Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#36


__ADS_3

rafa menggenggam erat tangan cindi,kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat papa marco di rawat.


rafa tahu saat ini pikiran serta hati cindi hanya ada di tempat papanya dirawat. pikirannya kacau dan hanya ingin segera sampaidi tempat tujuan.


"tenanglah"rafa mengusap punggung berusaha menenangkan cindi,karna merasa tubuh cindi bergetar begitu hebat dipelukan rafa menahan air matanya agar tidak jatuh.cindi hanya menanggapinya dengan anggukan"pak,bisa lebih cepat?" rafa beralih pada supir didepannya.


"baik tuan"jawab sisupir.


flash back...


dika mengatakan bahwa ayahnya sedang sakit liver.ada tumor di liver sang ayah, dokter tidak bisa mengoperasi ayahnya karna tensi darah sang ayah terlalu tinggi.


saat dika bertanya apa yang ayahnya pikirkan,papa marco bilang bahwa dia sangat kepikiran dengan cindi,dia khawatir dengan keadaan gadis perempuannya.


selama 4 tahun,papa marco selalu mencari dimana keberadaan putrinya,tapi cindi seperti hilang ditelan bumi.


dika melihat ada foto kakaknya disalah satu foto IG dari temannya.ia bertanya darimana foto itu diambil,dan temannya memberitahu dika bahwa foto itu diambil di hotel graha buana yang ada dijogjakarta.


setelah mendapat alamatnya,dika langsung mencari kakaknya tanpa memberitahu ayahnya.


 


cindi berdiri didepan pintu rumah sakit, begitu berat ia melangkahkan kaki. rafa memapahnya untuk masuk kedalam.


terlihat seorang pria terkapar disebuah ranjang rumah sakit,ditatap oleh cindi begitu lekat.seorang ayah yang dulunya sangat tegas kini seperti seorang yang tak punya daya.


cindi duduk disamping sang ayah dan menggenggam tangannya erat.


usai mengantar cindi,rafa meninggalkan mereka berdua agar cindi bisa lebih leluasa mengobrol dengan sang ayah.


"pa..."panggil cindi lirih yang masih menggenggam tangan sang ayah.


mendengar suara cindi,papa marco membuka matanya perlahan,dilihatnya putri yang ia rindu kan,tanpa terasa air mata papa marko mengaliri pelipis mata nya."cindi...anak papa..."ucapnya lirih.

__ADS_1


cindi yang sedari tadi menahan diri agar tidak menangis didepan ayahnya. namun melihat sang ayah yang lebih dulu menitihkan air mata membuat air mata cindi jatuh berlinang tanpa menunggu perintah pemilik tubuh.


"apa kamu hidup dengan baik diluar sana nak?"tanya papa marco mengusap air mata cindi dengan tangan yang terinfus. karna satu tangan lainnya digenggam erat oleh cindi"semua salah papa" papa marco menyalahkan dirinya.


"pa..."ucapan cindi terhenti sejenak untuk mengambil nafas panjang"cindi hidup dengan baik pa...papa jangan berfikir macam-macam...papa tenangkan fikiran papa ya..."bujuk cindi agar tensi papa marco bisa turun dan docter bisa mengoperasinya.


"cindi pasti membenci papakan?" papa marco memandang lekat wajah sendu putrinya,dan hanya ditanggapi gelengan pelan oleh cindi"sebenarnya mama kamu bukan bunuh diri"jelas papa marco.


papa marco mnceritakan 20 tahun yang lalu,bahwa indah mama cindi mengidap kangker rahim setelah melahirkan cindi.


mama indah akhirnya melakukan operasi pengangkatan rahim,agar kangkernya tidak menyebar.


usai dilakukan operasi,kesehatan mama indah berangsur membaik,sehingga bisa merawat putri kecilnya.


suatu ketika ada seorang pengacara beserta notaris dari kakek cindi, ayah dari papa marco.


pengacara itu bilang bahwa seluruh harta kekayaan kakek cindi termasuk rumah yang cindi tempati akan diwariskan pada cucu lelakinya.


isi surat wasiat itu menjadi lebih menyakiti hati mama indah karna jika tidak ada cucu lelakinya,maka akan didonasikan untuk sebuah yayasan panti asuhan.


mama indah sangat terpukul,dia merasa kerja keras suaminya selama ini akan sia-sia. dan jika seluruh aset diberikan kepada yayasan maka papa marco akan memulainya dari awal lagi.


suatu hari,cindi dibawa kerumah sakit karna penyakit usus buntu dan harus dilakukan operasi.


ketika dirumah sakit,tanpa sengaja mama indah bertemu dengan aryana, dia sedang memeriksakan keadaan ivy yang saat itu sekujur tubuhnya melepuh karna tersiram air panas,yang dilakukan oleh papanya.ada juga banyak luka lebam disekujur tubuh aryana akibat pukulan suaminya.


indah merasa miris mendengar cerita aryana,dia tidak menyangka kehidupan sahabatnya bahkan jauh lebih buruk dibandingkan dengannya.


merasa iba dengan sahabatnya,indah membantu aryana untuk mengurus perceraiannya dengan suaminya,


setelah aryana bercerai,ternyata mantan suaminya tidak terima dan mengancam akan mencelakai aryana beserta anaknya,


indah menjelaskan semuanya kepada papa marco agar bersedia menikah dengan aryana,demi keselamatan aryana dan ivy.

__ADS_1


marco masih berusaha menolak bujukan indah,tapi melihat keadaan ivy yang saat itu miris karna luka bekas tersiram air panas dan membutuhkan biaya yang besar ,sedangkan marco saat itu juga kesusahan karna hak waris tidak diberikan untuknya.


"kamu gila indah...kamu menyerahkan suami mu sendiri kepada orang lain!" marco marah karna indah tidak mempedulikan perasaannya.


"mas...ivy butuh perawatan,dan aku nggak mungkin membiarkan anak itu dihina oleh orang karna luka pada tubuhnya... lagi pula..."indah mengambil nafas panjang untuk melanjutkan ucapannya "kita tidak mungkin mempunyai seorang putra lagi..."indah tak kuasa menahan air matanya"bukan kita mas...tapi aku...aku yang tidak bisa,aku tidak sempurna,tapi mas masih bisa...dengan menikah dengan aryana mas masih berkemungkinan mempunyai seorang putra...dan akan mendapat saham ayah dengan begitu kita bisa menolong gadis kecil itu pa"


papa marco menghembuskan nafasnya kasar dan memijit pangkal hidung nya karna merasa pusing dengan permintaan istri nya itu"apa hanya warisan yang mama pikirkan?" marco merasa kecewa dengan istrinya"jika mama takut miskin... baiklah...sekarang juga papa akan menikahi aryana"kemudian marco pergi meninggalkan indah dengan penuh emosi.


indah hanya bisa menangis pasrah melihat suaminya menikah dengan wanita lain. sebenarnya bukan warisan alasan indah menyuruh marco untuk menikahi sahabatnya,tapi karna dia tahu jika penyakitnya sewaktu-waktu bisa kambuh dan kapan saja bisa merenggut nyawanya.


dia melakukan itu agar anak dan suaminya bisa hidup dengan bahagia karna indah yakin aryana adalah wanita yang tepat untuk menggantikan posisinya.


setelah satu tahun menikah,aryana dan marco dikaruniai seoranig putra. dan akhir nya saham milik kakek cindi di berikan untuk dika,dan bisa melakukan operasi untuk luka ivy.


seperti dugaan indah,penyakit yang ia derita dulu benar kembali lagi,dan seperti yang di katakan oleh dokter,bahwa kangker yang tumbuh lagi akan lebih sulit untuk disembuhkan.


bertahun-tahun mencoba segala cara untuk menghadapi penyakit,indah merasa putus asa. pada akhirnya dia memutuskan untuk menghentikan segala pengobatan.


indah tidak pernah memperlihat kan rasa sakitnya kepada cindi,dia takut jika putrinya akan sakit hati.karna itu sampai sekarang cindipun tidak tahu jika ibunya mengidap penyakit itu dan yang ia tahu alasan ibunya bunuh diri adalah karna ibunya mengetahui bahwa ayahnya telah selingkuh.


memang bukan penyakit kangker yang membunuh indah,karna indah memang bunuh diri,walau bagai mana pun ia juga hanya seorang wanita biasa. melihat suaminya bersenang-senang dengan wanita lain membuat hatinya sangat sakit.walau keputusan untuk menikahi aryana adalah keputusannya,tapi tetap saja...wanita mana yang bisa bertahan.


akhirnya indah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan memotong nadinya sendiri.


rasa sakit dihatinya bahkan lebih sakit dari penyakit yang dideritanya.


happy reading semua...


episode kali ini lebih panjang ya...


moga kalian nggak bosen


jangan lupa jempol nya♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2