Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 46


__ADS_3

"Om memang bukan ahli dalam bidang ini Zaf, karna kau tahu sendiri om juga gagal saat menjalin hubungan, tapi om memiliki satu saran untuk mu, selama kau tahu jika orang yang kamu cinta itu juga memiliki perasaan yang sama maka perjuangkanlah" Dika memberi nasehat bak seorang pujangga cinta.


"Walau pun itu sakit?" Zaf bertanya.


"Tidak akan sakit jika keduanya memiliki cinta yang sama Zaf" ucap Dika lagi "Kau hanya memiliki satu masalah dalam hubungan kalian" Mendengar itu Zaf memperlihatkan kerutan didahinya tanda ia menanyakan tentang maksud dari ucapan omnya tersebut.


"Jarak adalah masalah kalian"ucap Dika akhirnya, karna ia bisa membaca jika Zaf tidak mengerti maksudnya.


"Apa Zaf harus mengejarnya lagi?"gumam-gumam gadis itu dan tentu saja masih dapat didengar oleh Dika.


"Pergi sana susul dia... kau disini seperti orang gila yang menahan rindu saja" usir Dika kemudian kembali ke meja kebesarannya.


"Ck... baik, baik... Zaf akan segera pergi" Zaf berucap kemudian segera beranjak karna dia jiga tahu bagaimana sibuknya om Dika saat ini.


Karna perusahaan yang ia pegang juga terkena imbas dari kelakuan Bryan saat itu.


Beberapa hari kemudian, Setelah mndapat izin dari perusahaan juga izin dari papa Raf dan mama Cindi yang sudah membaik, Zaf akhirnya memutuskan untuk berlibur ke Spanyol dimana Kenz berada saat ini.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari delapan belas jam, Zaf kini sudah mendaratkan kakinya di Barcelona.


Pertama ia mencari hotel untuk ia beristirahat terlebih dahulu, dan besok ia akan datang ke perusahaan Kenz untuk mengunjunginya.


Setelah mendapatkan tempat untuk bermalam, Zaf kemudian segera merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk yang tersedia disana.


Tentu saja setelah ia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Karna masih merasakan jetlag, Zaf segera meminun obat tidurnya dan mengistirahatkan tubuhnya.


***


Epifron group adalah tujuan pertama pagi ini untuk Zaf datangi.


Disana adalah tempat dimana Kenz menduduki tahta sebagai penerus keluarga Smith yang memiliki saham terbesar di perusahaan tersebut.


"Selamat datang di Epifron Grup nona, ada yang bisa kami bantu? "seorang Resepsionis wanita disana dengan ramah.


"Bisa saya bertemu dengan tuan Kenz? " Zaf bertanya tentang niatnya.


"Oh, sudah ada janji sebelumnya? " Tanya resepsionis itu kemudian.


Zaf menggeleng "Belum"ucapnya.


"Tuan Kenz belum datang kekantor nona, jika anda berkenan silahkam menunggu di ruang tunggu yang ada di loby"tutur resepsionis ramah.


Zaf menolehkan kepelanya kearah yang ditunjukan oleh resepsionis tersebut.

__ADS_1


Ia melihat ada deretan kursi yang ada disana.


"Nanti jika tuan sudah datang, kami akan memberi tahumu" ucap Resepsionis itu kembali.


"Terimakasih" Zaf menjawab dengan senyum kemudian berjalan menuju kursi yang tersedia.


Setalah mendaratkan bokongnya diatas kursi, Zaf melihat lengannya yang terdapat jam tangan pada pergelangan tangannya.


Jam baru menunjukan pukul delapan pagi, tentu saja seorang pemimpin perusahaan tidak akan datang sepagi ini.Batin Zaf.


Ia mengeluarkan ponselnya kemudian membuka aplikasi permainan untuk mengisi waktunya.


Satu jam berlalu,


Zaf yang tengah asik bermain dengan ponsel nya tidak menyadari saat pemimpin perusahaan yang tidak lain adalah Kenz melewatinya.


Sedangkan Kenz sendiri sedang berjalan sambil mendengarkan asistennya membacakan jadwalnya hari ini.


Resepsionis yang tadi ingin memberi tahu kepada bos nya tentang tamu yang mencarinya, namun rasa takut lebih besar karna melihat bos nya yang tampak begitu sibuk.


Bisa dilihat dari cara berjalannya yang sangat terburu-buru.


Kenz sudah hampir memasuki lify pribadinya dan.


Deg...


Kemz memutar kembali tubuhnya, dan kedua bola matanya dapat menangkap sosok yang sangat ingin ia temui.


Dan disaat yang bersamaan Zaf juga mendongakkan kepalanya, netranya juga menangkap Ken yang sudah berdiri didepan lift dan sedang menatapnya.


"Tuan, pintu lift sudah terbuka"asisten Kenz berujar,namunKenz tak menghiraukannya.


Sesaat ia terpaku, dan kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat untuk mendatangi Zaf.


Ia hampir tak percaya jika Zaf kini ada di depan matanya.


Segera Kenz merengkuh tubuh Zaf setelah ia berada didepan gadis itu.


"Kau datang? "ucap Kenz masih belum melepaskan pelukannya.


Pemandangan itu dapat dilihat oleh semua pegawai yang lalu lalang disana, dan membuat resepsionis tadi merasa bersalah karna tidak segera memberi tahu bosnya tersebut.


Zaf menjawab dengan menganggukan kepalanya, dan itu bisa Kenz rasakan melalui dadanya karna kepala Zaf yang tertempel disana.


Setelah beberapa menit melepas rindu, yaitu berpelukan dengan tanpa sepatah kata yang terucap, Kenz kemudian menarik tangan Zaf untuk mengikutinya.

__ADS_1


Kenz membawanya menuju ruangannya.


Zaf bisa melihat bagai mana besar dan mewahnya ruangan presdir tersebut, kini ia merasa begitu kecil dihadapan Kenz yang saat ini sudah berhasil mencapai kejayaannya.


Kenz kemudian mendudukan Zaf dikursi kebesarannya.Sedangkan ia sendiri duduk diatas meja didepan Zaf.


"Ceritakan,bagai mana kau bisa sampai disini" Kenz meminta penjelasan dari wanita didepannya tersebut.


Zaf bersidekap menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi milik Kenz tersebut.


Gadis itu menyunggingkan senyumnya "Kenapa sikap mu sangat berbeda dengan saat kita bertemu di Paris empat tahun yang lalu? " ucapnya.


Kenz mendekatkan wajahnya pada wajah Zaf, "Kau yang paling tahu jawabannya" ucap Kenz pelan namun hembusan nafas Kenz dapat Zaf rasakan.


"Eghm... "Zaf berdehem "Kau tahu, jika saat itu kau menyambut ku seperti ini entah seperti apa rasa bahagia ku saat itu".


"Benarkah? lalu bagai mana perasaan mu saat ini? ".Kenz masih mempertahan kan posisinya.


Cup.


Satu kecupan dari Zaf mendarat di bibir Kenz "Tentu saja aku senang" Ucap Zaf kemudian.


Dan hal itu tentu saja membuat senyum di wajah Kenz mengembang.


Zaf mengedarkan pandangannya menyusuri seluruh ruangan disana "Ruangan mu ini membuatku merasa kecil Kenz" ucap Zaf kemudian hendak beranjak dari tempat duduk Kenz yang nyaman itu.


Namun Kenz mencekal bahu Zaf agar wanita itu tetap pada tempatnya.


"Tetaplah disini, aku ada rapat sebentar lagi" ucap Kenz kemudian memberikan satu kecupan kembali untuk Zaf sebagai balasan.


"Apa kau rindu pada ku? "Zaf bertanya.


Kenz mengerutkan dahinya "Apa kau rindu pada ku? " kemudian menanyakan hal yang sama kepada Zaf.


Membuat wanita itu memutarkan bola matanya jengah.


Kenz yang menyadari Zaf sedang kesal kemudian kembali mendarat kan satu kecupan dibibir ranum milik Zaf.


"Aku sangat ingin bertemu dengan mu, karna itu aku mati-matian ingin segera menyelesaikan pekerjaan ku disini dan akan segera menjemputmu di Indonesia" ucap Kenz "Tapi aku tidak menyangka, ternyata kau datang sendiri kesini".


Zaf mengangguk "Aku akan disini selama satu minggu,jadi kau harus menemaniku jalan-jalan sampai puas" ucap Zaf disusul senyumannya.


"Tentu saja" Kenz mencapit hidung mancung Zaf gemas."Aku pergi rapat dulu" ucap Kenz.


Kemudian ia menuju ruang rapat setelah mendapat anggukan tanda setuju dari Zaf.

__ADS_1



__ADS_2