Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 68


__ADS_3

Safana tidak mau menyambut pelukan dari Zayn, walau ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia bisa menebak jika ada sesuatu yang ingin Zayn sampai kan dan itu pasti akan menyakitinya.


Zayn melepaskan pelukannya kemudian menjatuhkan tubuhnya didepan Safana, ia berlutut didepan gadis itu.


Safana tentu saja terkejut dengan apa yang Zayn lakukan. Namun ia tak berniat untuk meminta Zayn berdiri.


Kini Safana hanya ingin menunggu kata apa yang akan keluar dari bibir Zayn.


Masih dalam keadaan berlutut "Ana, maaf sebelumnya,mungkin apa yang akan saya sampaikan nanti akan menyakiti perasaan mu" ungkap Zayn.


Safana menunduk melihat gurat wajah sedih pada Zayn, ia tak bisa berucap apa-apa hanya ingin mendengar kalimat selanjutnya dari Zayn.


"Aku ingin kita membatalkan pertunangan kita"


Duuaaarrrrr....


Bak petir menyambar, Hati Safana seakan berhenti berdetak ketika mendengar kata itu terucap.


Ia mungkin bisa menebak jika kedatangan Zayn kali ini pasti membawa berita buruk, tetapi saat mendengarnya langsung,itu benar-benar menyakiti hati Safana.


Bugh... bugh... bugh...


Bukan Safana yang memukul Zayn, tapi tuan Brury yang langsung memberikan bogem mentahnya ketika ia baru datang dan langsung mendengar apa yang Zayn ucapkan.


"Ayah! " Teriak Safana saat Tuan Brury berkali-kali memberikan pukulan pada tubuh Zayn.


Safana menahan tubuh ayahnya agar tidak melanjutkan aksinya "Pergi dari sini Zayn! " ucap Safana.


Zayn menggeleng, kemudian mengusap ujung bibirnya karna darah mengalir disana "Aku tidak akan pergi Ana, tolong berikan maaf mu" ucap Zayn masih memohon.


Dan tentu itu membuat tuan Brury murka, orang tua mana yang tidak akan marah saat putri satu-satunya disakiti oleh orang yang selama ini dipercayai?.


"Pergi dari sini, atau saya akan panggil satpam untuk bersama-sama memukulimu! " ancam tuan Brury.


"Ana! " Zayn masih berharap Safana agar mau memaafkannya dan bersedia membatalkan pertunangan mereka.


Safana kemudian bergegas meninggalkan ayah dan juga Zayn, ia tak peduli lagi jika ayahnya akan menghajarnya.


Gadis itu berlari menuju kamarnya, dan tidak menghiraukan Zayn yang masih memanggil namanya.


"Pergilah! " usir tuan Brury kemudian mendorong Zayn keluar dari rumahnya.


Tuan Brury langsung menutup pintunya dan meninggalkan Zayn yang masih tersungkur diatas lantai.


Dengan tertatih Zayn berjalan menjauhi rumah tersebut, namun pandangannya menuju jendela lantai dua yang ia tahu adalah kamar Safana.


Dengan nekat Zayn kembali berjalan mendekati mansion tersebut dan berusaha memanjat menuju lantai dua.

__ADS_1


Dengan susah payah Zayn berhasil sampai di balkon kamar Safana.


Tok... tok... tok...


Zayn mengetuk jendela kamar tersebut, dan tak lama jendela itu terbuka.


"Zayn! " Terlihat sekali wajah terkejut Safana, namun buru-buru gadis itu hendak menutup kembali jendelanya tapi dengan cepat Zayn menghadangnya.


"Awhh!" Zayn kesakitan karena tangannya yang terjepit oleh pintu jendela.


Safana kemudian kembali membukanya lagi "Apa yang kau inginkan Zayn? maaf dari ku? " ucap Safana "Aku akan memaafkan mu, jadi kau pergilah dari sini" usir nya.


"Kau mengusirku dengan cara seperti ini?" Zayn "Tidak ingin kah kau mengobatiku lebih dulu? " Zayn menunjuk wajahnya yang memar karna pukulan dari tuan Brury tadi.


Mendengar itu Safana hanya bisa menghela nafas, kemudian mempersilahkan Zayn untuk masuk kedalam kamarnya.


Zayn menurut, kemudian masuk dan mendudukan bokongnya diatas ranjang milik Safana.


Safana mengambil kotak P3K dari dalam laci, kemudian duduk disamping Zayn.


Ia manuangkan alkohol pada kapas dan membersihkan luka Zayn.


Pria itu meringis saat merasa perih pada lukanya.


"Kau tidak penasaran kenapa aku ingin kita membatalkan pertunangan ini? " tanya Zayn karna Safana dari tadi hanya diam.


Safana menggeleng "Aku bisa menebaknya, pasti karna Hyena kan? " dan tebakan Safana memang benar.


"Aku selalu mendengarkanmu Zayn, karna itu aku bisa terluka karena mu" ucap Safana masih melanjutkan mengobati luka Zayn.


"Ana,aku tidak punya pilihan lain".


"Aku tahu, kamu tidak bisa menyakiti Hyena, tapi kau lupa, jika kau berusaha untuk tidak menyakiti Hyena disaat itu kau akan menyakitiku"ucap Safana.


"Ana, aku sudah melakukan kesalahan terhadap Hyena, dan kuharap kau bisa mengerti".


"Memangnya apa yang tidak ku mengerti dari mu Zayn?aku hanya ingin menjadi wanitamu apa itu salah? hanya tinggal satu langkah lagi Zayn... kenapa kau-".


"Ana... aku hanya tidak ingin menyakitimu lebih dari ini".


"Aku bersedia menerima sakit itu".


"Jangan gila".


"Aku memang sudah gila Zayn... aku tergila-gila pada mu, jadi jangan batalkan pertunangan ini, ayah dan tuan Rafa sudah memilih hari pertunangan kita tadi malam dan sudah sepakat kalau minggu depan akan dilangsungkan acara pertunangannya". ucap Safana menggebu.


"Kalau begitu aku akan bicara dengan Daddy untuk membatalkannya." Zayn berucap.

__ADS_1


"Aku tidak berharap kau mencintai ku Zayn, aku hanya ingin disisimu"lirih Safana.


"Jangan menjadi wanita bodoh Ana, karna aku tidak akan menyakitimu lebih dari ini".


"Jika kau tidak ingin menyakitiku, maka penuhi janji mu Zayn, janji mu jika kau akan memberi kesempatan untuk hubungan kita, janji untuk menerima ku dihati mu".Safana yang masih kekeuh dengan keputusannya.


"Sudah kukatakan Ana, aku melakukan sebuah kesalahan pada Hyena, dan aku harus bertanggung jawab".


"Kalau begitu ayo kita hadapi bersama Zayn, aku bersedia menerima semua kesalahanmu".


"Lalu... lalu bagai mana jika" Zayn merasa sulit sekali untuk melanjutkan ucapannya.


"Jika apa Zayn?" Safana penasaran dengan apa yang ingin diucapkan Zayn.


"Bagai mana jika Hyena hamil? " Lirih Zayn.


Sebulir bening itu akhirnya luruh juga dari mata Safana.


Ia terdiam sejenak, mengatur nafasnya yang tiba-tiba terasa sesak.


"Kalau begitu" Suara Safana terputus "Kalau begitu ayo kita asuh anak kamu dan Hyena bersama, aku bersedia menjadi ibunya".


Zayn kehabisan kata-kata, ia tak menyangka jika Safana bisa sekeras kepala ini.


"Kamu berhak mendapat cinta yang pantas untuk mu, jadi jangan memaksakan kehendak yang tidak masuk akal seperti itu".Zayn.


"Tidak bisakah aku menjadi egois untuk kali ini Zayn? kenapa hal yang aku takuti bisa benar-benar terjadi? kau sendiri yang mengatakan jika Hyena tidak akan menjadi orang ketiga dalam hubungan kita ini, tapi kenapa kau sendiri juga yang menariknya? " lirih Safana.


"Aku yakin kau gadis yang kuat Ana,mungkin kau akan sakit sedikit kali ini,tapi aku yakin kau akan jauh lebih bahagia nanti saat kau berjumpa dengan lelaki yang akan sangat mencintaimu".Ucap Zayn merengkuh tubuh Safana yang sudah bergetar menahan isak nya.


"Aku tidak ingin berpisah Zayn" Lirih Safana dalam pelukan Zayn.


"Kau berhak bahagia Ana, jangan memaksa tubuhmu untuk menahan rasa sakit itu" Zayn mengusap punggung Safana yang masih bergetar "Berjanjilah padaku, saat kita bertemu lagi nanti kau akan tersenyum padaku dan berkata kalau apa yang ku lakukan ini adalah keputusan yang sangat tepat dan kau bahagia dengan kehidupanmu yang tanpa diriku".Ucap Zayn kemudian melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi pipi gadis itu.


"Aku pergi".


Cup...


Satu kecupan mendarat dikening Safana, setelah itu, Zayn kemudian keluar dari kamar gadis itu tentu melalui jendela yang masih terbuka lantai dua kamar Safana.


Brugh...


Zayn mendarat dengan menahan rasa sakit pada kaki nya karna melompat dari balkon.


Dengan pincang,Zayn berjalan menjauh dari kediaman Brury tersebut.


Ia merasa lega setelah menjelaskan semua kepada Safana, mungkin ini akan menyakiti Safana namun Zayn yakin ini adalah awal kebahagiaan dari gadis tersebut.

__ADS_1


Zayn tidak akan mungkin mempertahan kan Safana jika ia tidak bisa melepaskan Hyena, karna didunia ini ia memang harus menentukan pilihannya.


Jadi manusia memang tidak seharusnya serakah jika tidak ingin menyakiti orang yang ia sayangi.


__ADS_2