
Melihat meja didepan Zaf yang kosong, Oliver pun menawarkan untuk mengambilkan minuman untuk gadis itu, dan Zaf mengangguk setuju.
Saat Oliver menuju stand minuman, Zaf mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tersebut.
Dan tiba-tiba kedua netra nya menangkap sesosok orang yang sangat ia kenal dan seseorang yang menjadi alasan ia berada disini.
Kenz, benar...itu adalah Kenzi,dia sedang sibuk menuangkan beberapa botol minuman beralkohol kedalam gelas.
Tanpa menunggu lagi, Zaf langsung berjalan cepat menuju kearah Kenz.
Saat tepat dihadapan pemuda itu, Zaf hanya diam sambil memperhatikan gerak-gerik Kenz yang belum menyadari keberadaannya.
Zaf dapat melihat Kenz tersenyum kepada salah seorang pelanggan wanitanya,dan sungguh itu membuat hati Zaf terasa nyeri.
Sudah berapa lama ia tak melihat senyum itu? kenapa ia bisa memberikan senyum itu dengan mudah kepada orang lain?
Zaf kemudian berjalan mendekat dan duduk tepat didepan Kenz.
"Zaf?! " ucap Kenz terkejut.
Zaf menunjukan senyumnya, senyum kerinduan serta senyum terluka dari hatinya.
Tanpa terasa lelehan air matanya jatuh dan cepat-cepat ia tepis agar tak ada yang mengetahuinya.
"Kau terkejut? " kalimat pertama yang keluar dari bibir gadis itu.
"Bagai mana kau bisa sampai kemari? " tanya Kenz yang masih merasa tak percaya.
Belum sempat Zaf menjawab, tiba-tiba ada seorang wanita meminta dibuatkan minuman oleh Kenz.
Dan Kenz yang masih dalam posisi bekerja harus melayani pelanggannya dengan baik.
Merasa diabaikan, Zaf langsung saja merebut minuman yang Kenz sodorkan untuk pelanggannya tadi.
Dan Glek...tanpa aba-aba Zaf langsung meneguk habis minuman tadi.
"Zaf kau-" Kenz merasa terkejut dan khawatir,karna minuman tadi mengandung alkohol cukup tinggi, sedangkan Zaf yang ia ketahui tidak bisa minum.
Setelah menegak habis minuman tadi, Zaf hanya diam dan menundukan wajahnya. Entah lah ia sedang apa.
Setelah Kenz membuatkan minuman kembali untuk pelanggannya tadi, pria itu kembali keoada Zaf, namun sebelum ia berucap tiba-tiba ada seorang pria mendekat.
"Zaf, kau disini? " ucap pria yang tak lain adalah Oliver.
"Siapa kau? " Tanya Kenz dingin.
__ADS_1
Oliver menegakan tubuhnya,dan melihat seseorang yang bertanya padanya.
"Aku Oliver" jawab Oliver kemudian kembali kepada Zaf yang terlihat sudah mabuk.
"Maksudku, apa hubunganmu dengannya? " tanya Kenz.
"Aku... " Oliver memandang wajah Zaf yang tengah memejamkan matanya, gadis ini bahkan sudah goyah jika lelaki itu tak menjadi sandarannya "Aku kekasihnya" Jawab Oliver berbohong.
maaf Zaf, aku harus berbohong agar tidak ada orang yang berani mengganggumu.batin Oliver.
Kenz yang mendengar itu seakan ada perasaan tidak rela dihatinya.
Ia bahkan meremas tangannya sendiri sebagai pelampiasan rasa amarahnya.
Ck bukankah bagus dia punya kekasih? dia tidak akan mengganggu ku lagi?.Batin Kenz.
"Baiklah kami permisi" ucap Oliver kemudian merangkulkan tangan Zaf keatas pundaknya untuk membantu gadis itu berjalan.
"Zaf,kita pulang" ucap Oliver,kemudian memapah Zaf meninggalkan tempat tersebut.
Apa? pulang? apa mereka tinggal bersama? . Astaga Zaf benar-benar membuat Kenz terkejut, bagai mana bisa gadis polos itu tinggal satu rumah dengan pacarnya? apa hubungan mereka sudah sejauh itu?. Kenz memijit pangkal hidungnya, ia merasa pening memikirkan gadis tersebut.
"Tolong gantikan aku"ucap Kenz kepada rekan kerjanya,ia kemudian buru-buru melepaskan apronnya dan mengejar Zaf yang sedang bersama lelaki lain.
"Tunggu! " teriak Kenz Menghentikan Oliver dan Zaf yang sudah berada dipintu depan.
"Ya? " tanya Oliver yang tak mengerti kenapa Kenz menghentikannya.
"Lepaskan dia? "ucap Kenz tiba-tiba membuat Oliver tak mengerti.
"Lepaskan gadis itu! " Kenz mengulangi ucapannya.
"Ada apa dengan mu bro? dia kekasihku dan aku akan membawa nya pulang-"
Bugh...
Sebuah bogem mentah Kenz luncurkan mengenai pipi kiri Oliver.
Lelaki itu terhuyung hingga tangannya terlepas dari Zaf, dan membuat gadis itu hampir terjatuh karna tidak ada keseimbangan.
Dan segera Kenz menopang tubuh Zaf agar tidak terjatuh.
"Hei!! " Oliver hendak marah dan membalas pukulan Kenz namun belum sempat ia melepaskan pukulannya, Kenz berucap.
"Dia adikku, jadi jangan membuat cerita bohong tentangnya!"
__ADS_1
Mendengar itu Oliver terdiam "Ck, jadi kau orang yang dia cari itu? " Ucap Oliver menunjukkan senyum seringainya sambil mengusap pipinya yang masih terasa kebas. "Baik lah, kau bisa membawanya" ucap Oliver begitu saja.
Tidak ada perlawanan kenapa? karna sepupunya Lila berpesan jika Zaf sudah bertemu dengan orang yang ia cari, maka tugas Oliver sudah selesai.
Dan karna kini karna sudah ada yang mengatakan ia adalah orang yang Zaf cari berarti tugas Oliver sedah selesai dong?.
Tapi, bagai mana jika lelaki ini berbohong? apa Oliver harus melepaskannya begitu saja?
"Tunggu dulu! " ucap Oliver menghentikan langkah Kenz yang tengah menggendong Zaf "Bagai mana jika kamu adalah penipu? " ucap Oliver.
Kenz berbalik memandang Oliver "Kau bisa bertanya sendiri padanya" ucap lelaki itu dingin.
"Ck, kau pikir aku bodoh? bagai mana bis aorang mabuk diajak bicara?! " ucap Oliver naik pitam.
Kenz tersenyum "benar juga"ucapnya melirik gadis yang tengah tertidur digendongannya itu.
Oliver memandang gadis yang terlelap itu,kemudian menghela nafasnya "Baik lah, aku akan ikut denganmu, bagai mana jika kamu bukan orang yang ia maksud, bagai mana jika kamu adalah penipu? "ucap Oliver.
Kenz Mengangguk setuju.
"Dimana alamat mu, biarku antar" ucap Oliver kembali, kemudian berjalan mendahului Kenz untuk menuju kemobilnya.
Setelah memberi tahukan alamatnya kini Oliver pun mengantar Kenz dan Zaf menuju tempat tinggal Kenz.
"Oh iya, aku belum membalas pukulanmu yang tadi"ucap Oliver tiba-tiba membuka obrolan didalam mobil.
Oliver yang menyetir, sedangkan Kenz duduk dibelakang dengan Zaf tertidur dipangkuannya.
Kenz yang mendengarnya kemudian terkekeh "Ku pikir kau orang jahat"
"ck, bagai mana kau tahu aku orang jahat padahal kita baru kenal? " Oliver tak terima.
"Tidak ada orang yang berbohong adalah orang baik kan? "
"bagai mana kau tahu aku berbohong? " masih tak terima dengan tuduhan berbohong dari Kenz, walau pun sebenarnya ia memang berbohong.
"Karna dia" Kenz menatap kearah wajah polos Zaf yang tengah tertidur "Tidak akan dengan mudah berpaling hati" ucapnya jumawa.
"Berpaling hati? " Oliver tersenyum mengejek "Maksudmu berpaling hati darimu?".
Kenz tak menjawab tapi dalam hati nya mengatakan ya, tentu saja.
"Bukan kah, kau bilang kau adalah kakaknya?" Oliver mengingatkan ucapan Kenz yang ia katakan beberapa saat yang lalu. "Tidak mungkin seorang adik akan jatuh cinta kepada kakaknya kan? " ulang Oliver.
Kenz tak menjawab, apakah dia akan menjelaskan perasaannya yang rumit kepada pria yang bahkan baru ia kenal? tidak mungkin
__ADS_1