Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 26


__ADS_3

"Apa dia baik-baik saja? " tanya Bryan kepada dokter pribadi keluarga Abram.


"Ya, dia hanya syok berlebihan"ucap sang Dokter setelah memeriksa keadaan Zaf.


"Berapa lama dia akan sadar? "Bryan bertanya kembali.


"Dia akan segera siuman, kau tenang saja" Dokter wanita itu memasukka stetoskopnya kedalam tasnya "Aku hanya heran, bagai mana dia bisa terjebak disini? ".


"Kau mengenalnya? ".


"Ya, dia teman adikku, tadinya kukira dia adalah kekasihnya tapi setelah melihat dia berada disini jadi aku berpikir berbeda"ucap dokter itu yang tak lain adalah Adelia kakak dari Oliver.


"Baiklah, kau bisa pergi"Bryan mengusir Adelia.


"Ck, aku akan tetap disini sampai Zaf sadar, kalau tidak bagai mana aku akan menjelaskan kepada Oliver" Adelia tak mau beranjak dari duduknya.


Bryan melengos kemudian membiarkan Adelia untuk menemani Zaf disana, ia kemudian keluar dari kamar Zaf.


"Dad, bagai mana keadaan kak Zaf? " tanya si gadis kecil yang tidak lain adalah Luciana.


"Kak Zaf hanya kelelahan sayang, apa Luci sering menyuruh kak Zaf melakukan pekerjaan yang berlebihan? " Bryan bertanya dengan lembut kepada putrinya.


Luci menggeleng "Tidak Dad, Luci suka dengan kak Zaf bagai mana bisa Luci melakukan itu? " Cicit gadis itu.


"Baiklah"Bryan kemudian menggendong putrinya "Sudah larut, dan waktunya Luci untuk tidur, Daddy akan membawa mu kekamar" Bryan kemudian membawa Luci kekamarnya.


Beberapa saat setelah Bryan meninggalkan kamar Zaf, Wanita itu tersadar dari pingsannya.


Dan merasa terkejut saat melihat ada Adelia disampingnya.


"Kak Adel? " tanya Zaf masih dengan suara serak nya.


"Zaf, kau sudah sadar? "ucap Adelia kemudian kembali mengambil stetoskop nya dan kembali memeriksa Zaf.


"Apa yang kamu rasakan Zaf? " Adelia bertanya.


Zaf menggeleng "Hanya lemas saja kak" jawab Zaf kemudian duduk dari posisi tidurnya.


Adelia mengangguk.


"Jadi, aku kenapa? " Zaf bertanya.


"Hanya syok berlebihan"Adelia mengemasi barangnya "Aku berikan vitamin, nanti diminum setelah makan" ucap Adelia mengeluarkan beberapa lembar obat dari dalam tasnya.


"Jadi, kakak bekerja disini? " Zaf bertanya.


Adelia mengangguk "Lalu, bagai mana bisa kau terdampar disini, bukan kah kau sedang mencari seseorang? " tanyanya.

__ADS_1


"Ada sedikit masalah antara aku dan Bryan" Zaf menjawab.


"Aku tahu Zaf, seharus nya aku tidak ikut campur dalam masalah mu, tapi sebagai sesama orang Indonesia, aku akan membantumu jika kau butuh bantuan" Adelia mengusap bahu Zaf.


Zaf baru teringat sesuatu "Kak, kakak sudah berapa lama bekerja untuk keluarga Abram? ".


"Mmmm..."Adelia mengingat-ingat"sekitar delapan tahunan" ucapnya.


"Kalau begitu, kakak pasti tahu tentang Daniel Movic? "tanya Zaf.


"Setahuku dia adalah kakak ipar Bryan".


"Ya, apa kakak tahu tentang kematian Lilyana?".


"Hm"Adelia mengangguk "Dia meninggal karna overdosis heroin, aku punya salinan data medisnya".


Mendengar itu Zaf menepuk keningnya sendiri, kenapa ia bisa sebodoh ini.


Jika saja sebelumnya ia bisa bertanya kepada Adelia, mungkin ia juga tidak akan terjebak disini. Dan harus menuruti keinginan konyol dari Bryan.


Tapi semua memang sudah terlanjur, semua tidak akan bisa kembali seperti semula.


Sekarang, yang harus Zaf pikirkan adalah bagai mana cara dia untuk bisa pergi dari sini.


Apa dia harus menelfon daddy nya untuk membantunya? tidak,jika itu dia lakukan, Daddy pasti akan menyalahkan Kenz atas semua ini, dan akan semakin menjauhkan Zaf dari Kenz.


"Ah, iya tuan"jawab zaf sedikit gugup.


"Zaf, kalau sudah tidak ada keluhan apa-apa,saya pamit dulu"pamit Adelia.


"Iya kak, terima kasih" ucap Zaf.


"Hubungi saya jika kamu butuh bantuan" ucapnya lagi kemudian beranjak dari duduknya.


Setelah berpamitan dengan Bryan,Adelia kemudian pergi dari mansion Abram.


"Makanlah dulu, kemudian minum obat nya" Bryan mneyodorkan satu mangkuk berisi bubur yang dibuat oleh salah satu Pelayannya.


"Terimakasih"Zaf menerima mangkuk itu kemudian menyendokkan sesuap kedalam mulutnya.


Mulut yang memang terasa pahit itu ia paksakan untuk menelan makanan yang baru masuk kedalam tubuhnya.


Dan setelah beberapa suap ia memaksakan,Zaf kemudian meletakan mangkuk yang masih berisi bubur itu keatas nakasnya.


Dan tanpa ia duga, Bryan menyodorkan obat dan segelas air putih untuk Zaf minum.


Zaf yang masih merasa heran dengan sikap tuannya itu justru hanya mematung melihat tangan Bryan yang membawa obat dan gelas itu.

__ADS_1


"Kau tenang saja, ini bukan racun" ucap Bryan karna Zaf yang tak kunjung menerima obatnya.


Zaf mendongak kemudian menerima obat tersebut dan langsung meminumnya.


"Segeralah istirahat, besok kamu akan lebih sibuk dari biasanya" ucap Bryan kemudian meninggalkan kamar Zaf.


Memangnya apa yang Bryan rencanakan untuknya? kenapa ia akan sibuk besok? Zaf menggeleng untuk menyingkirkan fikiran buruk dari dalam kepalanya.


Kemudian ia kembali membaringkan tubuhnya dan karna pengaruh dari obat yang ia minum, ia pun segera terlelap dalam mimpinya.


***


Pagi menjelang, sepasang mata terbuka dengan sendirinya karna mersasa terusik oleh cahaya yang memasuki ruang peristirahatannya.


Ada yang aneh saat ia pertama membuka matanya, ruangan asing yang berbeda dari kamarnya.


Belum sempat mengumpulkan tenaganya, Kenz dibuat terkejut saat mendapati ada seseorang yang terlelap disampingnya.


Seketika kedua bola matanya melotot saat melihat ternyata itu adalah Mirela.


Wanita itu terlelap dengan lengan Kenz sebagai bantalannya.


Dan tanpa babibu Kenz pun langsung menarik tangannya hingga membuat kepala Mirela terantuk.


Wanita itu meringis,bukan karna kesakitan namun karna keterkejutannya.


"Apa yang kau lakukan Kenz? "(Dalam bahasa Inggris) ucapnya masih dengan suara seraknya.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa yang terjadi semalam, apa yang kita lakukan?!" (Dalam bahasa Inggris) Suara Kenz meninggi apalagi saat mendapati tubuhnya tidak tertutup oleh pakaian yang lengkap, hanya celana pendek saja yang ia kenakan.


Mirela pun melihat kearah mana yang Kenz lihat,yaitu melihat kearah tubuh pria tersebut.


"Seperti inikah reaksi mu saat sadar Kenz? bukankah kau berkata lain semalam? Kau bilang kau tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi pada kita malam tadi, lalu kenapa saat pagi hari ucapanmu berubah"(dalam bahasa Inggris) Mirela dengan mata sendunya.


Bertambah mendidih lah rasa kepala Kenz saat ini, belum juga ia selesai dengan masalah Zaf, kini malah ada masalah baru lagi yang muncul.


Pria itu terduduk lemas dan mengacak-acak rambutnya sendiri.


Merasa menyesal dengan kebodohannya sendiri,apa yang akan dilakukan Zaf jika gadis itu sampai tahu apa yang ia lakukan kepada wanita lain?.


Demi apapun Kenz benar-benar menyesal, apakah dia mampu memutar waktu dan memperbaikinya.


Seharusnya ia memang tidak melampiaskan kekesalannya kepada minuman, lihat apa yang terjadi disaat ia hilang kendali atas dirinya sendiri.


Kenz merutuki perbuatan yang telah ia lakukan sendiri.


__ADS_1


__ADS_2