
Zaf kembali ke ruang pesta dengan Bryan disampingnya.
Bahkan pria tersebut menggandeng tangan Zaf di lengannya, Zaf hanya menurut,ia bahkan tidak berani menolak.
Ancaman Bryan yang akan memenjarakan Zaf adalah alasannya ia tak berani melawan.
Huft, harus sampai kapan ia seperti ini?.
Mereka berjalan menuju salah satu rekan bisnis Bryan yang berasal dari Spanyol.
"Kau mengerti apa yang ia katakan bukan? aku minta kau sambut ia dengan baik"bisik Bryan tepat ditelinga Zaf.
Zaf mengerutkan keningnya sebagai tanda ia tidak mengerti maksud ucapan Bryan.
"Anggap saja kau adalah nyonya dirumah ini" ia berbisik lagi saat melihat ekspresi Zaf.
"Apa! " Pekik Zaf tertahan.
Bryan menoleh kan pandangannya kearah pada tamunya untuk memastika tidak ada yang memperhatikan mereka.
"Disini tidak ada nyonya rumah, jadi tugas mu kali ini adalah menjadi nyonya disini" Bryan mengulang lagi ucapannya "Lakukanlah dengan baik, jika kau menurut aku akan berpikir ulang untuk melepaskanmu".
Zaf memutar bola matanya,merasa jengah dengan ancaman yang keluar dari mulut pria yang ada disampingnya tersebut.
"Selamat datang tuan... semoga anda menikmati perjamuan dari kami"(dalam bahasa Spanyol) ucap Zaf menyambut tamu Bryan yang bisa Zaf ketahui berasal dari Spanyol karna bahasa yang mereka gunakan.
"Oh, ya... kami sangat menikmatinya, terimakasih untuk sambutan hangatnya"( dalam bahasa Spanyol) jawab seorang wanita paruh baya yang sedang menemani suaminya mendatangi pesta tersebut "Apa kau adalah nyonya Abram? "(dalam bahasa Spanyol).
"Ah... "Zaf bingung akan menjawab bagai mana namun tak disangka suara Bryan menyahutnya.
"Ya, Dia adalah nyonya Abram,perkenalkan dia adalah Zafira,calon nyonya di kediaman ini" (dalam bahasa Spanyol). Ucap Bryan memperkenalkan Zaf kepada para tamu yang ada disana.
Bukan hanya para tamu diasana namun Zaf juga tak kalah terkejutnya.
"Apa maksudmu? " ucap Zaf dengan menahan amarahnya.
Bryan tersenyum "Seperti yang kau inginkan, aku bisa membebaskan Daniel dengan syarat kau harus tetap disisiku" Bryan.
"Kau-"
"Bukan kah tujuanmu kemari adalah untuk membebaskan pria itu?".
Ya, memang benar apa yang Bryan katakan, alasan Zaf datang kemansion ini adalah untuk membebaskan ayah Kenz dari penjara, tapi apa kah ia harus membayar semahal ini untuk kebebasan ayah Kenz?.
Zaf diam tak bisa menjawab.
__ADS_1
Melihat ekspresi itu,Bryan kemudian berjalan menuju podium untuk mengumumkan sesuatu.
Setelah sampai didepan mikrofon Bryan kemudian memberi sambutan untuk para tamu yang menghadiri perjamuannya.
Setelah acara penyambutan, Bryan juga memberi pengumuman yang membuat para tamu disana terkejut.
Yaitu memperkenalkan Zaf sebagai tunangannya.
"Kemarilah sayang" panggil Bryan agar Zaf ikut naik keatas podium.
Zaf hanya bisa diam, ia bahkan sulit untuk mengatakan sesuatu dari bibirnya.
Tidak ada niatan sama sekali untuk menuruti ucapan Bryan agar naik kesana.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya, saat Zaf melihatnya ternyata Pedro lah yang menariknya.
"Kami menyukaimu kak, jadi tidak ada alasan untuk mu menolak keinginan Daddy" ucap laki-laki kecil itu.
Zaf hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik oleh Pedro untuk menuju arah Bryan berada.
Disana juga sudah ada Luciana yang tengah berdiri disamping Daddynya sedang menunggu kedatangan Zaf dan Pedro.
Sesampainya diatas podium, Pedro kemudian menyerahkan tangan Zaf kepada Daddynya.
"Tetaplah disini untuk acara potong kue" ucap Bryan masih menggenggam jemari Zaf yang terasa dingin.
Tepukan riyuh terdengar dari para tamu undangan, dilihat dari kaca mata para tamu mereka tampak seperti keluarga bahagia yang tak kurang satu apapun.
Namun berbeda sekali dengan isi hati Zaf, bagai mana bisa dia terjebak ditempat ini? ia seperti terjebak dalam dunia lain melihat orang-orang yang terlihat bahagia atas apa yang Bryan ucapkan.
Entah mengapa tiba-tiba saja kepalanya berdenyut nyeri.
Ia masih bisa melihat Luci saat menyuapkan kue potongan pertamanya kepada sang ayah, namun saat Luci hendak mendekat kearahnya, Tiba-tiba Zaf merasa semuanya gelap.
Ia pun terjatuh pingsan diatas podium, dan itu langsung membuat seluruh isi ruang itu menjadi riyuh karna keterkejutan mereka.
***
"Butuh teman? "(dalam bahasa Inggris)ucap Mirela mendatangi Kenz yang tengah menikmati minumannya.
Kenz mendongak untuk melihat siapa yang menyapanya "Kau rupanya,bagai mana kau tahu aku disini!?"(dalam bahasa Inggris(tanya Kenz yang merasa heran bagai mana bisa Mirela tahu keberadaannya yang kini ada di rooftop bar tempat ia bekerja.
"Siapa lagi kalau bukan Gery"(dalam bahasa Inggris).Jawab Mirela kemudian duduk disamping Kenz.
Glek... glek...
__ADS_1
Mirela merebut botol minuman milik Kenz kemudian langsung menegaknya.
"Kenapa kau minum? "(Dalam bahasa Inggris) tanya Mirela.
"Ck... apa harus ada alasan saat aku minum? " (dalam bahasa Inggris) Kenz berdecih mendengar pertanyaan dari wanita itu.
"Tentu saja, aku juga seperti itu jika merasa tidak senang dengan kehidupanku"(dalam bahasa Inggris). Mirela kembali meneguk minumannya.
Kenz menghela nafasnya.
"Aku bisa menjadi pendengar yang baik" (dalam bahasa Inggris) Mirela berucap lagi.
"Kau pasti merasa senang kan, posisimu digantikan oleh Zaf? "(dalam bahasa Inggris)
Mirela diam tak menjawab.
"Aku menyesal mengantarkan dia kesana, seharus nya aku tidak melakukan itu"(Dalam bahasa Inggris) lirih pria tersebut.
Kenz merebut botol minuman dari tangan Mirela kemudian meneguk isinya.
"Jika aku tahu pria tua itu lebih senang dipenjara aku tidak akan melakukan itu"(dalam bahasa Inggris) gumam Kenz namun Mirela masih bisa mendengarnya.
"Kenz, "panggil Mirela.
"Aku sudah menjerumuskannya, apa yang harus aku lakukan? "(dalam bahasa Inggris) ucap Kenz dengan penuh penyesalan.
Mirela kemudian memberi sebuah pelukan untuk Kenz, berharap bisa mengurangi perasaan bersalah dihati Kenz.
"Kita akan cari caranya Kenz, aku akan membantumu"(dalam bahasa Inggris) ucap Mirela mengusap punggung pria tersebut.
Kenz sudah tidak bisa lagi menopang tubuhnya sendiri, dengan susah payah Mirela membantu pria tersebut untuk kembali kerumahnya.
Aku sendiri juga tidak tau Kenz, perasaan apa yang ada dihati ini, aku senang karna akhirnya Kenz melepaskanku, tapi disalah satu sisi hati ku, aku merasa tidak rela dicampakkan begitu saja.
Mungkin dia selalu menyiksaku, tapi disaat yang bersamaan dia juga memberiku kehangatan yang ku butuhkan.
Kenz, sepertinya aku juga menginginkan Bryan untuk kembali kesisi ku.
Karna itu mari kita berusaha untuk membawa Zaf kembali, dan aku juga akan berusaha untuk merebut hati kedua anak Bryan agar bersedia menerima ku.
Mungkin dulu aku tidak peduli, tapi kini entah kenapa aku merasa menyesali kebidohanku.
Dulu saat kau ingin aku masuk kedalam keluarga Abram dengan Ego ku aku menolaknya.
Namun setelah dicampakkan seperti pakaian yang sudah tidak berguna, aku juga bisa sakit hati.
__ADS_1
Hati memang tidak bisa tebak, saat aku membencimu, begitu sulit untuk lari dari sisimu, namun setelah berpisah dari mu, aku baru mengetahui apa itu rasa sepi. Bryan aku ingin mendapatkan mu kembali.