
Hari ini adalah hari dimana sepasang anak manusia berikrar, mengikat kedua hati dalam satu janji suci dihadapan sang Tuhan pencipta semesta alam.
Pernikahan antara Rekha dengan Elfa diselenggarakan dengan begitu mewah,disebuah hotel berbintang milik Rafa.
Para tamu undangan sudah memenuhi gedung aula tersebut, dari kalangan artis, pejabat dan juga pengusaha,termasuk keluarga dan para sahabatn
Satu persatu memberi ucapan selamat pada kedua mempelai.
Begitu pula Cindi dan Rafa, mereka datang bersama keluarga. Cindi mengucapkan selamat kepada mempelai,walau tidak dengan menjabat tangan Rekha. Ia masih merasa mual jika bersentuhan dengan pria selain Rafa, dan kau tau? Rafa benar-benar menyukai Cindi yang seperti itu.
Dibelakang Cindi ada Dika yang mengikutinya untuk menyapa pengantin.
"Kau datang sendiri?" Tanya Rekha saat berjabat dengan Dika.
"Bersama kakak Cindi dan mama papa juga" jawab Dika.
"Maksudku, kau tidak mengajak Imel?" Kembali pertanyaan dari Rekha, dia tau hubungan Dika dengan Imelda, karna Dika memang tidak merahasiakannya dari siapapun.
"Sepertinya tuan Rekha kurang up to date" sindir Dika kemudian berlalu kepada Elfa yang berada disamping Rekha.
Rekha hanya menaikan pundaknya, merasa tidak mengerti maksud dari Dika.
***
Didalam keramaian ditempat yang sama, Kevin yang tengah sibuk menikmati minumannya, mengedarkan pandangannya dan mendapati sosok yang tak asing baginya.
"Gladys?" gumamnya, menatap seorang gadis yang baru memasuki gedung itu dengan menggandeng seorang pemuda.
Gladys yang menemukan Kevin, langsung berjalan mendekati pria itu dan diikuti pemuda yang datang bersamanya.
"Hai om" sapanya setelah berdiri disamping Kevin.
Kevin hanya menjawab dengan senyuman.
"Kau juga datang? kau kenal dengan mempelainya?" tanya Kevin dengan nada datar nya.
Gladys menggeleng,kemudian mengangguk saat pemuda yang bersamanya tadi membisikan sesuatu, dan tidak lama pemuda itu pergi.
"Aku tidak kenal om, yang mengajak ku kesini tadi adalah jeff, Dia bilang mempelai prianya adalah kakak sepupunya."
"Pemuda yang tadi?" tanya Kevin.
Gladys mengangguk kemudian ikut duduk disebelah Kevin.
"Om dosen sendiri, kenal sama mempelai wanita nya apa mempelai pria?" Tanya Gladys kembali.
"Aku kenal keduanya" jawab Kevin singkat.
"Canggung banget om, disini tidak ada yang aku kenal" Gladys mengambil segelas minuman berwarna yang ada dimeja sampingnya.
"Kemarin Andy sekarang Jeff, sepertinya kamu memang play girl sejati ya?" Kevin dengan senyum sinisnya. "Seharusnya jika ingin jadi seorang player, jangan tanggung-tanggung" ucap Kevin.
"Maksudnya?" tanya Gladys penasaran.
__ADS_1
Kevin tertawa, membuat Gladys jadi lebih heran. apa orang ini sudah gila? batin Gladys.
Kevin merasa heran,jika gadis lain ia katai play girl maka mereka pasti akan marah, namun kenapa gadis didepannya malah biasa saja?
"eghm..." Kevin menetralkan kembali suaranya setelah tertawa melihat wajah cengo gadis dihadapannya. "Kalau mau jadi player, sekalian aja jadi matre" ucap kevin kemudian.
Gladys menjawab oh tanpa suara,kemudian menggut-manggut " udah kok om... aku udah jadi matre juga, lagian sayang juga sih kalau punya pacar tajir nggak di manfaatin"
Ini gadis punya muka tembok apa bagai mana?.
"Terus kenapa nggak minta barang-barang brandid?" tanya Kevin kembali, sepertinya menggoda gadis yang polos ini menarik. apa? polo? dia aja gonta ganti pacar udah kayak ganti pakaian aja.
"om tenang aja, aku udah kok" jawab Gladys santai serasa kayak di pantai.
Kok jawabnya lempeng ya?
"kenapa kemarin tas sama sepatu kamu bukan barang mahal?" ucap Kevin lagi, sepertinya ia benar-benar penasaran bagai mana jadinya jika gadis ini marah padanya.
"owh...barang-barang bermerek dari mereka aku jual om hehe" Gladys terkekeh membuat Kevin melotot heran dengan gadis ini. "nggak ada gunanya om barang kayak gitu,mending dijual dan uangnya buat beli beras" ucapnya jujur. Dan Kevin hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar alasan klasik gadis itu.
Kevin hendak bersuara kembali, namun suara lainnya menginterupsi.
"Dis" panggil seorang pemuda yang tidak lain adalah Jeff.
"Hmm?" Gladys menjawab,kemudian mengalihkan pandangannya kepada tangan Jeff yang bertengger dipundaknya.
"Ayo ku kenalkan dengan keluargaku" ucap Jeff menarik tangan Gladys.
Gladys hanya pasrah mengikuti langkah kaki Jeff. Sedangkan Kevin hanya diam mengamati kedua pasangan tersebut yang semakin menjauhinya.
***
Ivy hanya melihat Rama sekilas kemudian kembali pada Ken yang merengek tidak nyaman berada ditempat keramaian.
"Kau mengenalnya?" Tanya Cindi pada Ivy, kemudian mengambil alih bayi Ken ke gendongannya.
Ivy terlihat mengingat-ingat pemuda dihadapannya "oh...sepertinya kami pernah bertemu di supermarket,beberapa bulan yang lalu".
Cindi menjawab oh tanpa suara, Dan karna Kenzi merasa nyaman digendongan Cindi, ia kemudian pamit untuk mencari tempat yang lebih sepi. Dan membiarkan Ivy agar menikmati pesta itu, karna sejak datang tadi Kenzi rewel, jadi Ivy bahkan tidak sempat untuk mengisi perutnya sendiri.
" Jadi benar dugaanku, kakak sudah punya baby" ucap Rama, dan Ivy yang merasa canggung hanya mengangguk, kemudian berjalan menuju stand makanan.
Ivy mengambil satu piring kue untuk mengganjal perutnya. Dan diikuti oleh Rama dibelakangnya. Entah kenapa, pemuda itu merasa penasaran dengan sosok ivy.
"Kenapa papanya si baby tidak ikut?" tanya Rama setelah mereka duduk dikursi tamu.
"Entah lah...mungkin dia sudah mati" jawab Ivy datar sambil memasukan satu sendok kue kedalam mulutnya.
Rama melongo atas jawaban dari Ivy, bagai mana bisa seorang istri mendoakan hal buruk kepada suaminya?
oh...kini Rama tau, mereka pasti sedang bertengkar. Kehidupan rumah tangga, dia memang tidak mengerti.
Bahkan kini dia tidak mengerti bagai mana bisa memiliki kakak ipar yang bahkan tidak mau menyapanya, oke dia jadi ingat kejadian beberapa hari yang lalu.Tentang bagai mana dinginnya sikap kakak iparnya itu. Tapi dia juga bersyukur, karna berkat kakak iparnya yang dingin itu, kini restoran yang ia inginkan sudah ada ditangannya.
__ADS_1
Oke,beralih lagi pada gadis dihadapannya ini, jika diperhatikan, tubuh gadis ini sama sekali tidak menunjukan bahwa dia pernah melahirkan,bahkan kulitnya masih terlihat sangat kencang. Apa mungkin gadis ini melakukan operasi plastik setelah melahirkan? namun itu tidak mungkin.
Ah...kenapa juga Rama harus repot-repot memikirkan istri orang lain.
Kenapa dia diam?apa yang dia lihat?. Rama ikut mengedarkan pandangannya kearah pandangan Ivy tertuju.
Disana ada sosok pria yang sedang sibuk meminum minumannya.
Apa dia suaminya?. Rama menggelengkan kepalanya. memangnya kenapa kalau pria itu adalah suaminya? huh...kau terlalu banyak berpikir Rama.
Ivy terpaku saat melihat sosok Kevin berada agak jauh darinya,namun ia masih bisa menangkap sosok itu dari pandangannya.
Setelah beberapa saat melihat pria itu, Ivy kemudian membuang pandangannya kearah lain kemudian melanjutkan makannya.
Rafa
Cindi
Rekha
Elfa
Kevin
Gladys
Rama
Ivy
Dika
Imelda
__ADS_1
"Aku lagi di singapore jangan lupa rindukan aku ya..."