Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#31


__ADS_3

sudah satu minggu lebih cindi melakukan pekerjaannya sebagai pembantunya big bos,


kini musim hujan sudah tiba,dari pagi bumi sudah diguyur oleh air hujan,cindi melamun dengan menumpukan dagunya pada tangannya."huft..."cindi menghela nafasnya karna merasa bosan tidak ada kerjaan dihotel,semua kerjaan sudah ia selesaikan.hari ini rafa juga tidak ada dihotel,dan cindi harus keapartemen rafa sendiri.


usai makan siang,cindi memesan ojek online untuk mengantarkan dirinya keapartemen rafa.


sampailah dia didepan apartemen si bos, cindi sedikit basah karna mantol yang ia pakai tidak menutupi tubuhnya dengan sempurna.


ting...ting...ting...


cindi menekan bel disamping pintu apartemen rafa.tidak lama kemudian si bos membukakan pintu dengan penampilan acak-acakan.rambutnya berantakan dan sebagian bajunya ada yang masuk kedalam celana.


"rafa...air panasnya kok nggak nyala?"


teriak seorang wanita yang baru keluar dari kamar mandi apartemen,dan yang membuat cindi terkejut adalah, wanita itu hanya mengenakan sehelai handuk.


"cindi..."ucapa wanita itu terkejut saat melihat cindi didepan pintu.


"ah...sepertinya saya datang diwaktu yang tidak tepat"ucap cindi gugup kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari apartemen.


"cindi...!!"teriak rafa tapi tidak dihiraukan oleh cindi.


rafa kembali kedalam."kamu ngapain keluar?cuma pake handuk lagi..."


"lagian air panas kamu mati..."cindi merasa bersalah"yang tadi tu cindikan?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah elfa.dan ditanggapi anggukan oleh rafa"pantes kamu lama disini...katanya cuma 1 minggu eh ini malah sampai 1 bulan lebih"

__ADS_1


"lagian kamu ngapain sih kesini lama-lama!"


"ya abis aku basah kuyup masa mau langsung pergi...bisa-bisa masuk angin aku"tukas elfa.


sebenarnya elfa datang keapartemen rafa untuk mengantar dokumen dari kantor pusat karna sudah 1 bulan lebih rafa tidak bulan kekota A,jadi semua pekerjaan dia bawa kesini.dan saat elfa menuju apartemen rafa,dia kehujanan karna saat dari bandara mobil yang ia tumpangi mogok sebelum masuk kedalam basement apartemen.jadi elfa basah kuyup karna hujannya sangat deras.


"kamu lihatkan akibatnya...dia malah salah paham"


"iya...iya...maaf...yaudah sono kejar dan jelasin"perintah elfa.


"gimana mau jelasin?dia aja nggak ngenalin aku"


"oh...ya?" elfa terkejut,kemudian tertawa lepas"hahahaa.....ternyata seorang rafa bisa kehapus dari memori seorang gadis"elfa masih tertawa dan bertepuk tangan"cindi memang hebat" kemudian mengacungkan jempolnya.


"iya...iya..."elfa melenggang menuju kamar mandi.


 


setelah sampai dikontrakannya,cindi langsung membersihkan dirinya.kemudian merebahkan tubuhnya keatas kasur mininya.


masih terbayang-bayang dalam ingatannya saat dia melihat seorang wanita yang keluar dari kamar mandi apartemen rafa. tapi tunggu,sepertinya dia mengenali wajah itu.setelah mengingat-ingat ternyata gadis itu adalah elfa, elfa sahabat rafa.cindi langsung berjingkat dari tidurnya berarti bos rafa itu benar-benar rafa mahendra?ya tuhan...bagai mana bisa aku melupakan wajahnya. gerutu cindi dalam hati sambil menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya


sesaat setelah cindi menempatkan dirinya dibelakang meja resepsionis,rafa datang dengan diikuti elfa dibelakangnya.ya,sekarang elfa sedang magang sebagai sekertaris rafa.tidak sulit baginya untuk masuk keperusahaan sahabatnya itu.


"sst...ra...denger-denger yang ada dibelakang big bos itu adalah nona elfa,tunangannya si bos"bisik sasha yang hanya terdengar oleh cindi.

__ADS_1


cindi menanggapi sasha dengan diam seribu bahasa,entah mengapa ada perasaan sakit yang menusuk didalam hatinya.pada akhirnya cinta elfa terbalas batin cindi dengan senyum mirisnya.


setelah melihat elfa keluar dari lift. elfa melihat cindi dan tersenyum manis dan lambaian tangan padanya,tentu disambut cindi dengan senyum yang tak kalah manis dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


"nona elfa menyapamu?benar-benar gadis yang baik dan tidak sombong" sasha menyikut lengan temannya itu" apa dia mengenalmu?"


"hm...?"cindi menoleh sekejap pada sasha" mungkin..."menghentikan ucapan sebentar kemudian menghela nafas"mungkin dimasa lalu" jawab cindi kemudian melenggang meninggalkan sasha.


"mau kemana?"


"mau kekantor bigbos"


"mau merayu bigbos?agar meninggalkan tunangannya?"tanya sasha bercanda, karna dia paling tahu jika cindi mudah sekali digoda.


cindi membalikan wajahnya dengan senyum yang dibuat-buat


"siapa tahu kan big bos akan memilih aku dari pada tunanganya itu?"


sasha merasa geli sendiri mendengar ucapan cindi,pada hal dia paling tahu bahwa temannya yang satu ini paling anti dengan yang namanya merayu lelaki...


happy reading semua...


jangan lupa jempolnya ya


terimakasih♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2