
hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu.
ya hari pernikahan rafa mahendra dengan cindi azahra.
usai melaksanakan janji suci, malam hari nya dilangsungkan acara resepsi.
pesta dilaksanakan dihotel mewah milik rafa yang berada dikota A.
jika pagi tadi tubuh cindi berbalutkan kebaya mewah dengan payet-payet yang menjadikannya tampak lebih menakjupkan.
pada malam harinya cindi menggunakan gaun pengantin yang tak kalah indah nya.
gaun putih yang simple namun ketika dipakai oleh cindi berubah menjadi gaun yang tampak mewah dan elegan.
disinilah mereka,
diatas pelaminan yang membuat semua mata tertuju pada kedua mempelai.
ruang aula itu disulap oleh tante nila selaku wo yang dipilih oleh mama elina, ada sedikit rasa iri dari tante nila,karna gadis yang ia inginkan untuk menjadi menantunya malah bersanding dengan putra sahabatnya,apa lagi tante nila yang melihat putra semata wayangnya kini berubah menjadi pria yang dingin, dering mabuk-mabukan dan sering berganti pacar,
melihat putranya yang susah move on membuat tante nila sangat sedih,namun melihat kebahagiaan kedua mempelai membuatnya ikut bahagia hingga menetes kan air mata.
hampir semua tamu adalah kerabat juga rekan bisnis rafa, dan cindi hanya mengundang keluarganya saja.
senyuman indah selalu terukir di wajah kedua mempelai saat menyambut ucapan dari para tamu undangan.
"selamat bro" ucap rekha saat berjabat tangan dengan rafa "hati-hati...kalau nggak nanti istri mu aku culik" rekha terkekeh,namun ditanggapi tatapan tajam oleh rafa
"cin...selamat ya...ku tunggu jandamu" lanjut rekha dan berhasil dihadiahi tendangan pada kaki nya dari rafa.
"nyumpahin gue mati lho..." bisik rafa geram
"bukan nyumpahin lho mati bro... siapa tahu lho nyereiin cindi" kekeh rekha namun tak lama ia mengaduh kesakitan karna mendapat cubitan diperutnya oleh elfa
cindi hanya menanggapi kedua makhluk didepannya dengan senyuman.
dan elfa yang ada dibelakang rekha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah calon suaminya itu.
elfa tentu tidak cemburu dengan tingkah rekha,karna dia sangat hafal seperti apa sifat rekha yang memsng seorang playboy sejati dari orok.
mereka tertawa bersama.
dan tiba-tiba.
ting...
suara piano mengalihkan pandangan mereka.
kevin yang sedang duduk dibelakang piano,memainkan jemarinya pada tuts piano.
semua mata tertuju pada satu titik,dimana kevin duduk saat ini,dan memulai menyanyikan sebuah lagu
bagaimana mestinya
membuatmu jatuh hati kepadaku
telah ku tuliskan sejuta puisi
meyakinkanmu membalas cintaku
"bagai mana dia bisa datang?" rafa heran
cindi yang melihat kearah mata rafa "pasti tante nila"
mereka memang tidak mengundang kevin namun tante nila mendapat undangan karna selaku wo pada pernikahan mereka dan pasti mengajak putranya keacara ini.
haruskah kumati karenamu
terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
haruskah kurelakan hidupku
hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
__ADS_1
hentikan denyut nadi jantungku
tanpa kau tahu betapa suci hatiku
untuk memilikimu...
rafa mengeratkan tangannya yang sudah berada dipinggang ramping cindi
adakah keikhlasan
dalam palung jiwamu mengetukku
ajarkanmu bahasa perasaan
hingga hatimu tak lagu membeku
haruskahku mati karenamu
terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
haruskah kurelakan hidupku
hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
*hentikan denyut nadi jantungku
tanpa kau tau betapa suci hatiku
untuk memilikimu
tiadakah ruang dihatimu untuku
yang mungkin bisa
tuk ku singgahi
hanya sekedar penyejuk disaat kulayu
kuslalu menantimu
semua mata tertegun mendengar lirik lagu yang kevin bawakan.
begitu juga dengan cindi maupun rafa.
ternyata dibalik kebahagiaan mereka saat ini,tetap ada hati yang tersakiti.
setelah menyelesaikan lagunya,kevin kemudian menuju pelaminan dimana sepasang mempelai pengantin itu berada.
menjabat tangan rafa dan beralih pada gadis yang selama ini ia idamkan.
sungguh tidak mudah bagi kevin,namun hidup takakan berhenti sampai disini.
senyum yang tersungging dibibirnya seakan menyiratkan betapa sakitnya hati kevin saat ini.
***
usai pesta diselenggarakan, kini cindi sedang duduk diatas ranjang, sedangkan rafa sedang membersihkan tubuhnya dikamar mandi.
ya tuhan...cindi benar-benar gugup... memikirkan malam pertamanya.
terdengar suara pintu yang terbuka, semakin dag dig dug tuan ting nya.
rafa berjalan mendekati cindi yang masih diam membisu diatas ranjang, kemudian mengecup kening cindi lembut
"gugup?" tanya rafa terkekeh
cindi menatap mata rafa yang terlihat hangat.
"jika kau belum siap aku bisa menunggu" kembali mengecup kening cindi dan berjalan memutari ranjang kemudian masuk dalam selimut disamping cindi
cindi merasa lega,sekaligus bersalah, walau bagai mana pun rafa sekarang adalah suaminya,dan dia berhak memiliki cindi seutuhnya.
cindi mendekati rafa kemudian mengecup bibir rafa.
__ADS_1
meta rafa yang tadinya terpejam sontak terbuka saat merasa sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya
"apa aku yang harus memulainya?" bisik cindi tepat didepan wajah rafa,hingga nafas cindi terasa semilir mengenai wajahnya
wajah cindi merona,dan terasa panas, dia sering menggoda rafa namun tidak untuk hal semacam ini.
rafa menyambut cindi dengan penuh suka cita,cindi yang akan menjauhkan wajahnya dari rafa tiba-tiba rafa menarik tengkuknya dan ******* lembut bibir cindi
rafa yang tadinya berada dibawah cindi,kemudian mendorong cindi tanpa melepas pagutanya hingga kini cindi berada dibawahnya.
"aku tidak akan menghentikannya jika aku sudah memulainya" ucap rafa disela-sela ciumannya
melihat wajah cindi yang semakin merona membuat rafa semakin bersemangat melucuti tubuhnya.
siapa yang tidak merasa malu disaat ini yang pertama kali baginya.
satu persatu pakaian cindi sudah terhempas entah kemana.
rafa mencium seluruh bagian tubuh cindu dari ujung kaki hingga kepala.
ciuman panas yang tadi dibibir kini menurun keleher jenjang cindi.
tidak hanya bibir yang beraksi,tangan pun ikut andil untuk memuaskan gadis yang kini menjadi istrinya
istri?setiap mengingat kata itu rafa semakin bersemangat untuk menjamah surga istrinya.
"rafa...wait...aku mau pipis" ucap cindi saat merasa ada sesuatu yang akan keluar dari tubuh nya
rafa yang tadinya menghentikan kegiatannya pada bagian bawah istrinya, mengerti maksud cindi bahwa cindi akan mendapatkan pelepasan pertamanya.
namun bukan nya menghentikan aksinya,rafa justru lebih bersemangat memainkan tubuh cindi "keluarkan sayang...panggil namaku" bisik rafa
"raf...ahhh" cindi mendapat pelepasan pertamanya.
ia merasa ada yang berkedut disana,dengan nafas yang masih ngos-ngosan,rafa menyambar bibir cindi dan membiarkannya menyiapkan diri untuk dimasuki rafa.
setelah dirasa tubuh cindi kembali memanas,rafa bersiap untuk memasuki cindi
cindi menahan dada rafa yang akan memasukan juniornya "apa sakit?" tanya cindi
rafa tersenyum hangat "sedikit... tahan ya..." rafa dengan sangat pelan memasuki cindi.
berusaha sekuat tenaga agar tidak menyakiti wanitanya.
"ahh..." cindi menahan jeritnya dengan menggigit bibir bawahnya.
baru kepanya saja yang masuk dan rafa merasa sangat kesusahan karna cindi benar-benar sempit untuknya.
"tahan sayang sebentar lagi masuk semua" rafa mengecup bibir cindi untuk menenangkan cindi
merasa kesusahan,akhirnya rafa menghentakan juniornya dalam satu hentakan"ahh..."jerit cindi tertahan,air matanya mengucur begitu saja,tanpa sadar cindi meremas punggung rafa hingga ada bekas cakaran disana
rafa bisa merasakan sesuatu mengalir dibawah sana.
"kamu benar-benar sempit sayang"rafa menghentikan gerakannya membiarkan cindi tenang,dan mengalihkan ciumannya pada gundukan cindi yang kenyal.
setelah merasa cindi cukup tenang, rafa memulai menaik turunkan pinggulnya dengan hati-hati.
cindi yang tadinya meringis kini mulai mengimbangi gerakan rafa,
rafa yang merasa cindi sudah lebih baik,menaikan tempo permainanya.
deru nafas keduanya semakin memburu,
permainan semakin cepat,dan mereka mendapatan pelepasan secara bersamaan.
" terimakasih sayang"ucap rafa mengecup kening cindi.
kemudian menarikanya kedalam pelukannya,dan mereka terlelap bersama.
end
terimakasih untuk yang sudah mengikuti kisah ini...ikuti juga novel aku yang baru "istri kesayangan chef tampan" jangan lupa like dan komennya ya...
__ADS_1
terimakasih