
A**ku tidak percaya,bagai mana pria ini benar-benar sama sekali tidak tertarik padaku, hampir semua lelaki yang ku kenal pasti mengakui seperti apa daya pikatku,atau...apa mungkin Kenz?...
Kenz mengibaskan tangannya didepan Zaf,membuat pikiran gadis itu yang tadinya melayang kembali lagi.
"Apa yang kau pikirkan?,segera selesaikan makananmu,dan segeralah pergi!" ucap Kenz dengan wajah datarnya.
Zaf melengos "Aku tidak akan pulang sebelum memastikan kau berangkat kekampusmu" ucapnya "Aku sudah berjanji pada mama Ivy" imbuhnya kemudian kembali menyendokan makanannya dan memasukan kemulut.
"Kau lihat sudah jam berapa ini?" Kenz memperlihatkan weker yang ada dinakasnya.
"Baru jam sebelas,aku sudah mengecek semua jadwalmu,dan hari ini kamu hanya meninggalkan satu mata pelajaran jika berangkat sekarang...jadi,cepatlah bersiap,aku akan menunggumu" jawab Zaf dengan makanan yang masih tersisa di mulutnya.
Kenz sampai ternganga mendengar ucapan Zaf tidak menyangka jika gadis dihadapannya ini akan menjadi mata-mata yang begitu profesional.Bahkan mencari tau jadwalnya dikampusnya.
Kenz kemudian keluar menuju kamar mandi untuk bersiap.sedangkan Zaf melanjutkan makannya yang masih tersisa sedikit.
Itulah perbedaan pria dan wanita,pria begitu cepat menghabiskan makanannya sedangkan wanita dengan lambat menikmati setiap kunyahan yang masuk kedalam mulutnya.
Zaf membereskan bekas tempat makanannya saat Kenz sudah masuk kembali kedalam kamarnya.
"Sudah selesai?" Zaf bertanya.
"Hm" Kenz mengangguk "Keluarlah,aku mau pakai baju" ucap Kenz karna kini dia memang hanya memakai handuk melilit dipinggangnya.
"Mau pakai baju ya pakai saja,kenapa menyuruhku keluar?" Zaf.
Kenz berkacak pinggang dengan tatapannya seolah hendak menguliti Zaf.
"Baiklah,lagi pula apa yang bisa aku lihat...ck.." Zaf keluar sambil membawa sampah bekas makanannya tadi.
Setelah membuang sampah didepan,Zaf menyandarkan tubuhnya didinding sebelah pintu kamar Kenz,menunggu lelaki itu keluar sambil memainkan ponselnya.
cklek
Pintu terbuka,menampil Kenz yang sudah rapi dengan kaus hitam yang tertutup dengan hoody hitam juga.
Suit...suit...
Zaf yang melihatnya kemudian bersiul yang seolah memuji penampilan Kenz.
Kenz tak menggubris kemudian berlalu meninggalkan Zaf,dan Zaf yang merasa ditinggal kemudian bergegas menyusul lelaki itu.
"Lain kali jangan kekostan ku lagi!" ucap Kenz, kini mereka sedang berjalan menuju kampus Kenz yang tidak jauh dari kost nya.
Zaf tiba-tiba menghentikan langkahnya "Kenapa?" tanyanya.
Kenz ikut berhenti kemudian menghela nafasnya "Itu kost cowok,kamu nggak diperbolehkan untuk kesana lagi"
"Lalu,bagai mana dengan wanita yang tadi?"
__ADS_1
Oke,kali ini Kenz lupa dengan Keysha yang ia mintai bantuan untuk membuat Zaf pergi,tapi kini ia jadi bingung harus membuat alasan apa agar Zaf tidak lagi menemuinya.
"Zaf,dengarkan aku" Kenz menarik tangan Zaf agar gadis itu menghadap padanya. "Jangan melakukannya lagi,karna aku benar-benar tidak menyukainya"
"Apa yang tidak kamu sukai Kenz? tindakan ku,atau aku yang tidak kau sukai?" tanya Zaf.
"Keduanya...Apapun yang kamu lakukan, tidak akan pernah membuatku bisa tertarik padamu"
"Kenapa?" kini mata gadis itu mulai berkaca.
"Aku tau perasaanmu Zaf,tapi kamu tetap akan menjadi Zaf si gadis kecil kesayangan ku" Kenz mengusap air mata Zaf yang menetes dengan ibu jarinya "Aku sudah memiliki cinta yang lain,dan kamu juga harus mendapatkannya" lanjut Kenz,kemudian pergi meninggalkan zaf yang bahkan tidak bisa merasakan kakinya menapak dibumi.
Zaf merasa kakinya gemetar,ia tak bisa mengikuti Kenz yang kini sudah menjauh darinya.
Harus kah ia menyerah sekarang?
Tidak...
Sudah sangat sering Zaf mendengar ucapan itu dari bibir Kenz,dan ia tidak akan menyerah semudah itu.
Dengan berat,Zaf menyeret langkahnya kembali pulang,karna ia sudah merasa lelah hari ini.
Ia mengetik sebuah pesan untuk mama Ivy,bahwa ia sudah memastikan keadaan Kenz yang baik-baik saja dan kini Kenz sudah berangkat kekampusnya.
Usai mengirimkan pesan singkat,Zaf kemudian menelpon seseorang.
"..."
"Om sedang sibuk?"
"..."
"Baiklah,Zaf akan kesana,ada yang ingin Zaf ceritakan" Zaf kemudian memasukan ponselnya kedalam tasnya setelah menyelesaikan panggilannya.
Dengan menaiki taksi online,Zaf menuju ke salah satu perusahaan milik kakeknya.
Dengan gontai ia memasuki gedung tersebut,ia bahkan tidak mempedulikan beberapa pegawai yang menyapanya.
Tok...tok...tok...
Belum sampai ada jawaban kata masuk dari dalam,Zaf langsung saja masuk kedalam ruangan direktur tersebut.
Ia melempar tasnya kesembarang tempat kemudian menjatuhkan tubuhnya keatas sofa yang tersedia disana.
Seorang pria yang kini menjabat sebagai direktur disanapun mengerutkan keningnya melihat tingkah Zaf yang seakan sudah kehilangan separuh nyawanya.
"Ada apa lagi?" tanya pria itu.
Zaf sedikit melirik kearah om nya yang tidak lain adalah Dika.
__ADS_1
"Kenapa ucapan om seakan aku setiap kesini pasti ada masalah?".
" Memang seperti itu kan?" ucap Dika yang masih fokus pada laporan pekerjaan yang menumpuk dihadapannya. "Tentang Kenz?" Dika mencoba menebak.
Dan ternyata tebakannya memang benar,Dika bisa melihat itu dari gerak-gerik Zaf.
"Lupakan saja...cari yang baru" Dika memberi nasehat,namun masih fokus pada kertas didepannya.
Zaf mencebik "Pantas saja sampai sekarang om masih lajang...sama sekali tidak ada rasa untuk memperjuangkan cinta" cibir Zaf.
Dika tak bergeming "Jangan disini lama-lama, aku masih banyak pekerjaan" ucap Dika yang berharap Zaf untuk segera pergi.
Ia malas sekali saat gadis kecil didepannya membahas tentang masa lalunya.
"Makanya om...move on... pacaran lima tahun cuma jagain jodoh orang" Zaf disusul gelak tawanya.
Ia tau betul,kisah perjalanan cinta om nya yang satu ini.
Bagai mana tidak? Dulu setiap galau Om Dika akan datang pada Zaf yang bahkan belum mengerti apa-apa untuk curhat.
Dan hal itu jadi keterusan sampai sekarang.
"Ya sudah,kamu saja yang jadi jodoh Om" ucap Dika tiba-tiba.
"Ih...Om...nanti aku bilangin ke mommy lho,kalo Om mau nglamar Zaf lho...!" Zaf.
Dika sontak tertawa "Jadi,kamu kesini cuma mau mengejek Om saja?" kini Dika sudah beralih pada Zaf.
Zaf kembali terlihat murung dan menundukan wajahnya.
"Om,menurut Om apa sih yang ada didiri Zaf yang tidak menarik?" tanya gadis itu.
Dika yang tadinya sedang kembali membaca lampirannya kini kembali melihat kepada keponakannya.
"Di diri Zaf tidak ada yang salah,Zaf manis,cantik dan pintar...namun itu saja tidak akan bisa membuat seseorang bisa jatuh cinta kepada kita" ucap Dika yang seolah menjadi seorang pakar dalam hal percintaan.
Zaf mengerutkan dahinya "Maksud om?"
"Cinta itu masalah hati Zaf,kamu tidak bisa memaksanya".
" Lalu,bagai mana dengan ucapan orang jawa yang mengatakan witing tresno jalaran soko kulino?"pertanyaan Zaf membuat Dika kembali berpikir bagai mana ia akan menjawabnya.
Bisa jatuh reputasinya,jika Dika tidak menemukan kalimat yang cocok untuk menjawab pertanyaan dari Zaf.
Fakum terlalu lama jadi lupa alurnya...maaf ya jika ceritanya agak nggak nyambung. terlalu lama hiatus ini...
__ADS_1