Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 53


__ADS_3

Karna mendengar keresahan Zayn kemarin, kini Hyena sudah ada janji dengan sahabatnya untuk meminta bantuan agar ayah dari sahabatnya itu bersedia menjadi investor untuk perusahaan Zayn.


Dan karna sahabatnya mengatakan jika ayahnya sedang tidak enak badan dan sekarang perusahaan adalah seahabatnya yang pegang.


Hyena merasa lebih mudah untuk bicara kepada sahabatnya tersebut.


"Hay Fa"sapa Hyena kepada Safana yang baru saja sampai.


Safana menyambut tak lupa ritual cipika cipiki juga ia lakukan.


"Sudah lama? "tanya Safana setelah mendudukan bokongnya diatas kursi kafe tersebut.


"Tiidak,aku juga baru sampai" jawa Hyena.


"Jadi, ada apa meminta ku bertemu? " tanya Safana.


Hyena berdehem terlebih dahulu sebelum menceritakan maksudnya "Seperti yang ku katakan ditelpon tadi malam, ada seorang teman ku yang dalam kesulitan" Hyena mencoba menjelaskan.


Safana mengangguk mengerti "Dimana orangnya? " Tanya Safana karna tak melihat ada seseorang disamping Hyena.


"Dia masih dijalan, sebentar lagi sampai katanya"ucap Hyena melirik jam pada lengan kanannya.


Tak lama, seseorang yang mereka tunggupun tiba.


"Hai Zayn"sapa Hyena setelah Zayn tiba disana "Kenalkan, ini temanku namanya Safana" Hyena memperkenalkan Safana kepada Zayn.


Safana yang melihat Zayn, merasa sedikit terkejut.


Ia bahkan menutupi wajahnya untuk menyrmbunyikan senyuamannya.


"Kenapa? "Tanya Hyena karna melihat Safana dan Zayn tidak juga bersalaman untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing.


"Kau ingat saat aku baru kembali dari Turky kemarin dan ayah tiba-tiba Anfal?" Safana bertanya.


Hyena mengangguk "Dan kau bilang ada seseorang yang membantumu"sambungnya "Apa itu Zayn yang membantu mu? " Tanya gadis itu mencerna ucapan Safana.


"Ya, kau benar"ucap Safana membenarkan.


"Kalau begitu ini akan lebih mudah Zayn" Hyena beralih pada pemuda yang masih berdiri disana.


Zayn kemudian duduk disamping Hyena yang tidak lain didepan Safana.


"Dunia memang begitu sempit ya tuan Zayn? aku berniat untuk mencari mu untuk membalas budi tapi dengan bantuan Hyena sekarang kau sudah ada didepan ku"ucap Safana.


Zayn tak bersuara kemudian memeberikan prosposal perusahaan nya sebagai pengajuan investasinya.


"Anda bisa mempelajarinya terlebih dahulu" ucap Zayn dengan gaya sok cool nya.


Hyena yang melihat tingkah Zayn pun gemas kemudian menyodok perut pemuda itu dengan sikunya.


"Jangan terlalu dingin, atau kau akan kehilangan Ivestor mu" Hyena dengan suara nya yang paling rendah, gadis itu berbisik.


Zayn seakan tak menanggapi, ia hanya melirik sekilas pada gadis disampingnya tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak perlu mempelajarinya, dan aku pastikan bahwa perusahaan ayahku pasti akan menjadi Investor untuk perusahaan anda" ucap Safana dengan senyum yang tak pudar dari wajah cantiknya.


"Hai sayang"Saat mereka sedang serius membicarakan recana kerja sama, tiba-tiba ada seorang lelaki yang datang dan langsung menghampiri Hyena.


Tanpa babibu Pemuda itu langsung mendaratkan ciumannya dipipi Hyena, membuat gadis itu sedikit terlonjak.


"Bagai mana kau bisa ada disini? "tanya Hyena kepada pemuda yang tak lain adalah Gavin.


"Aku mengikuti mu"Ceplos pemuda itu kemudian disusul tawa renyahnya "Oh, ada Zayn juga disini"ucapnya melihat kearah Zayn.


Zayn tak menanggapi, ia justru sedang asik menyeruput kopi miliknya.


"Ada kerjaan? "Hyena melirik kearah meja sebelahnya yang ternyata ada seseorang yang ia yakini adalah klien Gavin.


"Ya, aku hanya sebentar, nanti jangan langsung pulang ya"ucap Gavin.


"Nanti Hyena akan pulang bersama ku" Zayn yang bersuara.


Dan itu membuat ketiga orang disana menoleh pada Zayn.


"Tapi aku ingin berkencan dengan pacarku dulu tuan Zayn"ucap Gavin sedikit memperlihatkan senyum mengejeknya.


"Tapi aku diminta mama Elfa untuk membawa Hyena pulang" Skak... jika sudah membawa nama ibunya Hyena, Gavin tak bisa bersuara lagi untuk membantah.


"Kalau begitu aku kerja dulu"ucap Gavin dengan wajah kecewanya kemudian memberi satu kecupan lagi dipipi yang satunya lagi pada Hyena.


"Hm"Hyena mengangguk.


Dan sepasang mata Zayn yang memperhatikan kedua sejoli itu serasa memanas.


"Kita pulang sekarang"Tanpa aba-aba Zayn langsung menarik tangan Hyena untuk mengikutinya.


"Eh...?"Hyena yang terkejut hanya bisa mengikuti langkah Zayn yang begitu terburu-buru "Safana bagai mana? "Ucap Hyena setelah keluar dari kafe.


"Nanti akan ku pikirkan cara untuk membujuknya"Zayn mendorong Hyena agar gadis itu masuk kedalam mobilnya.


"Hei...!aku tidak enak padanya, bagai mana bisa kita pergi begitu saja? " Ucap Gadis itu masih memberontak untuk bisa keluar.


"Kau memberontak lagi, aku cium! " Ancam Zayn.


"Ck...aku tidak takut ancaman mu itu!"Seru Hyena.


Kemudian mendorong Zayn agar pemuda itu menyingkir dan memberi ruang pada Hyena agar bisa keluar dari mobil tersebut.


Saat Hyena berhasil keluar, tangannya langsung ditarik oleh Zayn dan Greb...


Bibir mereka langsung menyatu dengan posisi Hyena yang sudah kembali terduduk di jog mobil Zayn.


"Aku sudah memperingatkanmu" ucap Zayn dengan tatapan mematikannya.


Keberanian Hyena yang tadi seakan lenyap begitu saja, melihat sorot mata itu entah mengapa Hyena seakan melihat sosok lain dari pria dihadapannya.


"Masih berani memberontak? "Zayn.

__ADS_1


Hyena hanya bisa menggelang takut,entah kenapa jantungnya mendadak berdebar begitu cepat.


Zayn kemudian memakaikan sabuk pengaman pada Hyena sebelum ia menuju kekursi stirnya.


Mobil melaju dengan kecepatan penuh, dan itu membuat Hyena panik.


"Apa kau ingin membuat kita mati berdua? " celetuk gadis itu.


"Tidak masalah, itu justru lebih baik" jawab Zayn masih melajukan mobilnya.


"Tapi aku belum mau mati seperti ini! "Hyena takut.


"Memangnya kau mau mati seperti apa? dipelukan pacarmu itu? " ucapan Zayn dengan sindirannya.


"Kenapa bawa-bawa Gavin? " Hyena mengernyit.


"Apa kalian selalu mesra-mesraan seperti itu jika didepan umum? "Geram Zayn bertanya.


Sedangkan Hyena sudah merasa lega karna Zayn sudah mengurangi kecepatannya.


"Tidak usah membesarkan hal-hal yang kecil Zayn... bukankah sudah biasa seorang pacar yang mencium pacarnya sendiri? " Ucap Hyena santai "Tidak seperti mu,pacar orang main sosor aja"sindirnya.


"Tapi sepertinya kamu tidak keberatan kalau berciuman dengan orang yang bukan pacarmu" ucap Zayn menyipitkan matanya.


Sedikit merasa heran, ia seperti tidak melihat gurat marah diwajah Hyena setelah ia menciumnya tadi.


"Ciuman apa? "Ucap Hyena seakan tak terjadi apa-apa.


Zayn mempertlihatkan kerutan dikeningnya pertanda ia mempertanyakan ucapan Hyena.


"Maksudmu yang kamu lakukan tadi? " tanya Hyena.


Zayn tak menjawab, tapi gadis itu mengerti.


"Cuma bibir yang menempel, apa bisa dikatakan ciuman" Ucapnya disusul tawa yang membuat Zayn tak mengerti dan langsung mengehentikan mobilnya.


"Aku tidak bertemu denganmu hanya beberapa bulan,sepertinya banyak yang berubah dari dirimu" Zayn memperhatikan gadis disampingnya.


"Memangnya apa yang berbeda? "


"Biasanya, gadis yang sudah punya pacar akan langsung marah-marah jika ada orang lain yang menciumnya"


"Bukankah sudah kukatakan, kalau apa yang kita lakukan tadi bukan sebuah ciuman? " Hyena berkilah "Ini baru yang dinamakan ciuman" tiba-tiba gadis itu menarik tengkuk Zayn dan menyatukan bibirnya.


Tak lupa gadis itu juga memberikan *******-******* kecil pada bibir Zayn.


Zayn yang tadinya terkejut, kemudian perlahan ia menikmati perlakuan nakal Hyena.


"Kita selungkuh yuk" ucap Zayn disela ciumannya.



__ADS_1


Mohon maaf lahir batin ya para readersku... maaf upnya lama karna mak'e juga merayakan lebaran dulu bersama keluarga.


__ADS_2