Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 11


__ADS_3

Zaf mengerjapkan matanya,perlahan ia membuka matanya dan kemudian terduduk.


Matanya menangkap ada dua orang lelaki tengah tertidur dengan posisi duduk disofa yang ada didalam ruangan tersebut.


Zaf mengamati dua anak manusia yang ia kenali tersebut.


Benar, mereka adalah Kenz dan Oliver,


Zaf yang menyaksikan pemandangan lucu tersebut segera ingin mengambil ponselnya untuk mengabadi momen mereka.


Kenz yang tidur diatas sofa sedangkan Oliver tidur dibawah nya beralas lantai,mereka sama-sama tertidur dalam posisi duduk,lucu sekali.


Dimana ponsel Zaf? ah, ternyata tasnya ada disofa yang diduduki oleh Kenz.


Zaf mencoba beranjak, namun kepalanya masih terasa pusing, benar juga semalam ia mabuk hanya karna meminum satu gelas minuman saja, dan itu membuat Zaf merasa kecil di kota tersebut.


Bagai mana tidak? hampir semua wanita disana meminum minuman buatan Kenz tidak hanya satu atau dua gelas saja.


Perlahan Zaf bangkit dan berdiri,namun tiba-tiba...


Buugh...


Zaf tersungkur karna ternyata tubuhnya masih belum bisa seimbang.


Oliver yang mendengar suara Zaf terjatuh ia pun terkejut ketika membuka matanya, Kenz pun demikian.


"Zaf! " ucap mereka bersamaan.


Oliver yang posisi duduknya dilantai lebih dekat dengan Zaf, dan langsung membantu gadis itu berdiri.


Sedangkan tangan Kenz yang terulur itu sudah terlambat.


"Masih pusing? " tanya Kenz, setelah Zaf kembali duduk diatas kasurnya.


"Sudah lebih baik"jawab Zaf.


"Zaf, apa laki-laki ini benar orang yang kamu cari selama ini disini? " Oliver bertanya, karna sudah tak sabar menunggu lebih lama lagi.


Zaf mengalihkan pandangannya kepada Kenz, kemudian mengangguk "Ya, Oliver sebaiknya kau pulang dulu, kamu pasti lelah segeralah istirahat"ucap Zaf kemudian.


Oliver bisa bernafas lega, "Baiklah, jika kau ada apa-apa kamu bisa memanggilku".ucap Oliver kemudian pergi dari rumah Kenz.


Masih terasa hening diantara keduanya, Zaf yang diam diatas ranjang, sedangkan Kenz duduk diatas sofa tempat ia tidur semalam.


"Tempat tinggal mu lumayan juga" ucap Zaf mengedarkan pandangannya.


"Pulang lah Zaf, tidak seharus nya kamu tinggal ditempat asing seperti ini" Kenz berucap "Apa lagi tinggal dengan seorang pria"


"Kenz,tempat ini justru lebih besar dari kost kamu di Indonesia, apa kamu akan tinggal disini lebih lama? " ucap Zaf mengabaikan ucapan Kenz.

__ADS_1


"Zaf! " Suara Kenz sedikit meninggi karna merasa diabaikan oleh Zaf.


Zaf memandang Kenz, ia menampilkan senyumnya, walau bibir tersenyum Kenz dapat mengerti tatapan terluka yang terpancar oleh mata beninga Zaf.


"Kenapa pergi sejauh ini Kenz?" Ucap Zaf bersamaan dengan mengalirnya air mata dari sudut matanya. "Sebegitunya kah kau ingin menghidariku? ".


Kenz diam tak menjawab.


Zaf beranjak kemudian berjalan mendekati Kenz, ia mendekap tubuh tegap lelaki tersebut, membenamkan wajahnya kedalam dada bidangnya,meluap kan air matanya yang seakan tak bisa berhenti menetes "Ayo kita pulang Kenz" Kalimat Zaf bagai teredam oleh dada Kenz, namun pemuda itu mesih dapat mendengarnya.


Perlahan tangan Kenz terangkat kemudian membalas dekapan gadis tersebut.


"Aku akan pulang Zaf, tapi tidak sekarang" ucap Kenz melembut.


Zaf menegakkan kepalanya kemudian mengangkatnya untuk dapat melihat kejujuran didalam wajah Kenz.


"Kenapa?".


Kenz mengendurkan rengkuhannya dan berbalik memandang Zaf.


"Aku akan kembali setelah menemukan ayah kandungku" ucap Kenz meyakinkan.


Zaf menarik tangannya "Kalau begitu aku juga akan tetap disini jika kamu tidak pulang" gadis itu masih bersikukuh.


"Tidak ada yang lebih keras kepala dibandingkan denganmu" Kenz menarik hidung mancung Zaf.


Gadis itu kemudian menunjukan cengiran kudanya.


"Kau mau kemana? " tanya Zaf karna melihat Kenz yang seperti tengah bersiap untuk pergi.


"Aku akan kembali ke alamat yang mama beri, aku yakin seseorang tetangga disana pasti ada yang mengetahui tentang ayah ku" Ucap Kenz memakai jaketnya.


"Kenz! " Panggil Zaf, pemuda itu menoleh "Kau punya laptop? " Gadis itu bertanya.


Kenz mengerutkan keningnya, dan kemudian mengambil laptop nya yang ada didalam laci nakasnya.


Lelaki itu kemudian menyerahkan benda persegi itu kepada Zaf.


Setelah menerima laptop tersebut, Zaf langsung saja mengotak-atik benda tersebut,bahkan Kenz pun tidak mengerti apa yang dilakukan Zaf dengan mengetikan jarinya begitu cepat pada keyboard laptop itu.


"Mr.Daniel movic"gumam gadis itu sambil mengetikan nama ayah kandung Kenz.


"Ada! " Pekik Zaf girang yang sepertinya menemukan sesuatu.


Kenz yang mendengar itu pun memiringkan kepalanya menatap pada layar pipih tersebut.


"Bagai mana kau bisa melakukannya? " Tanya Kenz yang terkejut saat melihat ada beberapa foto pria disana.


"Apa yang tidak bisa seorang Zaf lakukan? " ucapnya sedikit menyombingkan diri.

__ADS_1


"Bukankah butuh kode negara ini, untuk bisa tahu informasi seseorang disini? bagai mana kau-"


"Tidak usah banyak tanya,Sekarang kamu coba amati satu persatu dari foto itu, gambar mana yang adalah ayah kamu" ucap Zaf memotong kalimat Kenz.


Kenz pun menurut, ia kemudian memeriksa satu persatu gambar di layar tersebut.


"Apa hubunganmu dengan lelaki tadi? " Kenz bertanya sambil memperhati kan layar didepannya.


Zaf yang baru meneguk air mineral itu kemudian beralih kepada Kenz yang masih sibuk. "Kenapa? " tanya gadis itu.


"Kebiasaan" Kenz menyentik kening Zaf, membuat gadis itu mengaduh "Tidak pernah menjawab pertanyaan dengan jawaban tapi malah balik bertanya".


Zaf mencebik "Memang nya apa yang kamu ketahui tentang aku dan dia? ".


"Jangan tinggal dengannya lagi, kalian baru tahap pacaran jangan sampai kelewat batas... kau tahu sendiri bagai mana gaya pacaran orang sini" Kenz memberi nasehat.


Zaf mengusap telinganya, barang kali ia salah pendengaran. Apa yang Kenz katakan tadi? pacaran? memang siapa yang pacaran?


Atau... Kenz kini menganggap kalau aku dan Oliver adalah pasangan?.


"Memangnya kenapa kalau tinggal bersama? toh tidak ada yang peduli" ucap Zaf acuh, ingin mencoba melihat apakah Kenz akan cemburu jika ia berkata seperti itu.


Kenz memberikan tatapan tajam kepada gadis itu, membuat nyali Zaf menciut.


"Bagai mana dengan mommy dan daddy mu, apa kamu tidak berfikir bagai mana ia akan khawatir kalau tahu kamu disini ternyata tinggal bersama pacar kamu? " Kenz sedikit meninggikan suaranya.


"Memangnya kenapa dengan mereka? mereka juga tahu kalau aku disini tinggal bersama Oliver" ucap Zaf tanpa ada rasa bersalah.


"Ap-apa!! " Suara Kenz meninggi. bagai mana bisa orang tua Zaf mengijinkan gadis itu tinggal bersama seorang pria?


Tidak mungkin, hanya ada dua kemungkinan.


Kemungkinan pertama Zaf berbohong kepada orang tuanya.


Dan kemungkinan kedua adalah mereka sudah dijodohkan oleh orang tua Zaf, sehingga Om Rafa dan mama Cindi sampai bisa memberi ijin Zaf untuk tinggal bersama pria yang katanya bernama Oliver itu.


Pikiran Kenz berkecamuk, ia sampai tidak bisa berkonsentrasi untuk menemukan potret ayah nya dalam laptopnya.




Wkwkwk.... gimana ni gaes, Kenz kayaknya takut dengan pikirannya sendiri, apa mungkin setelah ini ia akan mengungkapkan perasaannya pada Zaf? atau malah menghindari gadis itu?



pokoknya jangan dilewatin ya kelanjutannya...


__ADS_1


Diusahakan up tiap hari kok... cuma kalau memang nggak up itu berarti mak'e lagi sibuk didunia nyata ya... hehehe... jan lupa jempolnya yah... muahhh 😘😘😘


__ADS_2