Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
extrapart12


__ADS_3

Te****ntang Gladys...


Sejak kecil,kedua orang tua Gladys sudah tiada, dan dia dibesarkan di sebuah panti asuhan.


Sejak ia sekolah,Gladys selalu mencari uang sendiri untuk meringankan beban ibu pengurus panti. Dari pengirim koran, pengirim susu dan terkadang membantu ibu panti menjual makanan ringan disekolahnya.


Bahkan ia sampai pernah di tegur oleh seorang Guru atas apa yang ia lakukan.


Namun bukan Gladys jika tidak bisa membalas ucapan Guru tersebut.


"Jadi apa bapak lebih suka saya mencuri dari pada hanya berjualan disekolah?" ucap Gladys membuat Guru itu kicep.


"Gladys hanya ingin membantu ibu di panti pak, apa juga tidak boleh? jika berjualan saja bapak melarang, apa bapak mau mendonasikan sebagian gaji bapak untuk adik-adik saya di panti?" Guru itu tak berkutik, bingung harus menjawab apa, akhirnya guru itu pun pergi dan membiarkan Gladys begitu saja.


Setelah ia memasuki sekolah menengah pertama, uang jajan Gladys tak pernah ia gunakan, ia menabung uang itu agar bisa ia gunakan untuk membantu ibu panti jika ada kebutuhan yang tak terduga. Sedangkan untuk jajannya sendiri biasa di traktir oleh teman-temannya.


Gladys memiliki banyak sekali teman, karna keramahannya, banyak orang yang menyukainya.


Sehingga saat ia sekolah menengah atas juga begitu. Memiliki perasaan tak tega terhadap orang lain membuat Gladys sering terlibat dalam situasi yang tidak menyenangkan.


Karna ia selalu menerima para pemuda yang menyatakan cinta mereka, menjadikan Gladys memiliki julukan sebagai play girl.


Selalu saja seperti itu,bahkan sahabatnya Rani sampai bingung, jika para pacar Gladys menanyakan tentang gadis itu.


Sambil menyelam minum air, Gladys yang selalu mendapatkan banyak hadiah dari pacar-pacarnya entah mengapa menjadikan julukannya yang tadinya hanya play girl bertambah menjadi cewek matrealistis.


Dan karna sudah melekatnya julukan tersebut, sekalian saja Gladys manfaat kan barang-barang pemberian para pacarnya itu.


Gladys tidak pernah memakai barang-barang tersebut, ia justru menjual nya setelah mendapat kata putus dari para pacarnya. Karna tidak mungkin bagi dia mengembalikan barang tersebut kepada pemberinya.

__ADS_1


Banyak sekali yang Gladys dapatkan dari para pria tersebut. Apa lagi jika dia pacaran dengan pemuda yang kaya, semua benda bisa ia dapatkan tanpa harus meminta. Dari tas, sepatu, baju bahkan pernah ada juga yang memberinya kalung emas.


Namun barang itu berakhir di tangan para pembeli.


Berbeda dari para pemuda itu, Jeffrin aldino adalah salah satu sahabatnya. Pemuda itu tak pernah menyatakan ingin menjadi pacar Gladys, melainkan ingin menjadi sahabat gadis itu.


Sudah hampir tiga tahun mereka bersahabat, Jeff begitu mengenal Gladys luar maupun dalam. Jeff tahu bagaimana latar belakang kehidupannya. Dia juga tahu bagai mana alasan Gladys menerima perasaan para mantan pacarnya dulu.


Bukannya dihati Jeff tidak ada perasaan yang spesial untuk Gladys, hanya saja terjebak dalam Friendzone membuatnya tidak enak jika harus menghancurkan persahabatannya.


Dan Jeff juga yakin, bahwa jika Gladys mengetahui perasaannya, gadis itu pasti tidak akan mau menjadi sahabatnya lagi. Terlalu naif memang,tapi itu lah Jeff.


Seperti pagi ini, Jeff yang mendatangi kost an Gladys, merayu gadis itu agar mau ikut dengannya kepesta pernikahan sepupunya.


"Ayo lah dys...kamu tega membiarkan aku sendiri kesana?" ucapnya.


"Tidak masalah, mereka tidak pernah mempermasalahkan aku berteman dengan siapa" kembali Jeff merayu Gladys "Dan aku sendiri juga tidak terlalu akrab dengan undangan sepupuku, jika ada kamu setidaknya aku bisa ada teman mengobrol"


Gladys terlihat berpikir " aku tidak akan izin untuk pekerjaanku hanya untuk menemanimu ke acara itu"


Jeff terdiam sejenak " Kamu tenang saja, aku akan membayarmu...berapa yang kamu mau?" Jeff mengambil domepetnya kemudian membukannya.


Gladys yang melihat isi dari dompet sahabatnya itu kemudian, dengan cepat merampas lembaran isi dari dompet itu.


Jeff tersenyum geli melihat Gladys yang sumringah menghitung uang hasil rampasannya tadi " jadi mau kan?" Jeff memastikan.


Gladys mengangguk sambil menghitung uang yang ada ditangannya "dua puluh.... oke, kapan kita berangkat" ucap gadis itu setelah selesai menghitung uang lembaran seratus ribuan dari dompet Jeff.


"Dasar perampok ulung" cibir Jeff "keta berangkat sekarang" ucap Jeff menarik Gladys menuju air port untuk manuju ke kotaA.

__ADS_1


Setelah sampai kekotaA, Jeff membawa Gladys menuju kesebuah hotel disana.


"Kamu tidak berniat macam-macam kan?" Gladys menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya.


"Apa yang kau pikirkan? kau akan tinggal disini, aku akan tinggal dirumah orang tuaku. Tidak mungkin kan aku mengajakmu tinggal disana" Ucap Jeff setelah ceck in di hotel itu.


Gladys bernafas lega " benar juga, lagi pula kau juga tidak mau tinggal dirumah orang tuamu".


"kenapa? takut, kalau nanti kita dinikahi" goda Jeff.


Gladys langsung meloncat kemudian memukul kepala pemuda itu, hingga membatnya mengaduh.


"Kau!"


"apa...? wlekk!" Gladys menjulurkan lidahnya langsung masuk kekamarnya, dan sebelum Jeff sempat masuk, pintu sudah ia tutup dengan keras.


Jeff hanya melongo tepat didepan pintu kamar Gladys yang tertutup.


Namun tidak lama, pintu itu terbuka kembali, menampakan Gladys yang berdiri didepannya "mmm..." Gladys menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Aku tidak punya gaun yang bagus, jadi aku harus pakai apa nanti malam?".


Jeff yang mendengar ucapan Gladys malah terkekeh " Apa kamu pikir aku tidak tau masalahmu?" ucap Jeff " nanti akan ada yang mengantar gaun untuk mu, jangan lupa dandan yang cantik".


Gladys mengangguk kemudian menutup pintunya kembali namun kali ini tak sekasar tadi.


Setelah malam tiba, gaun yang dimaksud Jeff sudah dikirim oleh kurir. Dan Gladys sudah bersiap dengan dandanannya yang hanya polesan tipis diwajahnya.


Penampilan Gladys yang terlihat sederhana itu bahkan bisa membius Jeff yang terlihat terpesona olehnya.


Oke, kini mereka sudah bersiap untuk menghadiri pernikahan Rekha dengan Elfa yang diselenggarakan di hotel berbintang yang tak jauh dari hotel yang ditempati Gladys.

__ADS_1


__ADS_2