Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 13


__ADS_3

Diam... hanya itu yang Kenz lakukan saat ini, bahkan Zaf merasa bingung harus melakukan apa untuk bisa membuat Kenz hidup kembali.


Ya, sejak pulang dari rutan Kenz hanya diam dikamarnya, ia hanya duduk diatas ranjangnya tanpa memperdulikan Zaf yang sedang bingung.


Zaf berjalan mendekat, kemudian ia duduk didepan Kenz yang masih melamun,sibuk dengan pikirannya sendiri.


Cup...


Satu kecupan mendarat dibibir Kenz, namun pria itu masih tak berkutik.


"Apa yang kamu pikirkan? " Zaf menangkup wajah Kenz kemudian kembali menyatukan bibirnya pada bibir Kenz.


Kenz tak membalas juga tak merespon tindakan Zaf.


Bahkan gigitan kecil dari Zaf serta ******* lembut pun masih membuat Kenz tak bergeming.


"Harus kah aku telanjang didepanmu untuk mendapat respon dari mu? " mendengar itu, Kenz kemudian menatap Zaf. Menatap jauh kedalam mata gadis itu.


"Pulang lah ke Indonesia... aku akan menyelesaikan urusanku disini!" ucapan Kenz membuat Zaf menurunkan pundaknya.


Apa yang ada dipikiran Kenz? bukan kah dia baru mengatakan kalau dia membutuhkan bantuan Zaf untuk membantu ayahnya mendapat keadilan.


Lalu, bagaimana bisa Kenz berubah pikiran? Zaf ingin mendengar ucapan Kenz, tapi bukan kalimat ini yang ingin ia dengar.


Gadis itu kemudian berpaling, merasa kecewa kenapa Kenz ingin ia meninggalkannya.


Kenz yang menyadari Zaf berpaling, kemudian menarik tangan gadis itu, dan mendekap tubuh Zaf erat.


"Ini Berbahaya Zaf, kamu tidak boleh terlibat" ucap Kenz "Aku akan mencari cara yang lain, dan kamu pulang lah".


Zaf dengan cepat menggelengkan kepalanya, ia sangat tidak setuju dengan ucapan Kenz. "Tidak... berapa kali pun kamu mengusirku, aku tidak akan pulang".Zaf berucap dalam pelukan Kenz.


Kenz menghela nafasnya, mungkin tindakan yang akan ia ambil akan menyakiti hati Zaf, namun bagai mana lagi, ini adalah satu-satunya cara.


"Baiklah, kau boleh tetap disini, tapi aku ingin kau berjanji satu hal padaku" ucap Kenz melepas pelukannya.


Kini kedua pasang mata itu beradu.


Dan Zaf menganggukan kepalanya.


"Berjanjilah, apa pun yang aku lakukan, percayalah padaku"ucap Kenz.

__ADS_1


Tatapan Zaf masih terpaku, ia menaikan tubuhnya untuk mensejajari pandangan Kenz, kemudian kembali memberikan ******* kecil pada Kenz.


"Apa ini akan metakinkanmu? " Zaf berucap.


Kenz merasa lebih tenang sekarang, ia menarik kembali tengkuk Zaf kemudian kembali memperadukan bibirnya.


Ciuman itu berlangsung cukup lama, hingga membuat keduanya terengah baru Kenz melepaskan pagutannya.


"Aku sudah membuat makan malam, kau mau makan sekarang? " tanya Zaf masih dengan nafas yang ter putus-putus.


Kenz mengangguk "ya" Kemudian mereka pun berjalan menuju ruang makan.


Zaf berjalan didepan Kenz, dan itu membuat Kenz dapat melihat punggung gadis itu.


Entahlah, hanya berciuman dengan gadis itu sudah bisa membuat Kenz merasa begitu puas, namun tidak bisa menutupi keinginannya untuk mendapatkan hal yang lebih dari Zaf.


Ia tahu itu salah, dan tentu ini bukanlah saat yang tepat, namun naluri laki-laki tetaplah tidak bisa ditahan.


"Kau makanlah dulu,aku akan kekamar mandi dulu"ucap Kenz kemudian berjalan berbelok menuju kamar mandi.


Zaf menjawab ya, namun juga merasa heran kepada Kenz dengan sikapnya.


Beberapa lama kemudian.


"Kenapa belum makan? bukankah aku sudah bilang kamu bisa makan lebih dulu? " ucap Kenz yang melihat makanan diatas meja masih tampak utuh.


"Aku menunggumu, tapi tidak menyangka akan begitu lama"ucap Zaf. "Apa yang kau lakukan?".


Kenz mengusap wajahnya "Tidak ada" jawabnya. Tidak mungkin kan ia mengatakan apa yang ia lakukan didalam kamar mandi.


Merekapun akhirnya makan malam bersama.


"Kau mau kemana? "Zaf Bertanya karna melihat Kenz yang tengah bersiap-siap.


"Aku akan pergi bekerja"jawab Kenz sambil mengancingkan bajunya.


"Sekarang? " Zaf heran.


Kenz melihat jam yang ada dipergelangan tangannya sepertinya belum begitu terlambat untuknya pergi bekerja sekarang, Kenz kemudian mengangguk, "Kau tidak apa-apakan kalau disini sendiri?"ucapnya "Atau kau ingin kerumah pacar mu? " tanya Kenz sedikit merasa kesal saat mengatakan kalimat terakhir.


Zaf menggeleng "Tidak, aku akan disini... lagu pula aku sudah meminta Oliver untuk mengantarkan barang-barang ku kesini" ucap Zaf kemudian duduk diatas ranjang.

__ADS_1


"Aku akan bekerja saat malam hari, dan mungkin akan tidur saat siangnya, apa kau yakin tidak akan kesepian? " Kenz meyakinkan Zaf,agar gadis itu berpikir dua kali untuk tinggal ditempatnya.


"Jika aku kesepian, aku akan ketempat mu bekerja"jawab Zaf begitu entengnya.


"Jangan lakukan itu! " Ucap Kenz cepat.


"Kenapa? "tanya Zaf heran.


"Jangan pergi ketempat itu lagi, terlalu berbahaya".Apa lagi aku akan segera melaksanakan rencanaku. ucap Kenz yang tak bisa meneruskan kalimat dalam pikirannya. "Kau seorang gadis, tidak baik bermain di tempat seperti itu" Kenz memberi alasan.


Dan alasan Kenz itu membuat Zaf mencebik, Kenz saja boleh, kenapa ia tidak boleh? batin Zaf, dan Zaf bertekat jika ia merasa bosan maka ia akan meminta Oliver untuk mengantarnya kesana.


"Baiklah, aku berangkat dulu" ucap Kenz kemudian beranjak dari tempatnya.


Zaf ikut berdiri kemudian mengikuti langkah Kenz dari belakang.


Saat tiba didepan pintu, Zaf tiba-tiba menarik tangan Kenz, dan karna terkejut Kenz memutar tubuhnya dan beruntung ia hanya terhuyung dan tidak jatuh menimpa Zaf yang kini ada didepannya.


"Ada apa? " tanya Kenz karna merasa heran dengan sikap Zaf.


Zaf menunjukan cengiran kudanya,"Kita kan ada di luar negeri, apa tidak bisa melakukan ritual yang biasanya mereka lakukan? ".


Kenz menaikan sebelah alisnya,tanda ia tak mengerti maksud dari ucapan Zaf.


"Respon mu lama sekali" ucap Zaf yang kemudian berjinjit dan mengalukan tangannya pada leher Kenz, kemudian gadis itu memberikan sebuah ciuman dibibir Kenz.


"Pacar mu akan marah jika melihat ulah mu yang seperti ini terhadap pria lain" ucap Kenz setelah Zaf melepas kan ciumannya.


Benar juga, Zaf belum bilang kepada Kenz kalau dia tidak memiliki hubungan semacam itu dengan Oliver. Tapi melihat ada sedikit raut kemarahan diwajah Kenz saat mengatakan nama Oliver itu membuat Zaf mempunyai hiburan tersendiri.


Dan Zaf menyukainya,karna itu berarti Kenz tidak rela kalau Zaf memiliki kekasih selain dirinya.


Apakah sekarang Zaf boleh menyombongkan dirinya, karna sekarang Kenz sepertinya sedah mulai menyukainya?


Senangnya melihat ekspresi Kenz yang cemburu itu, walau lelaki itu menutupi dari Zaf, tentu saja gadis itu bisa melihat kebohongan dari nya.


"Sudah boleh pergi? " ucap Kenz, karna melihat Zaf yang malah senyum-senyum sendiri.


"Ah... iya" Zaf sedikit terkejut.


Dasar gadis ini...

__ADS_1



__ADS_2