
Zayn menepuk punggung Hyena yang tadi terbatuk karna ucapannya.
"Kaget sampai seperti itu"Zayn masih menepuk punggung gadis itu "Tidak rela ya kalau itu terjadi? " godanya.
"ishhh! " Hyena menyeka tangan Zayn agar tidak lagi menepuk punggungnya "Bukannya tidak rela, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau Safana itu jauh dari tipe kamu? Tapi kenapa tiba-tiba mau menikah dengannya? ".
"Itu kan gara-gara kamu, kamu yang mengajukan Safana untuk jadi Investor, dan tuan Brury akan bersedia menjadi Investor jika aku bersedia menikah dengan anaknya" Ucap Zayn.
"Bukannya itu malah sangat bagus, sekali tepuk dua lalat mati, kau mendapatkan ivestor dan sekaligus memiliki istri yang cantik" Goda Hyena.
"Ck... sepertinya kau senang sekali kalau aku menikah dengan gadis lain" Zayn mencibir.
"Hahaha... tentu saja aku senang, dengan begitu tidak akan ada lagi yang akan mendoakan aku putus dengan Gavin"
"Kau sebut nama itu lagi ku sumpal mulutmu! " Geram Zayn mendengar Hyena menyebut nama pacarnya itu.
Ingin sekali ia meremat pemuda yang katanya pacar Hyena itu.
"Sudah ah, aku mau kembali kekamar ku" Hyena yang hendak beranjak namun Zayn menghentikannya.
"Jangan pergi, suasana hati ku sedang tidak enak, temani aku disini" Zayn dengan wajah memohonnya.
"Seperti anak perawan yang sedang PMS saja" Hyena yang gemas melihat tampang Zayn tersebut kemudian kembali duduk "Tapi, untuk apa juga aku disini? lebih baik aku ke kamarku dan bobok cantik disana" gumam Hyena.
"Tidur disini ya" pinta Zayn.
"Ihhh... ogah... nanti kamu grepe-grepe lagi" Hyena dengan wajah jijiknya.
Dengan santai Zayn merubah posisinya jadi tiduran "Bukannya kamu bilang dulu bahkan kita sering mandi bersama? lalu apa yang kamu takut kan? " Ucapnya santai.
"Itu kan dulu, kamu masih sangat polos, kalau sekarang kamu sudah berubah jadi mesum bagai mana!?" Hah Hyena ingin kembali kekamarnya.
Malas sekali berdebat dengan lelaki yang sedang tiduran disampingnya.
Zayn terkekeh "Kalau aku mesum, kamu sekarang sudah tidak perawan" balasnya.
Hyena yang mendengarnya langsung memelototkan kedua bola matanya dan.
Bugh...
Sebuah bantal melayang mengenai wajah tampan Zayn.
"Sudah ah, malas berdebat dengan mu, aku ngantuk dan ingin segera tidur" Hyena beranjak dan berjalan menuju pintu.
"Bukannya tadi sudah ku bilang, kau tidur disini saja?Hei...!" panggil Zayn karna Hyena nyelonong seolah tak mendengar ucapannya.
"Hai... soal Safana bagaimana?! " Panggil Zayn lagi, namun Hyena tetap melangkahkan kakinya "Hyena!! ".
"Kau nikahi saja dia" jawab Hyena tanpa menoleh kearah Zayn dan tetap menuju pintu keluar.
__ADS_1
Mendengar itu Zayn tampak lesu dan menjatuhkan kepalanya kembali keatas bantal yang ditimpukan oleh Hyena tadi.
Sementara itu dikamar pengantin.
"Kita tidak akan bisa istirahat jika kau terus memelukku seperti ini Kenz" ucap Zaf yang masih ada dipelukan Kenz.
Lelaki itu seakan tidak mau melepaskan pelukannya kepada Zaf sejak memasuki kamar pengantin mereka.
Bahkan Zaf dan juga Kenz masih sama-sama mengenakan gaun dan tuxedo nya.
Kenz yang mendengar itu kemudian melepaskan rengkuhannya,membuat Zaf bisa bernafas dengan lebih leluasa.
"Kalau begitu aku mandi dulu" ucap Zaf kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah kepergian Zaf, Kenz yang bingung akan melakukan apa kemudian menuju ke balkon.
Melihat pemandangan malam dari sana memang sangat bagus, lampu jalan terlihat gemerlap.
"Kenz! " Panggil Zaf yang ada didalam kamar mandi.
"Ya? " Jawab Kenz masih ditempatnya.
"Bisa bantu aku?! " Seru Zaf.
Terlihat sedikit ulasan senyum diwajah Kenz, sepertinya Zaf ingin mengajaknya untuk mandi bersama, batin Kenz.
Cklek...
"Hehe" Zaf terlebih dulu memperlihatkan senyum kudanya "Bisa bantu aku? " Zaf memutar tubuhnya hungga memunggungi pria tersebut.
Dan tentu saja Kenz mengerti apa yang dimintai bantuan oleh Zaf tersebut.
Sreeeeekkk...
Kenz menarik resliting gaun Zaf, dan terlihatlah punggung putih nan mulus yang sudah pernah Kenz lihat saat sedang fitting baju beberapa hari yang lalu.
Tanpa perintah dari Kenz, tangan nakalnya menyusuri kulit putih tersebut, dan sontak membuat Zaf menggeliat geli.
Dengan sigap Zaf memutar kembali tubuhnya dan kini mereka sedang berhadapan.
Zaf menangkap tangan Kenz yang sudah merabanya tadi "Jangan nakal Kenz" ucap Zaf.
"Bukankah kau yang mengundangku untuk berbuat nakal,istri ku? "
Blush...
Entah kenapa mendengar Kenz memanggilnya dengan sebutan istri membuat ia tersentuh.
Zaf mendorong Kenz untuk keluar dari kamar mandi sambil menahan rasa panas di wajahnya.
__ADS_1
"Hei... bagai mana kalau kita mandi bersama? " Kenz memberi tawaran.
"Tidak akan berhasil Kenz, kau keluarlah" Zaf mengusir Kenz dengan mendorong pria itu untuk keluar dari kamar mandi.
Zaf tahu betul maksud Kenz, tapi tubuh Zaf terlalu lelah untuk meladeni Kenz kali ini.
Seperti nya membuat resepsi pernikahan yang mewah adalah keputusan yang salah,lihat lah kini Zaf merasa sangat kelelahan.
Setelah memastikan Kenz keluar, barulah Zaf melakukan ritual mandinya.
Cklek...
Zaf sudah nampak segar setelah membersihkan diri.
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Kenz yang sepertinya tengah sibuk dengan ponselnya.
Grep...
Zaf memeluk tubuh Kenz dari belakang membuat pria itu berjingkat karna terkejut.
"Ini malam pertama kita, kenapa masih sibuk? " bisik Zaf ditelinga Kenz.
Kenz tersenyum menanggapi ucapan Zaf.
"Ya, keputusan kuserahkan pada mu. kau bisa mengambil keputusan jika itu yang terbaim untuk perusahaan" ucap Kenz pada seseorang yang sedang bicara padanya melalui telpon.
"Kenapa nakal sekali" Kenz menarik hidung mancung Zaf, membuat wanita itu meringis "Tadi asisten yang ada di Spanyol bertanya tentang proyek baru, dan meminta pertimbangan dari ku" Kenz menjelaskan.
"Baiklah aku mengerti, sekarang giliran mu untuk mandi" Zaf mendorong Kenz untuk segera membersihkan dirinya kekamar mandi.
"Bisakah mandinya nanti saja setelah kita 'itu'?" Kenz memberi penawaran.
Zaf yang mendengar kata 'itu'jadi tertawa. Apa hanya itu yang ada dipikiran laki-laki tentang malam pertama.
"Enak saja, aku saja udah bersih,jadi kamu juga harus bersih Kenz... cepatlah!" usir Zaf.
Kenz terkekeh kemudian menuruti ucapan Zaf.
Zaf yang sendiri kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan hiasan kelopak bunga yang indah diatasnya.
Menatap langit-langit kamar dengan pendar yang remang, entah mengapa membuat rasa kantuk itu langsung datang.
Tubuh yang terasa lelah karna berdiri seharian membuat Zaf tak kuasa menahan rasa kantuk yang menyerang, ia pun memejamkan matanya menuju mimpi indah yang sebenarnya belum ia inginkan saat ini.
Kenz yang baru saja keluar dari kamar mandi kemudian kembali terkekeh saat melihat istrinya sudah tertidur diatas ranjang nya.
"Huft... sepertinya malam ini belum saat nya untuk mu beraksi" gumam Kenz menunduk bicara sendiri pada juniornya.
Ia pun menyusul Zaf dengan tidur memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
__ADS_1
Sepertinya keduanya merasa kelelahan yang sama hingga tidak ada kejadian panas di malam pengantin mereka.