Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 2


__ADS_3

Satu jam sebelumnya...


Kriiing...Kriiing...Kriiing...


Suara ponsel milik Kenz yang tergeletak diatas nakas berbunyi.


Sedangkan sipemiliknya masih tertidur pulas diranjangnya.


Karna suara dering ponsel yang tidak ada hentinya,akhirnya Kenz pun terbangun dan menjawabnya.


"Iya Ma" Kenz menjawab panggilan tersebut dengan suara seraknya.


"Kenz,kamu baru bangun? astaga...ini sudah jam berapa?" ternyata itu panggilan dari mama Ivy.


Kenz tidak menjawab,ia hanya menggaruk kepalanya yang terasa gatal.


"Dari pihak kampus baru saja menelfon mama,katanya kamu sudah dua hari tidak ada masuk kuliah,ada apa Kenz? kamu sakit?" tanya mama khawatir.


Kenz terdiam sejenak,berfikir alasan apa yang tepat untuk memberitahu pada mama nya, atau lebih tepatnya mama angkatnya.


"Kenz baik ma,kemarin sempat sakit,tapi sekarang sudah mendingan,paling besok Kenz sudah berangkat kekampus" Akhirnya Kenz berbohong untuk beralasan.


"Mama khawatir Kenz,seharus nya kamu tinggal saja dirumah,jangan sok-sokan ngekost" gerutu mama.


"Jangan mulai lagi ma" ucap Kenz untuk menghentikan rengekan mama nya.


"Baik Kenz,oh iya tadi mama minta tolong sama Zaf buat nengokin kamu,mama khawatir-"


"Apa Zaf?" Kenz melotot "Mama kasih alamat kost Kenz ke Zaf?" tanya Kenz terkejut.


Selama ini Kenz selalu berusaha untuk menghindari gadis itu,tapi kini mama nya sendiri malah memberikan alamatnya kepada Zaf.


Sepertinya Kenz harus mencari tempat lain lagi.


Huft...


"Iya...memang kenapa Kenz? habisnya kamu dari kemarin mama hubungin nggak pernah di jawab"


"Nggak papa Ma,ya udah Kenz tutup ya" ucap Kenz kemudian segera mamatikan panggilannya,dan langsung menelpon seseorang.


"Halo Key...bisa minta tolong?" ucapnya pada seseorang.


***


"Gila kamu Kenz...!! terus nanti kalau Fito tau gimana? bisa di pecat aku jadi ceweknya" protes gadis bernama keysha.

__ADS_1


Kini gadis itu sudah ada di kostan Kenz karna diminta bantuan oleh lelaki tersebut.


"Kamu nggak aku apa-apain cuma mendesah aja,seperti kalau kamu sedang bercinta sama Fito" ucap Kenz enteng.


"Dasar gila...emang kamu fikir kami sudah sejauh itu apa!".


" Ssttt" Kenz mengisyaratkan Keysha untuk diam."Lepas pakaianmu,dia sudah datang".


"Bagai mana kamu bisa tau?" Keysha mengecilkan suaranya sambil membuka pakaiannya kemudian ia naik keatas ranjang Kenz dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Mulai!" Kenz memberi isyarat.


"Ahhh...sayang...lebih cepat!" suara Keysha dengan desahannya,sambil mengisyaratkan jari telunjuk yang ia tepelkan dikeningnya dengan posisi miring "Gilaa..." bisiknya.


Suara ketukan benar terdengar,dan semakin lama semakin kencang.


Kenz melepas kausnya dengan hanya mengenakan boxer lalu ia melilitkan handuk di pinggangnya,kemudian membuka pintu kamarnya.


***


Zaf berdiri dihadapan Kenz dengan tatapan sulit untuk diartikan.


"Kenapa menghindar?" ucap Zaf tiba-tiba.


Kenz menghela nafasnya "Zaf,apa yang kau inginkan?".


Kenz hanya terdiam tak bisa menjawab, semakin dekat Zah mengalungkan tangannya kemudian berjinjit untuk menjangakau bibir Kenz yang terlalu tinggi baginya.


Melihat Zaf yang seperti kesulitan menjangkau dirinya,akhirnya Kenz pun menunduk dan menerima ciuman lembut dari bibir ranum Zaf.


Tak di pungkiri ciuman Zaf selalu menjadi candu bagi nya,Kenz menarik pinggang Zaf untuk memperdalam ciumannya.


Semakin lama kecupan itu berubah menjadi *******,saling beradu hasrat yang kian membara membuat Kenz tanpa sadar mendorong Zaf hingga terduduk diatas ranjang.


Namun itu tak membuat peraduan bibir mereka berhenti,malah aksi mereka semakin panas,Kenz yang seakan kehilangan akal sehatnya,ia mengusap lembut paha Zaf yang mulus,Semakin keatas membuat Zaf semakin terlena.


Kini ciuman Kenz sudah beralih semakin kebawah menuju leher jenjang Zaf, tangan nakalnya berhasil membuka kancing atas Zaf hingga memperlihatkan belahan dadanya.


Namun,saat hendak melucur pada dada Zaf,tiba-tiba akal sehat Kenz kembali.


Cepat-cepat ia menjauh dari gadis yang hampir saja ia makan tersebut.


"Maaf" ucap Kenz kemudian memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba merasa pening pada kepalanya.


Zaf menatapnya dengan tatapan sayu,seakan tak ingin Kenz mengahiri ini semua.

__ADS_1


Kenz yang mengerti maksud dari tatapan tersebut kemudian kembali mendekat pada Zaf.


Dengan telaten Kenz mengancingkan kembali kancing Zaf yang sempat ia buka tadi.


"Kenapa mengehntikannya?" ucap Zaf tanpa melihat wajah Kenz " Kita sudah sama-sama dewasa" kini Zaf baru memandang mata Kenz.


Kenz kembali menghela nafasnya "Baiklah,kamu sudah dua puluh tahun,dan mungkin itu sudah cukup dewasa bagimu,tapi bagi dady mu,kau masih lah seorang anak kecil" ucap Kenz.


"Apa wanita tadi lebih menggairahkan bagimu?" Zaf tak menanggapi ucapan Kenz tadi,dan ia menyimpulkan pemikirannya sendiri.


"Hei,jangan bodoh...kamu akan selalu menjadi adik polosku yang manis" Kenz dengan senyumannya.


Zaf kembali memberikan tatapan tajam pada Kenz "Apa jika aku tidak lagi gadis polos,baru kau mau menyentuhku?" ucap Zaf yang seakan menantang Kenz.


Kenz terperanjat "Jangan coba-coba melakukan hal yang ada dipikiran mu!" seru Kenz.


Zaf menanggapi dengan senyum sinisnya "Memang nya apa yang ada dipikiranku?" ucapnya,kemudian melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.


Ia lalu beranjak merapikan pakaiannya yang sempat berantakan kemudian beranjak menuju pintu dan keluar.


Tak lama,Zaf pun kembali dengan menenteng dua box berisi makanan.


Kenz menaikan sebelah alisnya seakan bertanya dari mana gadis itu mendapatkan itu semua.


"Sebelum sampai disini,aku pesan makanan online,dan tadi baru sampai" ucap Zaf yang seakan mengerti arti tatapan dari lelaki didepannya itu.


Zaf meletakan makanan itu diatas ranjang,karna memang tak ada meja selain nakas kecil disana, "Tidak ada minuman?" tanya Zaf yang celingukan tidak menemukan botol minuman disana.


Kenz menarik sprai yang mennggantung dibibir ranjang,dan menunjukan ada kulkas kecil di kolong tempat tidur tersebut.


Zaf kemudian berjongkok dan membuka kulkas tersebut.


Ternyata banyak sekali botol minuman keras disana,dan itu membuat Zaf mengerutkan keningnya.


Apa Kenz sekarang menjadi seorang pemabuk? batin Zaf.


"Ambil air mineral saja" ucap Kenz saat melihat Zaf mengeluarkan beberapa kaleng bir.


"Kamu meminum semua ini?" selidik Zaf.


"Tidak,itu milik teman" kilah Kenz,dan tentu saja Zaf tidak mempercayainya.


"Jangan coba-coba untuk pindah dari sini,jika aku tau kau melarikan diri lagi,maka aku akan membuat mu tidak bisa pergi bahkan hanya sejengkal saja!" Zaf memperingatkan.


Dan hanya ditanggapi senyuman oleh Kenz.

__ADS_1


Huft...seharusnya Kenz pergi lebih jauh lagi, ia takut suatu saat akan lepas kendali dan bisa merusak Zaf,ia tidak ingin mengingkari janjinya terhadap tuan Rafa dan mama Cindi orang tua Zaf.



__ADS_2