
Tiga tahun yang lalu
Kediaman Rafa Mahendra
Ruang belajar,
"Kenz, apa kabar? " tanya Rafa saat Kenz memasuki ruang kerjanya.
"Baik Om,"Jawab Kenz merasa canggung.
"Duduk lah, tidak usah kaku begitu" Rafa berusaha memecah suasana yang kaku itu.
Kenz menurut, dan duduk dikursi yang tersedia didepan Rafa.
"Kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari?" Rafa bertanya.
Dijawab gelengan oleh Kenz, yang memang tidak mengetahui kenapa Om nya itu memintanya datang ke ruang kerja Rafa "Tidak Om"
Sejenak Rafa menghela nafasnya "Ini tentang Zaf" Kalimat pertama Rafa sontak membuat Kenz mengerti. "Semua orang tahu dia menyukai mu"
"Ku rasa itu hanya sebatas rasa kagum saja Om, karna kami memang tumbuh bersama dari kecil" Kenz mencoba mengelak.
Rafa mengangguk seolah membenarkan ucapan Kenz "Ya, Mungkin kamu benar Kenz, lalu bagai mana dengan mu? "
Kenz menujukkan sedikit hanya sedikit senyum di bibirnya "Kenz hanya menganggapnya sebagai adik om"
"Kau tahu Kenz? sebenarnya bukan itu jawaban yang ingin aku dengar"Rafa menghentikan sejenak kaliamat nya "Memang dalam urusan ini, saya tidak seharusnya ikut campur. Tapi walau bagai mana pun seorang Ayah tetap menginginkan sesuatu yang terbaik untuk putrinya" ucap Rafa.
Ya, Kenz setuju untuk hal itu.
"Dan Kenz, dengar kan saya" ucap Rafa dengan pandangan tegasnya "Jika suatu hari nanti kamu berubah pikiran, ku harap kamu bisa merubah diri kamu agar menjadi seseorang yang menurutku pantas untuk putriku" ucapnya.
"Baik Om, tapi kurasa Om tidak perlu khawatir karna perasaan saya tidak akan berubah" Jawab Kenz.
Flash back Off
"Jadi karna itu Kenz berusaha menghindar dari Zaf? " Keysha bertanya kepada Fito kekasihnya.
Fito mengangguk membenarkan ucapan Keysha.
"Seharusnya Kenz tidak perlu mengucapkan kalimat bahwa dia tidak akan pernah berubah pikiran, nah... kan dia termakan oleh ucapannya sendiri"
"Maksudmu? " Fito bertanya "Kenz sudah jatuh cinta pada Zaf?"
__ADS_1
"Mungkin... bagai mana bisa seorang pria menolak gadis seperti dia? aku yang seorang wanita saja merasa kalau dalam diri Zaf itu ada sesuatu yang bisa membuat pria jatuh hati" ucap Keysha yang tanpa sadar memuji Zaf.
"Tapi, tidak untuk Kenz, dengan latar belakang nya yang seperti itu, ku rasa ia sudah merasa kecil duluan sebelum ia bertarung" Fito berucap.
"Dasar laki-laki bodoh" Key jadi tertawa sendiri memikirkan kebodohan Kenz "Tapi, tadi Kenz bilang dia ada di bandara, mau kemana dia?" Tanya Key yang tiba-tiba ingat Kenz yang tadi ia telfon.
Fito menjawab dengan menaikan kedua bahunya sebagai tanda ia tidak tahu.
***
Rumah Ivy...
Zaf yang baru datang langsung menemui Ivy yang sedang berada di dapur.
"Ma, kenapa telfon Zaf tidak di angkat? " pertanyaan Zaf membuat Ivy yang sedang sibuk didapur langsung terkejut.
"Zaf... datang-datang tidak salam dulu atau apa malah bikin mama terkejut" protes mama Ivy.
"Iya maaf" Zaf langsung menarik tangan Ivy untuk bersalaman kemudian mencium tangannya.
"Ada apa? " tanya Ivy kemudian.
"Tadi, Zaf dari kost nya Kenz dan kampusnya, dan mama tahu? Kenz tidak ada disana".
"Kenz pergi sayang"ucap mama Ivy, ia tidak tega jika harus menyembunyikan kepergian Kenz dari gadis ini.
"Pergi? pergi kemana ma? " Zaf merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh mama Ivy.
"Mama tidak bisa mengatakan dimana, tapi kamu jangan khawatir, Kenz hanya pergi sementara saja" ucap Mama Ivy berusaha menenangkan Zaf.
Oh, ya Tuhan... apa dia akan memiliki nasib yang sama seperti cerita Daddy nya? tidak, tentu saja tidak, Zaf tidak akan menyerah semudah itu.
Berusaha tegar, Zaf kemudian langsung pamit dari rumah mama Ivy dan bergegas menuju kantor om nya.
Kenapa Zaf larinya kepada Omnya? kenapa tidak ke ayah atau ibunya?. ya tentu saja ayah atau pun ibunya pasti tidak akan membantunya, lagi pula Zaf tahu seperti apa hubungan baik antara omnya itu dengan pihak bandara.
Di kantor Dika...
"Om? " Zaf memanggil om nya itu dengan suara memelasnya, berharap om nya bersedia membantunya.
Setelah mendengar semua yang Zaf ceritakan, Dika pun akhirnya tidak dapat menolak permintaan keponakannya tersebut.
"Baiklah, tunggu sebentar Om akan menelfon pihak bandara" ucap Dika, kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Zaf" panggil Dika setelah pria itu selesai menelpon.
"Ya? " Zaf kemudian berjalan mendekat dan duduk di depan omnya.
"Pesawat nya sudah take off empat jam yang lalu, dan tujuannya adalah Paris"
Jdaarrr...
Bagai tersambar petir,hati Zaf kali ini.
Kenapa dia pergi ketempat sejauh itu? apa hanya untuk menghindari ku?
"Paris tidak sejauh itu Zaf, dengan uang Daddy mu kau dengan mudah bisa menyusulnya" ucap Dika dengan entengnya.
"Tapi masalah nya, apa Daddy akan mengizinkan Zaf pergi? " Suara Zaf terdengar putus asa.
Benar juga "Kau bisa gunakan cara-" Dika terlihat berpikir "Akan bunuh diri misalnya jika mereka tidak mengijinkan mu kesana,dan tentu saja itu untuk menggertak Daddy dan Mommy mu" Usul Dika.
"Apa tidak ada ide yang lebih tidak masuk akal lagi? " tanya Zaf menyepelekan usul Omnya yang memang tidak masuk akal.
"Kalau begitu pikirkan sendiri sana,pekerjaan ku banyak!" Usir Dika.
Mendengar Om nya sudah mengatakan kalimat yang mengandung usiran, membuat Zaf kemudian mencebik.
"Om" ucap Zaf kembali dengan wajah melasnya.
"Jangan menampakan wajah seperti itu" protes pria yang masih single dengan usia yang sudah berkepala tiga itu. "Jika kamu saja tidak bisa meminta izin bagai mana aku bisa membantu mu,bicaralah baik-baik dengan Daddy mu,aku yakin Kak Rafa pasti bisa mengerti" Dika memberi saran "Tapi jangan sampai Mommy mu mendengarnya, bisa-bisa langsung dipasung kamu tidak boleh keluar dari rumah" ucap Dika menakuti keponakannya itu.
Mendengar ucapan Dika, Zaf merasa takut sendiri, memang benar Mommynya itu benar-benar over protektif terhadapnya ya, walau pun Zaf tahu alasan dibalik itu karna Mommy nya benar-benar menyayanginya.
Tapi walau bagai mana pun juga,Zaf butuh kebebasan. Dan pendapat sendiri untuk menentukan masa depannya.
Karna bagai mana pun Zaf sudah merasa cukup dewasa untuk menentukan mana yang baik dan buruk untuk dirinya.
Bagai mana cara ku untuk merayu Mommy agar mengijinkan ku untuk pergi?. batin Zaf.
Tapi, apa sebenarnya yang Kenz lakukan kesana? sungguhkah ia hanya ingin menghindari ku? .
Pikiran Zaf berkecamuk,memikirkan alasan apa yang membuat Kenz pergi serta bagai mana cara ia berbicara kepada kedua orang tuanya
__ADS_1
Udah up tiap hari ya... jadi jangan lupa jempol serta komen yang positif buat aku ya... thanks...😘😘