Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
extra part3


__ADS_3

"aku penasaran,apa ken itu anaknya kak kevin?" tiba-tiba dika bersuara saat cindi baru saja datang dan mendudukan bokongnya disofa ruang tamu.


hari ini adalah akhir pekan,biasanya cindi akan menghabiskan waktu dengan rafa dirumah saja atau berlibur kesuatu tempat.


namun karna hari ini rafa sedang diluar kota, jadi kini cindi memutuskan untuk berkunjung kerumah papa marco untuk melihat perkembangan kenzi.


dan pertanyaan yang meluncur dari bibir dika pun membuatnya penasaran dan sontak melihat kearah ivy yang baru datang dari arah kamar.


benar juga,apa mungkin kenzi anak kevin?.batin cindi.


"ngaco...!" serobot ivy saat tiba diruangan itu dan mendengar ucapan dika.


"emang mantanmu siapa lagi kalau bukan kevin?" sindir dika kemudian mengambil bugkus snack yang dibawa cindi tadi lalu membukanya.


"dulu emang gue tergila-gila sama dia,karna gue pikir-" ivy menghentika ucapannya kemudian melirik cindi sekilas"gue pikir karna dia begitu perhatian sama kak cindi,makanya gue iri dan ingin diperlakukan sama kayak kevin memperlakukan cindi"lanjutnya.


"itulah...iri memang penyakit hati yang berbahaya" tutur dika "terus lo bisa nggak ngejar-ngejar kevin karna apa?" tanya dika.


cindi hanya menyimak,karna sebenarnya dia juga penasaran.


"waktu gue sampai di London,gue langsung nyari kevin dikampusnya,gue juga mutusin buat sekolah disana" jeda ivy kemudian mengambil gelas yang ada dimeja dan meminumnya.


"ya elah kelamaan pake minum segala!" sewot dika yang tidak sabar dengan cerita ivy.


"aus dik," ucap ivy kembali meletakan gelasnya diatas meja "nah,waktu gue udah kekampus kevin,lo tau apa yang gue liat?" dika menggeleng.


"dia sama cewek lain?" ucap cindi yang seperti bisa membaca pikiran ivy.

__ADS_1


"kok kamu tau kak?" tanya ivy merasa heran bagai mana bisa cindi mengetahuinya,padahal ivy juga belum pernah cerita.


"ya tau lah,waktu dia jadi dosen pembimbingku dulu aja sering manggil para maha siswi buat dia ajak diruangannya,bahkan aku pernah memergokinya" tutur cindi.


"serius?aku pikir dia ngelakuin itu cuma didepanku aja,jadi didepan kakak juga sama? wah...parah tu orang" ivy geleng-geleng kepala tak percaya.


"terusin ceritanya" ucap dika.


"ya gitu deh...selain dikampus,waktu gue keapartementnya juga liat dia sama seorang cewe,dan yang lebih membuat gue sakit hati adalah cewek yang gue lihat itu beda sama yang gue lihat siang harinya. ya gue sakit hati dong..." tutur ivy.


"mmm" dika manggut-manggut"terus?"


"terus-terus!" seru ivy "ya aku langsung batallah buat kuliah dikampus yang sama sama kevin!" ucap ivy agak meninggikan suarannya.


"kenapa nggak pulang kesini?" kini cindi yang berucap.


"terus dikampus baru itu lo ketemu sama cowok itu?" dika menebak.


"iya" ivy membenarkan.


"astaga...mudah banget lo berpaling hati" cibir dika.


"abis kata-kata orang spanyol manis...kan aku jadi terpana" ucap ivy membuat cindi dan dika tertawa sambil geleng- kepala geleng.


astaga ternyata seperti itu sifat ivy sebenarnya.


"kenzi mana?" tanya cindi kemudian.

__ADS_1


"baru tidur kak" jawab ivy menunjuk kamarnya yang ada dilantai dua,yang ada disamping kamar cindi.


"terus gimana caranya lo bisa kenal sama mommynya ken?" tanya dika lagi.


ivy menunduk dan menghela nafasnya "gue pacaran sama papanya ken satu tahun,dan tepat disatu tahun hubungan kita,dia mengucapkan kata pisah karna ada seorang wanita lain yang ada dihatinya, ya udah kita pisah, dan disaat dia mutusin aku,ternyata dia juga membawa pacar barunya"


dika dan cindi memperhatikan wajah ivy yang berubah sendu.


"setelah tidak bertemu satu tahun wanita yang baru aku tahu namanya adalah amily itu mendatangiku dengan perutnya yang membesar,dia fikir pacarnya kembali padaku lagi dan berniat ingin meminta penjelelasan, dan setelah ku jelaskan bahwa aku sudah nggak pernah ketemu dia lagi setelah putus. setelah mendengar penjelasanku, amily merasakan kontraksi pada perutnya,dan setelah melahirkan karna kondisinya yang sedang stress berat dia mengalami perdarahan yang hebat hingga merenggut nyawanya." ivy menatap cindi dan dika secara bergantian."sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri akan menjadi ibu dari anak itu"


cindi memandang wajah ivy,gadis yang dulu begitu cengeng,dan manja kini telah bermetamorfosa menjadi gadis yang kuat dan dewasa.


***


untuk extra part memang saya buat tidak terfokus pada kisah cinta rafa dan cindi,dan lebih kepara pemain pendukung untuk mendapat kebahagiaan mereka,jadi kuharap kalian tidak bosen ya...


dan kalian juga bisa request untuk saya membuatkan cerita siapa.


apakah dika-imelda


atau ivy-rama(rama adalah adik rafa yang beru datang dari london,akan diceritakan di part berikutnya)


atau elfa-rekha


bisa juga perjalanan cinta kevin yang mencari pengganti cindi.


see you,jan lupa jempolnya yah...muuuuahhhh

__ADS_1


__ADS_2