Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
extra part6


__ADS_3

Sebuah mobil tiba-tiba berhenti dipinggir jalan. Seorang pria turun dari mobil itu. Ia melihat salah satu ban mobilnya itu kempes.


"Sial..." maki pria itu sambil menendang ban yang kempes tersebut "awwh...!!" ringisnya karna merasa sakit pada kakinya setelah aksinya tadi.


Dia celingukan mencari jika ada taxi yang lewat, namun hasilnya nihil. Sudah menunggu selama sepuluh menit tapi tidak ada satu taxi pun.


" Tiga puluh menit lagi kelas dimulai...ini kenapa harus kempes segala sik!" gerutunya yang berulang kali melihat jam tangannya.


Seseorang yang sedang menaiki motor matic melewatinya, kemudian menghentikan laju motornya. Perempuan berjaket dengan seragam SMA didalamnya itu menarik kembali motornya untuk mundur kebelakang mensejajari seseorang yang berdiri disamping mobil itu.


"Mobilnya kenapa om?" Tanya gadis itu.


Dan silelaki hanya menengok gadis itu kemudian mengarahkan pandangannya kearah lain, Seolah tak ada minat untuk menjawab pertanyaan dari gadis itu.


"Sombong banget...baru punya mobil kek gitu aja" sindir sigadis kemudian menyalakan motornya kembali "om kalo mau sampe tua ya tunggu aja taxi disini" ucap gadis itu hendak menarik gasnya.


"Hei" Panggil pria itu,sigadis pun mengurungkan niatnya dan melihat lelaki itu "memang tidak ada taxi yang lewat sini?" tanya nya kemudian.


"Ini jalur sepi om,nggak ada taxi yang mau lewat,kecuali yang udah ada penumpang" ucao gadis itu "om mau kemana?" tanya gadis itu kembali.


"UGM " jawab lelaki itu.


"oh...satu arah om...mau nebeng?" gadis itu memberi tawaran.


"Panggil aja Kevin,nggak usah pake om" jawab lelaki itu yang tidak lain adalah Kevin.

__ADS_1


"oh...aku gladys kak" ucap gadis itu memberikan helm yang tadinya tergantung pada motornya.


Kevin menerima helm dari gadis itu. Ia menatap gadis itu bingung,karna saat ia akan naik keatas motornya, malah gladys turun.


"Kenapa turun?" tanya Kevin heran.


"Ya pindah tempat lah kak" ucap gladys "kakak yang nyetir kan?"


"Aku nggak bisa naik motor" jawaban Kevin membuat Gladys melongo.


"Serius?" Kevin mengangguk dengan wajahnya yang memerah "kakak cowok lho..." ucap gladys seolah tak percaya.


"Ini kalo kamu kebanyakan ngmong, yang ada kita semakin telat" Kevin mengusap wajahnya, bisa-bisanya ada anak kecil yang dengan polosnya mempertanyakan kelelakiannya.


***


"Wah..." Seru Gladys saat berhenti didepan gedung kampus itu.


Kevin mengembalikan helmnya pada gadis itu.Dan diterima dengan cengiran sumringah yang masih melekat pada gadis itu "kenapa ?" tanya Kevin yang heran melihat tingkah gadis didepannya.


"Eh kak,susah tidak masuk kekampus ini?" pertanyaan gadis itu membuat Kevin mengerutkan dahinya seolah bertanya kenapa. "Ini kampus impian Gladys kak, nanti kalau gladis udah lulus sekolah, Gladys pengen lanjut kesini" ucap Gladys membuat Kevin mengerti maksud gadis itu yang sejak tadi terlihat sumringah saat menginjakan kakinya didepan gedung itu. "kakak semester berapa?" tanya Gladys membuat Kevin jadu tertawa.


"Aku disini bukan sebagai maha siswa, tapi sebagai dosen" jawaban Kevin membuat decakan kagum keluar dari bibir gadis itu.


"Wahhh....kakak masigmh semuda ini sudah jadi dosen? hebat, hebat" sanjung Gladys "kalo gitu nanti kalo Gladys masuk kesini bisa minta bantuan kakak dong?"

__ADS_1


"Disini tidak berlaku KKN ya...!" ucap Kevin membuat Glady sebal sampai mengerucutkan bibirnya " kalo nilai kamu bagus juga pasti bisa diterima" sambungnya lagi.


"Ya udah deh kalo gitu Gladys pamit ya kak" pamit gladis.


"Nih...buat tambahan uang jajan" Kevin menyodorkan lembaran uang seratus ribu pada Gladys.


"Ih...emang Gladys tukang ojek? pake dibayar segala" Gladys menolak Kevin.


"Terus gimana caranya buat aku berterima kasih?" Tanya Kevin.


"Kakak nanti bantuin aku aja buat bisa masuk ke kampus ini" Gladys memelankan suaranya agar tidak ada orang lain yang bisa mendengarnya.


Kevin menarik bibirnya,bukan membuat senyuman,tapi lebih ke sebuah ledekan "nilai kamu jelek ya? sampe minta bantuan buat bisa masuk universitas" ejeknya.


Gladys mencebik "kok tau?" emang kelihatan banget ya begonya? sampe bisa kelihatan sama orang yang baru ia kenal?.


"Belajar yang rajin, jangan berharap pada orang lain, apa lagi orang yang baru kamu kenal" Kevin mengacak rambut Gladys, membuat gadis itu mencebik kesal. "nih..." Kevin menyodorkan kartu namanya. "nanti ku traktir makan aja, kamu yang tentukan waktu dan tempatnya. Cepat berangkat,nanti telat sekolahnya" ucap Kevin.


"Cih...habis manis sepah dibuang" gerutunya sambil merapikan kembali yang berantakan karna ulah Kevin.Gladys menatap kartu nama yang ada ditangannya, "ya udah" kemudian naik kemotornya dan manarik gasnya, setelah memakai helm dikepalanya.


Kevin hanya geleng-geleng kepala melihat gadis itu berlalu. Kemudian melihat tangannya sendiri yang ia gunakan untuk mengacak-acak rambut gadis itu. Baru kali ini dia merasa tidak asing dengan gadis yang baru ia kenal.



__ADS_1


__ADS_2