Kenz tak bersuara dan membantu Zaf untuk berdiri, sementara Zaf masih tetap menyilangkan kedua tangannya.


Nyut...


Pinggang Zaf terasa seperti mati rasa, karna bokongnya yang terantuk ke lantai.


"Kenz, sepertinya tidak nyaman kalau begini" gumam Zaf, karna kini mereka sedang berada dibawah guyuran air Zaf yang tanpa memakai sehelai benangpun dengan Kenz yang ikut basah karna menopang tubuh Zaf.


"Tadi aku sudah bicara dengan om Rafa" ucap Kenz yang akan membahas sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Zaf, karna memang itu tujuan Kenz datang kemari.


"Kenz apa harus membahasnya disini? " tanya Zaf, karna mengingat posisi mereka saat ini.


Kenz diam, tidak jadi melanjutkan ucapannya.


Pria itu kemudian meraih shampo dan menuangkannya pada telapak tangannya.


Melihat itu Zaf kemudian berkata "Yang sakit itu pinggang ku Kenz bukan tangan ku" protesnya karna Kenz seolah memperlakukan Zaf seperti ia sedang cidera pada tangannya.


"Memangnya kamu bisa keramas dengan tangan mu yang seperti itu? " Kenz melirikan matanya ketangan Zaf yang masih melundungi gunung kembarnya.


Menyadari Kenz melihat kearah sana Zaf kemudian memicing.


"Lagi pula kenapa ditutupi? aku juga sudah pernah merasakannya"celetuk Kenz yang tiba-tiba mendapat jeweran pada bibirnya oleh Zaf.


"Tidak ku sangka empat tahun tidak bertemu, omongan mu bisa semesum ini" sindir Zaf "Atau disana memang kau sering berganti pacar, jadi bisa dengan begitu bebas membahas sesuatu seperti itu? " imbuhnya.

__ADS_1


Tangan Kenz yang penuh dengan busa kemudian menyapit hidung mancung Zaf, membuat hidungnya juga terkena busa shampo dari tangan Kenz "Aku mana ada waktu untuk hal seperti itu" ucap Kenz jujur.


"Aku bisa melakukannya sendiri,kau keluar lah! " Zaf sedikit menjauhkan kepalanya saat Kenz menyapukan busa shampo pada rambut Zaf.


"Kepalang tanggung, lagi pula aku sudah basah juga".


Entah kenapa mendengar kalimat Kenz itu membuat Zaf menjadi salah tingkah, dan wajahnya juga memerah.


Kenz memberikan perawatan yang begitu lembut pada kepala Zaf, ia memberi sedikit pijatan saat sedang mengeramasinya.


"Aduh...! kenapa malah menggigit ku! " pekik Zaf saat merasa sakit pada bahunya.


Dan itu semua karna ulah Kenz, Kenz yang melihat pundak mulus putih Zaf serasa tidak tahan ingin memakannya.


"Itu hukuman karna beberapa hari yang lalu kau menghindari ku" ucap Kenz. Lalu menyalakan kembali showernya untuk membersihkan sisa busa yang ada di kepala Zaf.


Mendengar itu Zaf memanyun kan bibirnya, memang dia sengaja, karna kau tahu bagai mana rasanya cinta yang tidak terbalas setelah bertahun-tahun? Zaf ingin menghentikan aksi kekanak-kanakannya tersebut.


Dan membiarkan Kenz mencari cinta nya sendiri.


Itu adalah isi hati Zaf yang sebenarnya.


"Kenapa bibirnya di manyun-manyunin? minta dicium? " Kenz menggoda lagi.


"Jangan menggodaku Kenz" ucap Zaf merotasikan matanya.


"Jelas-jelas kau yang menggodaku, bukankah kau yang tanpa busana seperti ini didepanku? " ucap Kenz.


Zaf mencebik, "Aku tidak memintamu untuk menolong ya... jadi mana ada aku menggoda mu".


"Seorang wanita yang telanjang didepan pria apa itu namanya kalau bukan menggoda" Kembali Kenz seperti tidak ingin kalah.


Zaf yang merasa geram seakan emosinya terpancing, sontak memutar tubuhnya menghadap pada Kenz.


"Kau ingin tahu apa itu menggoda?! " Zaf seolah menantang Kenz.


Dan tanpa aba-aba Zaf berjinjit meraih tengkuk Kenz kemudian menyatukan bibirnya pada bibir Kenz.


Sepertinya Kenz menang kali ini, Zaf benar-benar memakan umpan yang ia berikan.


Mereka menikmati setiap apa yang mereka dapatkan dan curahkan pada ciuman tersebut, bukan ciuman panas pastinya karna mereka berada dibawah guyuran air shower.



__ADS_1


Wkwkwkw... authornya nggak bisa bikin adegan panas gaes...


__ADS_2