Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 51


__ADS_3

Zayn Mahendra... anak kedua dari pasangan Rafa mahendra dengan Cindi Azahra.


Zayn dikenal sebagai anak jenius karena turunan dari Daddynya.


Namun sepandai-pandainya tupai melompat, ada kalanya ia akan terjatuh juga.


Begitu pun dengan Zayn, seorang ahli dalam ilmu kimia dan obat-obatan juga bisa dikalahkan oleh seseorang yang berhasil memasukan sebuah obat kedalam minumannya.


Diatas awan memang ada awan, sejeniusnya Zayn tetap juga ada yang ada diatasnya.


Setelah keterpurukannya karna skandalnya dengan seorang wanita malam, kini perlahan Pemuda itu sudah bisa mulai menata hidup serta perusahaan papa Rafa yang kini ia pegang.


Dan setelah membantu Kenz untuk menjadi ngurus tentang Bryan, kini ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


"Iya Dad... nanti Zayn langsung kerumah" ucap Zayn saat menerima panggilan telfon dari papanya.


Kakinya baru mendarat di kota kelahiran, dan kini ia sudah menerima wejangan dari sang ayah agar langsung pulang kerumah.


"Memang nya aku akan kemana lagi kalau tidak kembali kerumah"gumam pemuda tersebut setelah mematikan sambungan telponnya.


Bruugh...


Zayn dikejutkan saat tiba-tiba ada seorang pria paruh baya yang pingsan didepannya.


"Ayah...! "Pekik seorang wanita saat mendapati pria yang tak lain adalah ayahnya tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri.


Semua orang disana langsung berkerumun seketika, namun tidak ada yang berani mendekati sepasang ayah dan anak itu untuk membantu.


Zayn yang merasa geram kemudian melangkahkan kakinya mendekati pria malang tersebut.


"Dokter? "Tanya si wanita untuk memastikan bahwa lelaki yang tengah memeriksa ayahnya adalah seorang dokter atau bukan.


Zayn diam tak menjawab,ia kemudian membaringkan pria tersebut.


Setelah mengetahui kemungkinan yang terjadi pada pria tersebut Zayn kemudian segera memberikan pertolongan pertama untuknya.


Ia meletakan kedua tangannya didada pria tersebut.


"Hubungi ambulan"Ucap Zayn memberi perintah.


Wanita yang adalah anak dari pria tersebut kemudian segera mencari ponselnya untuk menghubungi ambulan.


Zayn pun segera melakukan RPJ kepada pria paruh baya tersebut.


Kemudian mendekatkan telinganya pada mulut pria tersebut untuk memastikan apakah dia sudah bisa bernafas atau tidak.


Setelah memastikan bapak tersebut dapat bernafas, Zayn baru bisa bernafas lega.


Tak lama Ambulan pun datang dan membawa Bapak tersebut menuju rumah sakit.


***

__ADS_1


"Terima kasih tuan"ucap wanita yang adalah putri dari bapak yang Zayn tolong tadi.


Zayn mengangguk "Ya, tidak masalah" ucapnya kemudian melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Sepertinya dia akan kena omel dari mommy dan daddynya, karna Zayn yang sudah berjanji akan segera pulang kerumah, akhirnya harus terhambat karna ia juga ikut mengantarkan pasien tadi ke Rumah sakit.


"Bagai mana saya membalas budi pada anda?" tanya wanita tersebut.


Zayn melirik wanita itu dengan alisnya yang terangkat sebelah,merasa aneh jika ada seoranh yang berbicara padanya dengan bahasa formal.


"Zayn" Zayn mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya "Panggil saja saya Zayn, sepertinya saya belum setua itu" ucap Zayn kemudian.


Wanita itu menyambut uluran tangan Zayn "Safana"ucapnya memberitahukan namanya.


"Tidak perlu sungkan, saya sudah biasa membantu seseorang" Zayn kembali membahas tentang ucapan Safana untuk membalas budinya.


"Terima kasih"ucap Safana sekali lagi.


Zayn mengangguk kemudian berjalan meninggalkan Safana yang masih tak bergeming dari tempatnya.


Suatu saat nanti, jika kita masih diberi kesempatan untuk bertemu, aku akan berusaha membalas budi mu tuan. Batin Safana.


***


"Selamat datang tuan"ucap seorang maid saat Zayn tiba dirumahnya.


"Diamana semuanya bik? "Tanya Zayn sambil berlalu.


Zayn mengangguk, kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


"Mom! "Panggil Zayn saat tiba diruangan tersebut.


Mama Cindi yang tadinya tengah berbincang dengan papa Rafa kemudian menoleh saat mendengar ia dipanggil.


Sebuah senyuman mengembang diwajah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut.


Tuk...


Sebuah jitakan mendarat dikepala Zayn saat pemuda itu memeluk mommynya.


"Bukankah kau seharusnya tiba siang tadi, kenapa jam segini baru sampai, mampir kemana tadi? " Berondongan pertanyaan langsung meluncur dari mama Cindi.


"Tadi, ada insiden di Bandara mom, jadi Zayn langsung ke Rumah sakit" ucapnya.


"Apa kau baik-baik saja? " tanya mama Cindi khawatir.


Zayn memperlihatkan senyum pepsodennya.


"Orang lain yang sakit mom, Zayn hanya mengantarkannya saja" ucap pemuda itu kemudian duduk disamping mommynya setelah memberi salam kepada daddynya.


"Hai bocil, kau disini? " ucap Zayn menggoda seorang gadis yang tengah sibuk dengan makanannya.

__ADS_1


Gadis yang dipanggil bocil itu hanya melirik sekilas kearah Zayn kemudian memutar bola matanya tak menghiraukan ucapan dari pemuda tersebut.


"Kau kabur lagi? "Kembali Zayn bersuara merasa jengkel juga karna tidak mendapat tanggapan dari gadis yang ia ajak bicara tersebut.


"Urusi saja urusan mu sendiri!"


Jleb...


Hah... seperti itulah ucapan dari gadis bernama Hyena.


"Pantas saja tante Elfa memberi mu nama Hyena, kau memang mirip dengan mereka" sindir Zayn menyangkut nama hewan anggun yang memiliki nama yang sama dengan gadis tersebut.


Ya, Hyena adalah putri dari pasangan Elfa dan Rekha.


Dulu gadis itu sangat periang, namun setelah perceraian kedua orang tuanya, Hyena berubah menjadi pendiam dan tertutup.


Biasanya ia akan terbuka dengan Zaf, namun karna akhir-akhir ini Zaf tidak dirumah, Hyena akan datang kerumah tersebut saat ada masalah.


Karna entah mengapa jika ia tidur dikamar Zaf, hatinya merasa sedikit agak tenang.


"Dasar bocil"Ucap Zayn akhirnya karna merasa kalah saat beradu argumen dengan gadis yang ada disampingnya.


Pletak...


"Awhhhh...!"Zayn memekik kesakitan kemudian mengelus tulang keringnya yang terasa ngilu karna mendapat tendangan dari Hyena.


"Jangan memanggilku bocil... bukan kah sudah sering ku ingatkan? "ucap Hyena dengan tampang polos yang seakan tidak melakukan apa-apa terhadap Zayn.


Zayn memicing"Dasar bocil! " ucapnya.


Hyena yang merasa jengah langsung saja menarik piring Zayn saat pemuda itu sedang akan menyendokan nasi kedalam piringnya.


"Kembalikan"ucap Zayn setelah piring miliknya sudah berpindah didepan Hyena.


Hyena tak menanggapi, dan meletakkan piring yang berhasil ia rampas dari Zayn kesisi yang satunya agar pemuda itu tak bisa meraihnya.


Zayn yang melihat itu hanya mendengus kesal,"Bik, ambilkan satu piring lagi! "perintahnya kemudian karna ia merasa percuma saja meminta pirinnya kembali karna Hyena tidak akan mengembalikannya.


Tak lama, seorang Maid pun datang dengan satu buah piring baru untuk Zayn.


Dan agar Hyena tidak kembali mengambil piringnya, Zayn pun pindah duduk diseberang gadis itu.


Rafa dan Cindi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka berdua.


Selalu bertengkar saat bertemu, namun saling menanyakan kabar jika tidak berjumpa.




Sumpah, nulis saat perut kosong, otak juga ikut kosong...jadi mon maap ya untuk para readers ku karna nggak bisa up cepet... otak ku loadingnya lama kalau perutnya kosong jadi cari wangsit dulu kalau mau nulis.

__ADS_1


__ADS_2