Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 40


__ADS_3

"Mulai hari ini, aku yang akan menutup semua kerugian perusahaan"ucap Kenz.


Kini adalah dan Kena sudah berpindah tempat disebuah restoran,untuk bisa lebih leluasa mengatakan semua kepada Zaf.


"Kerugian kami bukan sedikit Kenz"Zaf menjawab.


"Aku tahu, Om Rafa sudah menceritakan semuanya" Kenz meminum jus nya.


Zaf mengerutkan keningnya "Jadi, selama ini kamu berkomunikasi dengan Daddy? " tanya Zaf seperti tidak percaya.


"Tidak, baru sekitar satu bulan yang lalu" Kenz mengingat-ingat.


"Jadi, apa yang kau lakukan selama empat tahun ini tanpa kabar sama sekali? ".


Kena berdehem untuk mengambil ancang-ancang ia bercerita.


"Kau pasti tahu kenapa aku pergi"ucap Kenz,dan Zaf mengangguk sebagai jawaban.


Karna Zaf memang diberi tahu oleh om Rama jika Kenz pergi keluar Spanyol bersama ayahnya.


"Setelah ayah pulih, ayah membawa ku pergi ke Spanyol untuk bertemu dengan keluarga dari ibu ku"jelas Kenz "Dan disana kehidupan baru ku dimulai" ungkap Kenz mengingat apa yang ia lalui selama empat tahun ini.


"Ibuku Amily Smith ternyata adalah salah satu dari keluarga bangsawan disana, saat ayah memperkenalkan bahwa aku adalah putra dari ibuku, hampir semua keluarga Smith disana tidak mempercayai kami. Mereka melakukan tes ini dan itu dan ternyata semua tes tersebut positif bahwa aku memang sembilan puluh sembilan persen anak kandung dari ibuku".


"Apa mereka mempersulit mu, sampai kau tidak memiliki waktu hanya untuk memberi ku kabar? " Dalam kepala Zaf memang hanya itu yang ia pikirkan.


"Ya, disana aku di gembleng dituntut agar bisa mandiri mengurus perusahaan besar disana, mereka menuntutku untuk bisa memperluas jaringan bisnis disapa, selama tiga tahun aku berusaha dan baru satu tahun terakhir ini mereka baru mulai mengakui ku sebagai salah satu bagian dari keluarga Smith"Tutur Kenz menjelaskan pengalamannya.


Zaf memicing "Lalu,kenapa yang kau hubungi pertama adalah Daddy, apa aku setidak penting itu sampai kau tidak memberiku kabar terlebih dulu? ".


Kenz menampilkan senyumnya "Dari satu tahun belakangan ini aku sudah mendengar bahwa sejak tiga tahun yang lalu ada seseorang yang ingin menghancurkan perusahaan daddy mu, aku menunggu waktu yang tepat untuk bisa datang untuk mu. Tadinya setelah aku memberi tahu om Rafa aku berencana untuk segera menghubungi mu Zaf, tapi Daddy mu melarangku".


"Kenapa Daddy melarangmu?"heran Zaf.


"Selama ini Daddy mu merasa frustasi karna ketidak pedulianmu terhadap perusahaan,jadi om Rafa berharap dengan adanya cobaan seperti ini kau bisa lebih peduli dengan perusahaannya" ucap Kenz.

__ADS_1


Memang benar, selama ini Zaf selalu tidak mau ikut campur dalam masalah perusahaan.


Itu karena Zaf pikir sudah cukup jika Zayn lah yang akan menjadi penerus Daddy nya.


Karna itu Zaf mencari jalan sendiri untuk masa depannya.Yaitu sebagai pengacara.


"Apa Daddy ingin aku menjadi pemimpin di RC grup? ".


"Tidak juga, pemimpin RC group tetap akan diserahkan kepada Zayn. namun saat ini masih belum bisa karna masalah kasus yang melibatkan bocah itu"ucap Kenz.


"Oh iya, bagai mana dengan Zayn, apa kau juga memiliki rencana untuk nya? "Zaf baru ingat tentang masalah adiknya.


"Zayn sedang ada di Inggris, dia mencari keberadaan wanita yang bersama dengannya dalam video itu".


"Apa dengan ketemunya dia dengan wanita itu semua masalah akan teratasi? "gumam Zaf.


"Tentu saja,dengan ada nya wanita itu kita bisa mencari tahu siapa yang mempekerjakannya,jadi kita bisa melihat siapa dalang dibalik semua ini".


"Bukan kah dalang di balik semua ini memang sudah jelas?"ucap Zaf "Bukan kah Bryan lah dalang dibalik semua ini? "imbuh Zaf.


"Tapi Bryan sendiri yang mengatakan pada ku jika dia yang melakukan semua itu"ucap Zaf.


Kenz mengerutkan keningnya "Dia mengakuinya? "


Zaf mengangguk "Dia ingin membalas dendam kerna apa yang telah kulakukan pada anaknya".


"Ya, sekarang aku mengerti motifnya". Kenz mengerti kenapa bisa ada seseorang yang begitu gencar ingin menjatuhkan perusahaan om Rafa.


Kenz melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam.


Ternyata mereka mengobrol sampai lupa waktu.


"Ayo ku antar kau pulang" Kenz berucap, memutuskan untuk segera pulang untuk beristirahat.


"Kau kapan datang ke Indonesia?"Tanya Zaf dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Siang tadi aku baru mendarat, dan langsung menuju tempat pelelangan"ucap Kenz sambil menyetir mobilnya.


Zaf tidak berbicara lagi, karna dia yakin saat ini Kenz pasti sangat lelah,baru melakukan perjalan yang begitu lama dan jauh dan tidak sempat beristirahat malah langsung ketempat dimana Zaf bertaruh mempertaruhkan masa depannya.


"Aku tidak selemah itu Zaf, hanya karna menempuh perjalan yang jauh akan kelelahan" ucap Kenz yang seakan bisa melihat raut kasihan diwajah Zaf.


"Antar aku kerumah sakit saja"ucap Zaf menahan rona merah diwajahnya.


Entahlah melihat Kenz yang seperti ini membuatnya merasa sedikit canggung.


"Tidak, aku akan mengantarmu pulang kerumah... kau tidak lihat ada lingkaran hitam di matamu"ucap Kenz berusaha memecah kecanggungan diwajah Zaf saat ini.


Mendengar ucapan Kenz,Zaf secara tidak sadar meraba area matanya sendiri Apa aku terlihat jelek saat ini? batin Zaf.


"Kau tetap cantik Zaf... kau selalu cantik bahkan saat kau tidak mandi sekalipun"goda Kenz disusul dengan tawanya.


Sedangkan Zaf hanya menanggapinya dengan senyum yang di paksakan sambil menggelengkan kelalanya.


"Aku hanya ingin disamping mommy Kenz, aku merasa sangat bersalah dengan mommy" Lirih Zaf "Setelah dipikir-pikir, sejak aku masih kecil aku selalu membantah mommy, aku bukanlah anak yang penurut Kenz, aku menyesal"imbuh gadis itu.


"Belum terlambat bagi mu Zaf, mommy mu masih bisa mendengarkan mu".


Zaf menghela nafasnya,dadanya serasa begitu sesak jika mengingat pembangkangannya terhadap segala nasehat yang mommynya katakan.


"Aku senang, sekarang kau sudah lebih dewasa Zaf"Kenz.


"Kau pergi sudah empat tahun Kenz, banyak hal yang sudah terjadi...aku belajar untuk bisa menata hatiku, dan sebisa mungkon menjaganya agar tidak merasa sakit lagi". pandangan Zaf masih tertuju pada jendela mobil tersebut, ia bahkan tidak melihat kearah Kenz.


Kenz melirikan matanya kearah Zaf "Apa kedatanganku dapat menggoyahkan pertahananmu Zaf? " ia bertanya.


Zaf menggeleng "Sepertinya dia memang sudah membeku Kenz, ku pikir dulu memang aku yang terlalu bodoh dan naif, sekarang aku bisa melihatnya aku tidak akan mengilangi hal yang sama yang bisa membuatku kembali terpuruk" Zaf berucap seperti itu karna memang di hatinya sudah tidak mengaharapkan Kenz kembali.


Mungkin perasaannya kini sudah berubah, Berubah karna keinginan Zaf sendiri atau waktu yang mengubahnya.


Zaf sendiri juga tidak tahu.

__ADS_1



__ADS_2