Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
extrapart8


__ADS_3

'Hi om dosen yang ganteng'


Kevin mengerutkan dahinya saat membaca pesan singkat pada phonselnya.


siapa?. batinnya,karna pesan dikirim dari nomor yang tidak terdaftar.


'ini Gladys om, mau nagih utang'


Kembali,sebuah pesan muncul,dan membuat Kevin tau siapa yang menghubunginya.


'Kamu atur saja waktunya, kapan dan dimana' balas Kevin yang sudah tau apa maksud gadis itu menghubunginya.Ya, Kevin berjanji akan mentraktir gadis itu setelah Gladys mengantarnya sampai kampus beberapa hari yang lalu.


'sekarang om!,aku sudah didepan kampus om' balasan dari gadis itu membuat kedua bola mata Kevin sontak membulat. Karna ternyata Gladys sudah menunggunya di gerbang kampusnya.


dasar anak kecil !. batinnya kemudian beranjak dari kursinya dan berjalan menuju halaman kampus.


"hai om dosen!" seru Gladys dengan senyum cerianya serta melambaikan tangannya saat melihat sosok Kevin mendekat padanya.


Tanpa aba-aba Gladys langsung melingkarkan tangannya pada Kevin, dan menarik lelaki itu untuk mengikutinya.


Mereka berjalan menuju sebuah kafe yang berada diseberang kampus. Karna masih berada di wilayah kampus,Kevin langsung saja melepas tangan Gladys yang bergelantungan dilengannya agar tidak mengundang perhatian dari para maha siswanya.


Gladys mengerucutkan bibirnya karna Kevin melepas tangannya.


"kenapa?" tanya Gladys merasa heran karna Kevin yang tiba-tiba melepaskan tangannya.


"Kamu nggak risih apa? kita bahkan tidak begitu akrab" Ucap Kevin, bahkan tanpa melihat Gladys yang masih manyun saat mengikutinya dari belakang.


"nggak kok...malah Gladys seneng, abis om dosennya ganteng" Gladys menundukan kepalanya,karna merasa malu saat memuji pria didepannya.


"Astaga...!!!" pekik Gladys karna tiba-tiba saja Kevin menariknya dengan kuat, hingga membuat gadis itu menubruk dada Kevin.


"Bisa tidak kalau jalan itu matanya digunakan untuk memperhatikan sekitar!" marah Kevin, karna saat ia berbalik tiba-tiba ada motor yang hampir menabrak Gladys. Untung saja saat itu Kevin melihatnya, jika tidak,bahkan Kevin tidak berani membayangkannya.

__ADS_1


"ma-maaf" ucap Gladys menyadari kesalahannya.


mereka sudah sampai disebuah kafe,kemudian duduk saling berhadapan,seperti pasangan.


"pesan apa kakak?" tanya seorang pelayan wanita yang berdiri disamping mereka berdua.


"kopi hitam saja" jawab Kevin.


"Kalau aku...em... jus alpukat aja kak, sama kentang gorengnya double ya" ucap Gladys menyebutkan pesanannya.


"Kenapa tidak pesan makan?" tanya Kevin setelah pelayan itu meninggalkan mereka.


"Lain kali aja om dos" jawab Gladys dengan santainya.


"Jadi maksud kamu,kamu masih mau minta di traktir untuk yang kedua kali?"


"hehe..." Gladys menyengir "Kan kemarin perjanjiannya traktir makan om, jadi kali ini nggak kehitung karna aku cuma pesen minum sama cemilan"


"Gladys,ngapain lo kesini?" tiba-tiba seorang pemuda mendekati mereka berdua. Setelah pesanan Gladys sudah tiba dimejanya.


Gladys menoleh pada seseorang yang menyapanya.


Lelaki itu menatap Gladys dengan senyum miringnya "dapat mangsa baru?" sindir pemuda itu.


Gladys hanya memutar matanya, merasa jengah dengan ucapan lelaki yang berdiri disampingnya sambil memperhatikan Kevin yang masih duduk santai disebrangnya.


Mengabaikan ucapan pemuda yang bernama Andy itu, Gladys dengan santainya menikmati kentang gorengnya.


"Hati-hati dengan gadis didepanmu,dia itu penipu seorang play girl matre" peringat Andy pada Kevin dengan tatapan sinis tertuju pada Gladys. "Kamu akan menjadi mangsanya selanjutnya" lanjut Andy.


Braaak...


Gladys berdiri sambil menggebrak meja. Hingga membuat seluruh pengunjung disana menatap pada mereka bertiga.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu!" ucap Gladys menujuk pada Andy yang berada didepannya.


Andy tersenyum sinis"memang yang gue katakan ada yang salah?" memiringkan kepalanya mengejek. "Sudah berapa banyak uang yang gue kasih buat lo waktu itu?"


Gladys memutar kembali bola matanya "kau tau? baru kali ini aku mendengar ada seorang yang memperhitungkan apa yang dia kasih pada pacarnya. Kalau memang saat itu kamu memang tidak rela, harusnya jangan memintaku untuk menjadi pacarmu" Gladys mendecih "kalau memang tidak mampu, jangan berani mencari seorang pacar" Gladys menasehati. Namun tangan Andy sudah terkepal kuat saat mendengar ucapan Gladys.


Andy melayangkan tangannya yang terkepal pada wajah Gladys,namun sebuah tangan lainnya mencegahnya.


"Sepertinya kau lupa jika Gladys disini bersama seorang pria" Ucap Kevin masih menggenggam tangan Andy dengan erat,bahkan membuat pemuda itu meringis menahan sakit pada lengannya.


Andy menatap Kevin dengan pandangan garang, namun yang dipandang hanya menatapnya santai. Kemudian menghentakan tangannya agar Kevin melapasnya.


"Dasar ******!" maki Andy setelah tangannya terlepas kemudian berbalik dan pergi.


"Harusnya,tadi kamu gampar tu anak" ucap Kevin,"dia mengataimu".


"sudah biarkan saja...lagi pula yang dia bilang memang benar kok" jawab Gladys enteng sambil meminum jusnya.


"kamu tidak marah?" Kevin bersidekap kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.


Gladys menggeleng, memakan kentang gorengnya seakan tidak ingin menjelaskan apa-apa pada Kevin.


Ternyata masih ada gadis yang seperti ini, mirip dengan seseorang. Batin Kevin.


"Jadi apa tujuanmu memintaku datang kemari?" tanya Kevin setelah Gladys menghabiskan separuh kentang gorengnya.


Mendengar pertanyaan Kevin, Gladys terdiam kemudian mengalihkan pandangannya keatas, seolah mencari jawaban disana.


"hmmm...entahlah..." Gladys terdiam sejenak "Cuma ingin bertemu sama om dosen ganteng aja...kangen mungkin...hehe..." ucap Gladys polos, dan entah mengapa jawaban Gladys yang begitu sederhana bisa membuat Kevin merasa panas pada pipinya.



__ADS_1


__ADS_2