Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 4


__ADS_3

"Zaf hari ini ada kegiatan apa?" Papa Rafa memulai acara sarapan pagi ini dengan pertanyaan yang sama setiap pagi.


Zaf yang sedang menyendokan nasi goreng kedalam piringnya kemudian menggentikan kegiatannya "Biasa pa,kuliah...apa lagi?" ucapnya.


Cindi yang memperhatikan garak-gerik Zaf kemudian berucap "Kamu belum jadi pindah jurusan sayang?".


Zaf yang sudah mendapatkan nasinya dipiringnya kemudian menggeleng.


Melihat itu Cindi hanya bisa menghela nafasnya " Harusnya dari awal kamu masuk ke jurusan bisnis Zaf,bukan malah cuma main-main di jurusan seni rupa" sindir mama.


Zaf melengos "Zaf nggak pernah main main Mom,Mommy kan tahu seperti apa passionnya Zaf" ucap gadis itu yang merasa sedikit jengkel terhadap mama nya "Lagi pula,bukan salah Zaf kalau tidak memiliki otak sepintar Zayn" sambungnya lagi melirik kearah Zayn adiknya yang tengah sibuk memakan sarapannya.


"Zaf kam-" ucapan mama Cindi terhenti saat papa Rafa menarik tangan mama agar menghentikan ucapannya.


Dan itu langsung membuat mama Cindi memberikan tatapan tajam kepada papa Rafa.


"Kenapa jadi aku yang dibawa-bawa?" protes Zayn yang merasa namanya sudah dimasukan oleh kakaknya kedalam obrolan kakaknya.


Seperti yang diucapkan Zaf, Zayn anak kedua dari Rafa dan Cindi ternyata menuruni bakat dari sang papa yang memiliki otak jenius.


Walau usia Zayn kini baru tujuh belas tahun, pemuda itu kini sudah berkuliah disalah satu universitas ternama dikota A,dan pemuda itu sebentar lagi akan melanjutkan gelarnya di negeri orang.


Masa depan Zayn yang seolah sudah ada dijalan yang aman,membuat Cindi terkadang harus membanding-banding putrinya dengan putranya sendiri.


Bagai mana tidak,Zaf yang seorang gadis justru begitu sulit untuk mengaturnya dari pada adik laki-lakinya Zayn.


Tidak bermaksud untuk mengatur kehidupan Zaf,namun Cindi hanya ingin masa depan Zaf bisa cemerlang.


Zaf menatap pada adik laki-lakinya yang kini sudah kembali menikmati sarapannya.


"Zaf sudah selesai" ucap Zaf,kemudian beranjak dan segera meninggalkan tempat itu setelah mencium tangan kedua orang tuanya.


***


"Kenapa?" sebuah pelukan bisa Cindi rasakan, pelukan hangat dari siapa lagi kalau bukan dari suaminya.


Kini Cindi sedang membersihkan piring bekas sarapan mereka,dan tiba-tiba Rafa memeluknya dari belakang.


Cindi menghela nafasnya yang terasa berat "Zaf semakin sulit dinasehati" Cindi.


"Jangan terlalu keras terhadapnya,Zaf ingin sedikit kebebasan,jadi jangan terlalu erat kamu menggenggamnya,ia akan semakin berusaha melarikan diri" ucap Rafa kemudian memberi sebuah kecupan di tengkuk istrinya.

__ADS_1


"Kamu tidak berangkat kekantor?" tanya Cindi karna suaminya belum juga berangkat kekantor.


"Sepertinya tidak akan bisa tenang kekantor kalau kamu masih dalam mood yang tidak baik" Rafa mengendurkan pelukannya agar Cindi memutar tubuhnya.


"Ck...bukankah dikantor ada mbak sekretaris yang cantik" sindir Cindi.


Rafa langsung tertawa "Kau yang paling tahu,bagai mana aku tergila-gila pada wanita yang kini sedang ada di pelukanku" Rafa mengecup puncak kening Cindi.


Ya,walau usia Cindi sudah berkapala empat namun semua orang juga tidak ada yang meragukan kecantikannya yang masih terlihat hingga sekarang.


"Pergilah,aku tidak apa-apa" Cindi melepaskan pelukannya.


"Jangan menatapku seperti itu" ucap Cindi yang menanggapi Rafa yang enggan pergi,malah justru menatapnya denga tatapan yang entahlah "Aku masih butuh banyak uang tuan Rafa Mahendra,jadi carikan aku uang yang banyak" ucap Cindi akhirnya.


Rafa menghela nafas dan diikuti dengan kekehannya "Aku lupa kalau istriku ini wanita pecinta uang" ia menoel hidung mancung istrinya.


Cindi ikut tertawa "Berangkatlah"


"Oke" jawab Rafa kemudian berangkat menuju kekantornya,dan tak lupa sebuah kecupan di pipi Cindi sebagai ucapan selamat bekerja untuk Rafa.


Bukan untuk ia hamburkan,namun uang yang Cindi peroleh dari Rafa ia donasikan untuk beberapa Panti asuhan,serta untuk membantu yayasan taman kanak-kanak.


Setelah anak-anak Cindi tumbuh dewasa,ia merasa hidupnya semakin sepi karna anak-anak nya sudah memiliki kegiatan masing-masing,oleh sebab itu Cindi memutuskan mengisi kesehariannya bersama anak-anak TK maupun dari Panti.


***


"Kau melihat Kenz" tanya Zaf yang kini sudah berada dikampus Kenz.


"Tidak,sepertinya hari ini dia tidak masuk" jawab seorang gadis yang Zaf ketahui adalah teman sekelas Kenz.


"Terima kasih" ucap Zaf.


Apa dia menghindar lagi?.batin Zaf.


Tadi Zaf sudah dari kostan Kenz dan ternyata kamar itu sudah kosong.


Buru-buru Zaf mengambil phonselnya, kemudian menghubungi mama Ivy.


Tuuut...tuuut...tuuut...


Tidak ada jawaban dari seberang,membuat Zaf kian bingung.

__ADS_1


Saat hendak menuju gerbang,ia bertemu dengan seorang gadis yang tidak asing.


Dia? benar dia adalah gadis itu. Zaf kemudian berjalan mendekati gadis yang tengah bersenda gurau dengan seorang lelaki.


"Ck...dasar gadis murahan" ucap Zaf kepada gadis yang masih mengobrol dengan seorang lelaki.


Gadis itu menoleh,karna merasa ada yang menyinggung dirinya.


Sontak kedua bola gadis itu membulat saat melihat Zaf ada dihadapannya.


"Kau!" gadis itu langsung berdiri.


Zaf menunjukan senyum mengejeknya kepada gadis itu,kemudian beralih pada lelaki disampingnya.


"Kemarin baru bercinta dengan pria lain,dan sekarang bermesraan dengan pria lain lagi,apa lagi kalau bukan wanita murahan?" Sindir Zaf kepada gadis yang tidak lain adalah Keysha.


"Apa?!" lelaki disamping Keysha tampak syok mendengar ucapan Zaf,kini ia memberi tatapan tajam pada pacarnya.


"Aku bisa jelasin" ucap Keysha berusaha meredam amarah Fito kekasihnya.


"Oh iya,dan satu lagi..." Zaf yang hendak beranjak karna menyaksikan sebentar lagi akan ada pertengkaran kemudian berhenti "Kamu kenal Kenz?" ia beralih pada Fito, Fito hanya diam saat nama Kenz disebut "Kemarin gadis ini bercinta dengan Kenz" ucap Zaf kemudian segera pergi.


Fito menatap Keysha dengan tatapan marah dan terluka,bagai mana bisa kekasihnya selingkuh dibelakangnya apalagi itu ia lakukan dengan sahabatnya.


"Fit...Fito!" Panggil Keysha saat Fito pergi meninggalkannya tanpa ingin mendengar penjelasannya "Fito...tunggu" Akhirnya Keysha dapat meraih tangan Fito dan menghentikannya.


Sementara itu,Zaf pergi dengan senyum kemenangannya,ia tahu jika gadis tadi dan Kenz tidak terjadi apa-apa kemarin,namun ia harus memberi sedikit pelajaran untuk Keysha karna berani bersekongkol dengan Kenz untuk menipunya.


Fito yang kini menghadap kearah Keysha namun ia tak sudi untuk memandang wajah gadis yang sudah tiga tahun menjadi kekasihnya itu.


"Dengar dulu penjelasanku Fit" ucap Keysha memohon.


"Berapa tahun kita bersama Key?" Fito dengan tatapan terlukanya.


Keysha menunduk karna tak sanggup melihat sorot mata Fito.


"Berapa Tahun?!" Fito dengan nada amarahnya menaikan intonasinya "Tiga tahun kita bersama Key,dan aku berusaha untuk menjaga mu,menjaga kesucianmu! tapi apa yang kamu lakukan ha!" bentak Fito,dan itu semakin membuat Keysha menciut untuk memberikan penjelasan.



__ADS_1


Haduh....mohon maaf untuk para readers ku, kemarin aku benar-benar nggak ada feel buat nerusin cerita ini,karna itu upnya benar-benar lama. sebenarnya masih bingung mau nerusin apa nggak cerita ini,pengen lihat antusias kalian dulu untuk cerita Kenz dan Zaf. jadi mohon krisan nya ya...aku tunggu...


__ADS_2