Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#43


__ADS_3

cindi dan rafa masih berputar-putar di mall padahal mereka sudah 2 jam ada disana.dan cindi hanya mencoba-coba beberapa pakaian tapi tidak jadi dibeli, setiap melihat bandrol harga yang selangit cindi langsung meletakan baju itu kembali.


cindi tau uang rafa memang banyak dan tidak akan bangkrut kalau cuma buat beli beberapa baju,tapi tetap saja cindi merasa tidak enak ya,walau tadi dia mengatakan jika mau menghabiskan uang rafa,tentu saja itu hanya basa basi saja.


"jadi mau beli apa?"tanya rafa.


"nggak ah nggak suka"jawaban cindi yang dari tadi cuma melihat-lihat saja.


rafa merasa lelah karna dari tadi hanya berputar-putar saja.kemudian duduk disebuah kursi yang diperuntukan untuk pengunjung.


"mau nonton?"ucap cindi memberikan satu cup ice cream pada rafa.


rafa membuka nya dan kemudian menggigit ice cream itu,baru kali ini dia merasa ice cream yang dia makan begitu manis,apa itu karna dari cindi?


"enak...beli yang banyak ya..."ucap rafa menikmati ice cream rasa coklatnya.


cindi menjulurkan tangannya"fulusnya? kamukan tau,aku itu kerja tapi nggak digaji,dari waktu karja dijogja juga gitu" cindi mengingat saat kerja dijogja yang tidak diberi gaji oleh rafa.karna dia kerja untuk membayar hutangnya.


"jadi tadi muter-muter nggak tentu itu karna nggak ada uang?"rafa menggelengkan kepala dan kemudian menepuk jidatnya sendiri.


"hehe..."cindi tersenyum kaku.


"nih..."rafa memberikan dompetnya dan diterima cindi dengan senang hati.


kini mereka berada dikasir untuk membayar makanan yang cindi beli, rafa yang beru melihat belanjaan cindi menjadi terkejut karna troli yang cindi bawa begitu penuh dengan makanan.


"makanan semua"ucap rafa memperhatikan troli cindi.


"di apartemen kamu pasti nggak ada makanan,sekalian buat ngisi kulkas paling isinya cuma air mineral" jawab cindi memberikan kartu kredit pada kasir. tentu saja yang cindi berikan itu kartu kredit milik rafa.


"nggak sekalian bungkus baju yang kamu coba tadi?"

__ADS_1


"nggak...bajuku yang dirumah papa masih banyak,lagian kayaknya bener yang kamu bilang,semua bajuku waktu sma malah jadi lebih longgar" ucap cindi.


rafa hanya menanggapi oh tanpa suara, sebenarnya dia ingin membungkus semua baju yang tadi cindi coba,tapi dia paling tahu kalau cindi tidak suka dipaksa, jadi walaupun dia membelikannya belum tentu cindi mau memakainya.


 


kini cindi sedang menata makanan yang ia beli dengan uang rafa di dalam lemari es di apartemen rafa,benar sekali dugaan cindi kalau didalamnya hanya ada air mineral.mirip sekali dengan apartemen rafa yang ada diyogyakarta.


"sekalian beresin kamarku ya" ucap rafa langsung menuju kamarnya untuk menyegarkan tubuhnya dengan mandi, karna peluhnya bercucuran saat berjalan begitu lama dimall.


dulu rafa selalu menghindari mamanya saat diajak mamanya untuk menemani di mall,ternyata persis seperti dugaannya,itu sangat melelahkan.


cindi masuk kedalam kamar rafa,masih persis saat terakhir cindi meninggalkan tempat itu dulu,tidak ada yang berubah. hanya bau mint rafa begitu kental disana.


terdengar gemericik air dalam kamar mandi menandakan rafa masih sibuk didalamnya,cindi kemudian cepat-cepat membersihkan tempat itu sebelum rafa keluar.


setelah selesai,cindi menuju ruang tengah didepan televisi besar dan kemudian menyalakan televisi 34 inch itu. dan menunggu rafa keluar.


"mau makan?"tanya cindi karna mendengar suara pintu kamar yang terbuka


"emang bisa masak?"


cindi menggeleng tanpa melihat rafa. rafa berjalan mendekati cindi yang dari tadi tidak melihatnya.


rafa melempar handuk pada cindi hingga menutupi kepalanya.


"keringkan rambutku" rafa duduk dilantai didepan cindi sedangkan cindi duduk diatas sofa.


cindi mengambil handuk yang menutupinya kemudian mengusapkan pada rambut basah rafa.


"kalau lapar,kita delivery aja ya" ucap cindi masi mengeringkan rambut rafa.

__ADS_1


"aku belum lapar tapi-"ucap rafa terjeda "kalau makan kamu boleh juga"goda rafa


cindi memukulkan bahu rafa dengan handuk yang ia bawa,dan hanya ditanggapi kekehan dari rafa.


"urusan kantor gimana?"tanya rafa menyandarkan punggungnya pada kaki cindi.


"masih bingung...mau promo produk baru gimana"jawab cindi.


"mmm...mau bikin promo besar-besaran? buat konser gimana?" tanya rafa lagi.


"biaya nya nggak ada...mmm...boleh sih kalau kamu mau nanggung biaya nya" ucap cindi yang tentu saja tidak sungguh-sungguh,karna dia tahu kalau promo dengan konser musik itu butuh biaya yang fantastis.


rafa diam sesaat"besok aku kenalin sama temanku...dia biasa bikin event seperti itu.kamu bisa meminta bantuannya"


"minta bantuan?emang bisa geratis?"


"didunia ini mana ada yang geratis"


"yah...siapa tau...ngmong-ngomong temanmu itu laki apa perempuan?"


"kenapa tanya gitu?"rafa menoleh kebelakang melihat cindi yang memperhatikan tv didepannya.


"kalau perempuan aku nggak mau" jawab cindi cepat.


rafa menatap cindi seakan bertanya kenapa.


"susah kalau ngbrol sama sesama perempuan"cindi menghela nafas sekejap "kalau laki-laki kan mudah dirayu"


"kalau gitu nggak jadi deh kenalin" rafa kembali membalikan tubuh nya dan kembali mejadikan kaki cindi sebagai sandaran.


"jadi...?maksud kamu laki-laki?" tanya cindi sambil senyum nyengir,sedangkan hanya ditanggapi diam seribu bahasa dari rafa.

__ADS_1


happy reding semua...


__ADS_2