Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 29


__ADS_3

"Kau sudah lama menunggu"Satu kecupan Zaf darat kan pada bibir Kenz saat mereka bertemu.


Gadis itu tampak terburu-buru, kemudian duduk didepan Kenz.


"Tidak,aku juga baru sampai"jawab Kenz.


"Ada yang ingin ku sampaikan"ucap Zaf.


Kini mereka bertemu disalah satu kafe dekat dengan taman kanak-kanak tempat Luci sekolah.


Dan dengan alasan mengantar Luci kesekolah,Zaf baru bisa diam-diam bertemu dengan Kenz.


"Aku juga ada yang ingin ku sampaikan Zaf" Kenz juga memiliki seauatu untuk Zaf "Tapi, kau duluan saja, sepertinya itu lebih penting".


"Ya, memang penting"Zaf kemudian menghentikan kalimatnya saat seorang pelayan datang.


Dan setelah ia menyebutkan minuman pesanannya, Zaf kembali bersuara "Aku sudah berhasil membuat Bryan untuk mencabut tuntutannya terhadap paman Daniel"ucapnya.


Dan sontak saja itu membuat Kenz merasa terkejut "Dengan cara apa kau membujuknya?" Telisik nya.


Zaf diam ia berpikir bagai mana caranya untuk menjelaskan kepada Kenz tentang persoalannya.


Karna Zaf hanya diam, Kenz kemudian kembali berucap "Sebenarnya yang ingin ku sampaikan juga tentang itu Zaf".


Seorang pelayang kembali datang untuk mengantarkan minuman Zaf.


Setelah mengucapkan terimakasih, pelayan itu kemudian pergi.


Zaf kemudian meraih gelas miliknya dan meminum jus miliknya.


Dan dari sana Kenz dapat melihat ada sesuatu yang berbeda pada jari Zaf.


Ya, Kenz melihat ada sebuah cincin melingkar di jari manis gadis itu.


Kenz mengerutka keningnya "Apa ini Zaf? "Ia meraih tangan Zaf dan menunjuk kearah cincin tersebut.


"Sebenarnya,syarat yang Bryan ajukan adalah agar aku menjadi tunangannya"Ucap Zaf kemudian menarik kembali tangan yang digenggam Kenz tadi "Ka-kamu tenang saja Kenz, itu hanya sampai mereka mendapatkan calon ibu yang tepat untuk mereka, setelah itu kontraknya akan batal"Zaf menjelaskan.


Terlihat sekali ada aura kemarahan dalam wajah Kenz yang memerah.


"Lalu,bagai mana jika menurut mereka kaulah calon ibu yang tepat bagi mereka? apa kau juga akan menikah dengan ayah mereka? " Ucap Kenz dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Tidak Kenz, mereka hanya menyukai ku hanya karna wajahku sedikit mirip dengan ibu mereka, dan jika ada seseorang yang bisa menyayangi dan memperlakukan mereka dengan baik, aku yakin mereka akan segera beralih dari ku" Ucap Zaf keukeuh.


Kenz mengucap wajahnya,merasa frustasi "Seharusnya aku mengatakannya sejak awal Zaf" Sesal Kenz "Aku memintamu untuk bertemu adalah untuk membawa mu pergi dari sana"ucap Kenz.


"Maksudmu? "Tanya Zaf yang masih belum mengerti.


"Dia tidak punya tujuan untuk hidup Zaf, Dia lebih senang hidup dalam penjara, dan tidak ingin keluar dari sana"lirih Kenz.


"Maksudmu paman Daniel? "Zaf bertanya untuk memastikan.


Kenz mengangguk sebagai jawaban "Ya, dan jika aku mengatakannya dari awal kepada mu, kau tidak harus terlibat begitu dalam dengan keluarga itu"sesal Kenz.


"Tapi, bagai mana mungkin paman tidak ingin bebas dari sana? "Zaf tak percaya.


"Dia mengatakan, akan hidup dalam penyesalan yang dalam jika dia ada diluar penjara, dia berpikir ini adalah karma yang tepat untuk dirinya"Ucap Kenz.


Zaf terdiam, ia tak percaya dengan apa yang baru saja Kenz ucapkan.


Akankah apa yang ia lakukan selama ini berakhir sia-sia?.


Lalu bagai mana dengan perjanjian yang baru ia tanda tangani malam tadi dengan Bryan?.


Ya, malam tadi Zaf menanda tangani surat perjanjian agar diri nya tetap di keluarga Abram sampai Bryan menemukan seseorang yang tepat untuk ia jadikan ibu dari kedua anaknya.


"Tidak Kenz, paman tidak selayaknya ada disana"ucap Zaf kemudian "Perjuangan ku tidak akan sia-sia, kau harus membawa paman keluar dari sana dan bawa dia hidup dengan layak,Bawa paman ke seoarang psikiater untuk menyembuhkan pemikirannya".


"Tapi Zaf, aku tidak akan menukar kebebasan ayahku dengan mu... kau-"Kenz menghentikan kalimatnya sejenak "Kau penting bagiku"sambungnya.


Zaf mengangguk "Tapi paman membutuhkan mu Kenz, aku tidak masalah untuk sementara tinggal disana,Bryan juga mengijinkan ku untuk melanjutkan kuliahku disini"ucap Zaf.


Dan itu kembali mengejutkan Kenz "Maksudmu kau pindah sekolah disini? "Tanyanya.


Zaf mengangguk "Dan Daddy sudah membantuku mengurus kepindahanku".


Zaf benar-benar memberi banyak kejuatan untuk Kenz pagi ini "Apa Daddy mu juga tahu tentang ini semua? "tanya Kenz.


Zaf menggeleng "Tentu saja tidak Kenz, dan jangan sampai Daddy mengetahuinya, kalau Daddy sampai tahu, ini semua akan menjadi sia-sia"ucap Zaf.


"Tapi Zaf, akan bagus jika Daddy mu tahu, aku yakin tuan Rafa akan bisa membantumu untuk keluar dari kediaman itu"ucap Kenz.


Ia masih tidak ingin Zaf menggantikan ayahnya.

__ADS_1


"Sudah kukatakan padamu Kenz, jangan coba-coba memberi tahu ini kepada Daddy" Ucap Zaf tegas.


Zaf hanya takut, jika ayahnya mengetahui ini semua, Zaf tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.


Dan yang pasti, Daddynya akan berusaha lebih keras untuk menjauhkan Zaf dari Kenz.


Karna Zaf yakin pasti Daddynya akan berpikir kalau Kenz benar-benar tidak bisa menjaga Zaf.


"Kakak...! "Tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian mereka berdua.


Suara itu berasal dari Luci yang sudah berdiri di depan pintu kafe tersebut.


Zaf melambaikan tangannya menyambut Luci, agar gadis itu tetap disana karna Zaf akan menggampirinya.


"Berjanjilah pada ku Kenz, bawa paman keluar dan sembuhkan dia... bawa dia hidup layak kemudian baru kita pikirkan cara untuk ku keluar dari sana"ucap Zaf kemudian berdiri dari duduknya.


"Zaf"panggil Kenz saat Zaf hendak berbalik.


Cup...


Kini Kenz yang memberikan kecupan lembut pada bibir Zaf. "Berhati-hati lah, aku akan pikirkan cara untukmu bisa keluar dari sana" ucap Kenz.


Rasanya sangat sulit melepas Zaf untuk pergi ke rumah itu.


Zaf mengangguk, kemudian ia sedikit berlari mengahampiri Luci yang masih menunggunya.


"Kenapa wajahmu cemberut seperti itu gadis kecil? "tanya Zaf saat melihat wajah Luci yang tampak lesu.


"Kenapa laki-laki tadi mencium kakak? "ucap gadis itu mengerucutkan bibirnya.


Uuups...


Zaf sampai lupa kalau tadi Luci melihat apa yang Kenz lakukan padanya.


"Mmm... "Aduh Zaf bingung harus menjawab seperti apa "Bukan kah itu sapaan yang wajar? dan bukankah Daddy mu juga biasa melakukannya dengan teman wanitanya? "ucap Zaf yang masih bingung dengan jawabannya.


Gadis itu menggeleng "Tidak kak, daddy hanya memberikan ciuman di pipi saat menyapa seseorang, dan Daddy pernah bilang, ciuman dibibir hanya dilakukan kepada seseoarang yang ia cinta"cicit gadis itu.


Dan entah kenapa wajah Zaf kini bertambah memerah saat mendengar ucapan Gadis kecil itu.


Bukankah itu berarti Zaf bisa menyimpulkan bahwa Kenz sekarang sudah benar-benar mencintainya? jika tidak mana mungkin ia akan mencium zaf ditempat umum seperti ini.

__ADS_1


Zaf hanya bisa senyum-senyum sendiri membayangkannya.


__ADS_2