Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 57


__ADS_3

Zayn merasa kesal sekali setelah ia keluar dari toilet dan mendapati ternyata ia tidak akan hanya berdua saja dengan Hyena kali ini.


Apa lagi melihat pemandangan gadis nakal itu sedang bergelayut manja dilengan lelaki lain, membuat hati Zayn semakin panas saja.


"Apa kita hanya akan mengikuti mereka saja? " tanya gadis cantik yang berjalan beriringan dengan Zayn yang tidak lain adalah Safana.


Sebenarnya mengikuti pasangan sejoli saat sedang berkencan itu benar-benar canggung bagi Safana.


Namun sepertinya Zayn tidak akan melepaskan dua sejoli itu begitu saja, dapat dilihat dari cara pemuda itu melihat kearah pasangan tersebut.


"Kau ingin kita berpencar? " tanya Zayn dengan pandangannya masih kepada pasangan yang berjalan didepannya.


"Jika kau ingin mengikuti mereka aku tidak masalah" ucap Safana dan itu membuat Zayb sedikit melirik kearah nya.


Sebenar muak juga sih melihat Hyena yang sok manja didepan lelaki lain,apa lebih baik Zayn jalan sendiri saja?.


"Tidak, kita pergi ke tempat lain saja" ucap Zayn kemudian membelokkan arah langkahnya.


Dan Safana pun mengikutinya.


"Kau mau nonton? " tanya Zayn saat mereka melewati sebuah bioskop disana.


"Boleh" jawab Safa mengangguk.


"Film apa yang kau sukai? " Zayn.


"Mmmm... "Safana terlihat berpikir "Sebenarnya aku tidak pernah nonton ke Bioskop" lirih gadis itu.


Zayn mengernyitkan keningnya mendengar ucapan gadis disampingnya tersebut.


"Ayah tidak membiarkanku pergi ke tempat umum sendiri,bahkan aku juga tidak memiliki banyak teman, hanya Hyena satu-satunya teman yang ku punya" Safa tanpa sengaja menceritakan sedikit tentang kehidupannya yang membosankan.


"Aku akan membeli tiketnya, kau tunggu disini sebentar" ucap Zayn yang seakan tak memperdulikan cerita Safa barusan.


"Eh, itu bukannya cowok yang ada dalam skandal video waktu itu? " sayup terdengar ucapan beberapa wanita yang ada disana.


Benar juga, Safa pernah mendengar isu tentang Zayn yang bahkan membuat perusahaan sebesar RC group hampir di ambang kehancuran.


Namun gadis itu tidak terlalu peduli dengan yang namanya gosip, dan apa lagi jika ia mendengar cerita dari Hyena tentang pemuda yang kini sedang mengantre kan tiket untuk nya.


Sepertinya itu memang hanya sekedar gosip murahan yang hanya ingin menjatuhkan nama baik seorang Zayn.


Setelah menyadari Zayn dan juga Safana sudah memilih jalan sendiri, Hyena kemudian menarik tangannya yang sejak tadi bertengger di lengan Gavin.


"Kau kembali menjadi Hyena yang asli lagi" ucap Gavin yang mengerti maksud dari gadis itu.

__ADS_1


Hyena terkekeh mendengar ucapan dari Gavin tersebut, selama pacaran, Hyena memang tidak pernah bermanja-manja layaknya seorang pacar kepada Gavin.


Tapi gadis itu bertindak berbeda saat dihadapan Zayn, dan itu sedikit membuat Gavin kecewa.


"Apa kau hanya ingin membuat laki-laki tadi cemburu? " Gavin berucap lagi.


"Tentu saja tidak"tepis Hyena "Aku hanya ingin Zayn berhenti menggodaku karna aku sudah punya pacar yang sangat baik" ucap gadis itu kemudian merangkulkan tangannya pada pundak Gavin.


"Tapi aku suka kok, kamu yang manja gitu, gemes tau" ucap Gavin menggoda.


"Iiiihhh... malah aku yang jijik" Gadis itu bergidik kemudian melenggang lebih dulu meninggalkan Gavin dibelakang.


"Tapi aku suka...Hei...! " panggil Gavin mengikuti langkah cepat Hyena.


***


"Kamu yakin mau naik ini? " Zaf yang sudah bersiap untuk pergi bersama dengan Kenz melihat kearah motor yang terparkir dedepannya.


"Iya, tahu sendiri kan disini kalau pake mobil macet" Jawab Kenz santai.


Zaf menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.Yah,percuma dong kini ia sudah dandan kece begini tapi malah perginya pake motor? mana Kenz tadi sama sekali tidak memberinya kode lagi kalau mau bawa motor.


Zaf hanya menurut kemudian duduk dibelakang Kenz yang sudah lebih dulu menaiki motor gedenya.


"Jangan manyun begitu" ucap Kenz yang melihat Zaf memanyunkan bibirnya "Atau kamu lagi kasih kode buat aku ya biar cium kamu? " Kenz menggoda dengan menaik turunkan alisnya.


"Tapi kalau dipikir-pikir, sudah lama juga ya kita tidak pernah boncengan naik motor? "Kenz berucap kemudian memakai helmnya "Kapan ya, terakhir kamu naik motor ku ini? " Tanyanya.


Zaf sedikit berpikir mengingat kapan ia terakhir kali membonceng motor Kenz ini.


"Kayaknya waktu aku kelas dua SMA deh, abis itu kamu kuliahkan langsung ngilang" jawab Zaf setelah mengingat waktu dulu saat ia benar-benat tergila-gila pada pria yang ada didepannya ini.


Ya, walau pun kini perasaan itu masih belum berubah.


Kalau ingat dulu, Zaf benar-benar kesal dengan Kenz, ia tidak diperbolehkan membonceng pria ini bahkan menyentuh motor ini pun tidak boleh.


"Kau tahu, aku sebenarnya memiliki dendam dengan motor ini" Zaf menyipitkan matanya.


"Kenapa" Tanya Kenz yang sudah melajukan motornya.


"Hah... aku cemburu sekali dengannya, bagai mana bisa kau lebih menyayanginya dibandingkan dengan ku? " rutuk gadis itu.


Mendengar itu Kenz jadi terkekeh, dulu ia memang sangat menyayangi motornya ini. Motor yang ia dapatkan dari hasil jerih payahnya sendiri.


Bahkan tak seorang pun yang ia izinkan hanya untuk menyentuhnya, tak terkecuali Zaf.

__ADS_1


"Tentu saja aku menyayangi mu Zaf" ucap Kenz mengelus tangan Zaf yang bertengger diperutnya "Tapi aku lebih menyayangi motor ini hahahaha" tawa renyah lepas dari bibir Kenz dan disusul ringisan karna mendapat cubitan diperutnya dari Zaf.


Sampailah mereka di sebuah Boutique langganan mereka.


Hari ini adalah jadwal mereka untuk fitting baju pengantin,karna pernikahan akan dilangsungkan satu minggu lagi.


Undangan juga sudah disebar, acara pernikahan besar akan terselenggara sebenrmtar lagi.


"Silahkan nona menuju ruang ganti"ucap seorang pegawai disana.


Zaf menurut dan masuk kedalam ruang ganti.


Ia bisa melihat, gaun yang masih tergantung didepannya begitu cantik, Zaf tidak sabar untuk bisa memakainya di acara pernikahannya yang akan datang.


"Mbak, bisa tolong tarikan resletingnya?! " panggil Zaf kepada pegawai yang menunggu di luar.


Zaf kesusahan karna tangannya tidak bisa menjangkau punggungnya sendiri.


Sreeeeekkk....


Seseorang sudah berhasil menarikan resletingnya.


Tapi apa ini, Zaf merasakan sebuah sentuhan basah di punggung polosnya.


"Kau" Zaf memutar tubuhnya, ternyata yang melakukan itu adalah Kenz yang sudah rapi dengan tuxedo yang serasi dengan gaun yang dikenakan Zaf sekarang.


"Bikin kaget saja" gerutu Zaf, bagai mana tidak kaget, Zaf kira yang menolongnya tadi adalah pegawai disana,dan Zaf kira pegawai itu yang sudah mencium punggungnya.


Kenz memperlihatkan senyumnya dan merapatkan tubuhnya pada Zaf.


"Kau cantik sekali"pujinya kemudian mendarat kan sebuah kecupan pada bibir Zaf.


"Tentu saja" Jawab Zaf tanpa berpikir. "Ayo kita keluar" Zaf hendak membuka tirainya, namun tangannya terlebih dahulu digenggam oleh Kenz.


"Aku kangen"ucap Kenz tepat ditelinga Zaf.


Dapat Kenz lihat telinga wanita itu memerah.Pasti wajahnya juga sama.


"Bukankah kita selalu bersama?" Zaf tak percaya.


Mendengar itu Kenz kemudian mendekap tubuh Zaf dari belakang, dan menumpukan dagunya pada bahu Zaf.


"Kau selalu disampingku, tapi aku yang sibuk dengan pekerjaan ku dan kamu juga sibuk mengurusi pekerjaan mu, membuat ku tidak bisa merasakan keberadaan mu" sepertinya Kenz sedang mengeluh.


"Jadi, kau kekurangan perhatian dari ku? " Zaf mengatakan itu hanya sekedar bergurau, namun mendapat belasan anggukan dari Kenz yang dapat ia rasakan dari bahunya.

__ADS_1


"Aku juga merindukanmu"Zaf memutar tubuhnya dan membalas pelukan dari calon suaminya tersebut. "Tapi kita tidak akan melakukannya dalam waktu dekat ini sampai kita resmi menikah" ucap Zaf kemudian saat merasakan tangan Kenz bergerak nakal menyusuri tubuhnya.


Dasar Kenz...!


__ADS_2