Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#57


__ADS_3

mobil lambo merah sudah terpakir cantik didepan kediaman cindi.


"kak...kak rafa sudah menunggu" teriak dika setelah membuka pintu dan mendapati rafa yang baru saja keluar dari mobil sport nya.


"iya...ini kakak sudah siap" ucap cindi saat keluar dari kamarnya


"tumben kakak dandan" dika merasa heran karna tidak biasanya kakaknya keluar rumah dengan merias wajahnya


"apa jelek dek?apa tidak cantik?" ucap cindi gugup ,pasal nya dia memang tidak pernah dandan sebelum nya dan hari ini saat rafa mengabari bahwa akan menjemputnya untuk foto praweding tiba-tiba cindi ingin merias wajahnya.


"kakak cantik...cantik banget malah" dika melewati cindi dan menuju kamarnya untuk mengambil tas sekolahnya


rafa yang akan mengetuk pintu,menghentikan tangannya karna ternyata pintu sudah dibuka oleh cindi.


sama seperti dika,rafa pun terkejut melihat cindi yang terlihat cantik dengan sedikit riasan makeup di wajah nya.


"kenapa?" tanya cindi heran karna rafa terlihat mematung saat melihatnya


"tidak" rafa terkejut"kamu cantik" ucapnya dengan senyum


"ngejek?" cindi merasa ucapan rafa seperti menyindir dirinya


"kok ngejek?aku serius" ucap rafa mengikuti cindi yang sudah berjalan didepannya. cindi mempercepat langkahnya karna merasa wajah nya memanas mendengar pujian dari rafa


***


karna rafa tidak punya banyak waktu jadi foto yang tadi nya akan dilakukan disebuah hutan dan kota tua pada akhirnya pemotretan dilakukan di dalam studio foto.


flash back on


"kamu nggak papa kan kalau fotonya didalam studio saja?"ucap rafa


" nggak papa lagi pula sama saja mau foto dimana saja...jangan terlalu dipaksa kesehatan kamu yang lebih penting" cindi menenangkan rafa


rafa baru saja mendapat kabar bahwa proyeknya benar-benar butuh pantauan darinya,jadi dia tidak bisa terlalu lama di kotaA untuk melakukan foto prawedding dengan cindi besok.


flash back off


sampailah mereka di tempat tujuan,karna cindi sudah memakai makeup sendiri, dan fotografer juga sudah merasa puas dengan make up cindi, jadi cindi hanya mengganti pakaiannya dengan dress yang sudah disiapkan.

__ADS_1


sang foto grafer mengarahkan posisi mereka. terlihat serasi,cindi dngan dress putihnya dan rafa denga tuxedo hitam yang pas dengan tubuh atletisnya terlihat perfect.


usai berfoto,rafa mengemudikan mobilnya menuju apartemennya.


"kenapa keapartemen?" tanya cindi setelah memastikan jalan pulang mereka bukan kerumah cindi


"kita akan bahas tentang undangan sayang" rafa mengelus rambut cindi lembut


sesampainya diapartemen,cindi merebahkan tubuhnya diatas sofa sedangkan rafa menuju kamar


"aku sudah pesan makanan mungkin sebentar lagi sampai...aku mandi dulu" ucap rafa


"ok" ucap cindi menutup matanya ingin mengistirahat kan tubuhnya sebentar.


lima belas menit kemudian, tiba-tiba sebuah handuk melayang dan jatuh diatas kepala cindi,sontak membuatnya terkejut.


"mandi sana" titah rafa


cindi yang masih terdiam mematung tiba-tiba kaget karna tanpa ia sadari rafa sudah berada tepat didepan wajahnya,membuat wajahnya merona.


cindi menggulung handuk yang ada dikepalanya dan berlari menuju kamar rafa untuk membersihkan tubuhnya


setelah selesai mandi,cindi kembali dikejutkan karna rafa kini juga berada didalam kamar nya,dan yang membuat cindi salah tingkah kini cindi hanya melilitkan handuk ditubuh nya.


menyadari diperhatikan,cindi langsung berlari menuju walk in closet tapi karna kakinya basah dia jadi terpeleset.


gubrakk...


"aww..." cindi meringis kesakitan dan memegangi bokongnya


rafa yang melihat cindi terjatuh langsung berlari mendekat.


"kamu tidak papa?" tanya nya khawatir


"aduh...bokong akuhhh..." cindi mengaduh


tapi saat rafa ingin menggendongnya cindi menepis tangannya


"mau apa?" cindi masih meringis

__ADS_1


"mau bantu kamu lah...apa lagi?"


"nggak usah...aku belum pake baju"


"memang bisa jalan sendiri?"


cindi menoleh kekiri kemudian kekanan mencari sesuatu untuk ia buat pegangan,tapi nihil.


rafa yang memperhatikan langsung saja menggendong cindi tanpa izin dari siempunya tubuh


cindi hanya bisa pasrah.


dan rafa mendudukan cindi diatas ranjangnya.


"ada yang terluka tidak?"


cindi menggeleng "cuma ini ngilu" cindi menunjuk bokongnya


"mau aku pijit" rafa dengan senyum devilnya


cindi mengepalkan tangannya dan menujukan pada rafa awas macam-macam.


"nggak usah aneh-aneh...mending kamu ambilin baju aku deh"


"oke...mau diambilin baju yang mana?" rafa berjalan menuju walk in closet.


"oh aku ambilin piyama aja ya?" belum juga cindi menjawab rafa sudah menyimpulkan sendiri


piyama memang aku mau tidur disini?


"kaos oblong biasa aja deh...emang nanti nggak pulang?"


"dalaman nya apa?" tanpa menjawab omongan cindi,rafa malah menanyakan sesuatu yang membuatnya malu.


tapi tanpa menunggu jawaban cindi,rafa sudah keluar dan membawa piyama sekaligus cd dan bra nya juga


astaga...wajah cindi benar-benar memerah kali ini.


happy reading gaes

__ADS_1




__ADS_2