
"Ini data kamu inginkan"seorang lelaki berbicara dengan Zaf.
Zaf menerima beberapa berkas yang orang tersebut berikan "Terima kasih"ucap Zaf.
"Ada seseorang yang sengaja menjebak adikmu dalam kasus ini"ucap lelaki tersebut,dia adalah salah seorang detektiv yang Zaf minta untuk menyelidiki kasus adiknya.
"Apa kau tahu tujuan orang tersebut? "tanya Zaf.
"Belum tahu, hanya saja memang sejak tiga tahun yang lalu perusahaan Daddy mu sepertinya menjadi incarannya"jelas detektiv itu yang bernama Cristian,dia adalah teman Zaf sejak Zaf kuliah hingga sekarang.
"Apa kau tahu siapa dia? "kembali Zaf bertanya.
Cristian menjawab nya dengan gelengan kepala "Belum tahu Zaf" ucapnya "Sebaiknya kau cepatlah istirahat, sejak kasus itu kau sama sekali tidak istirahat" Cristian menasehati karna sudah tampak sekali lingkaran hitam di mata Zaf.
"Mana mungkin aku bisa istirahat dengan tenang Cris... sementara keluarga ku diambang kehancuran"lirih Zaf meratapi nasib yang akan terjadi padanya.
Sejak skandal yang melibatkan adiknya, perusahaan Rafa semakin merosot, apalagi saat itu tepat satu tahun pengangkatan Zayn sebagai CEO disana.
Dan tiba-tiba saja tersebar video yang memperlihatkan Zayn berbuat tidak senonoh dengan seorang gadis.
Ya itu adalah video dewasa yang memperlihatkan kegiatan Zayn seperti sedang memperkosa seorang wanita.
Dan lebih parah lagi karna wanita yang bersama Zayn itu adalah seorang wanita bayaran yang sudah terkenal karna dia adalah pemain video dewasa.
Jika saja wanita itu bukanlah wanita seperti itu, mungkin pihak keluarga akan memaksa Zayn agar menikahi wanita tersebut,untuk sedikit meredam opini publik.
Namun itu tidak bisa dilakukan karna latar belakang wanita tersebuta adalah seorang pemain video porno.
Satu-satunya yang ada difikiran Zaf kini adalah satu nama, yaitu...
Bryan.
Apa mungkin pria itu yang telah menghancurkan keluarganya?.
Siapkah Zaf jika itu benar-benar serangan dari Bryan untuk balas dendam terhadapnya?.
Siapa kini yang bisa membantunya?.
Karna ternyata perusahaan kakek Marco dan juga Kakek Adrian mengalami hal yang sama.
Sungguh dahsyat akibat yang ditimbulkan oleh skandal ini.
"Keluarlah, aku akan istirahat"ucap Zaf.
"Pulang lah Zaf, kau butuh kasur yang nyaman" Cristian berucap lagi, mengingatkan agar Zaf segera mengistirahat kan tubuhnya,karna kini wanita itu masih ada diruang presdir RC group.
__ADS_1
Zaf mengangguk, kemudian setelah Cristian meninggalkannya ia kembali mendudukan bokongnya di kursi kebesaran yang selama ini menjadi kebanggaan Daddynya.
Perusahaan yang sudah lebih dari tiga puluh tahun berdiri ini, apakah akan hancur begitu saja?.
Zaf sudah melakukan berbagai cara untuk menutupi kerugian perusahaan ayahnya.
Banyak aset pribadi daddynya yang sudah ia lepas namun masih belum bisa menutupi semua.
Pinjaman ke berbagai bank juga sudah Zaf lakukan namun tetap masih belum cukup.
Bahkan kini hanya tinggal rumah yang ditempati adalah satu-satunya aset yang tersisa.
Tidak ada satu investorpun yang bersedia bertahan disana sehingga semua kerugian harus ditanggung sendiri oleh RC group.
Zaf melangkahkan kakinya dengan gontai, sudah kehabisan akal untuk tetap bertahan.
"Kita lepaskan saja"ucap papa Rafa beberapa hari yang lalu.
"Tapi Dad... ini adalah hasil jerih payah Daddy, bagai mana bisa Daddy menyerah begitu saja? " lirih Zaf.
Ia tak habis fikir bagaimana bisa ayahnya akan melepaskan perusahaan itu begitu saja?.
"Kerugian sangat besar Zaf, bahkan jika aset kita semua kita jual pun tidak akan bisa menutupinya"terang papa Rafa.
Namun,Zaf yang tidak percaya dan masih berusaha melakukan berbagai macam cara agar perusahaan itu bisa berdiri kembali.
Ponsel yang ada ditas Zaf berdering,ia kemudian mengambilnya dan melihat disana ada panggilan dari Daddynya.
"Iya Dad? "ucap Zaf setelah menempelakan benda pipih itu pada telinganya.
"..."
"Apa?! Baik, Zaf segera kesana" ucap Zaf panik, dan ia mempercepat langkahnya menuju basrment perusahaan untuk mengambil mobilnya.
Setelah sampai dimobil,Zaf langsung tancap gas untuk menuju tempat yang diberi tahukan oleh papa Rafa.
"Daddy...! "panggil Zaf saat melihat papanya sedang duduk di ruang tunggu sebuah rumah sakit.
Pria paruh baya itu kemudian menyambut putrinya dan memeluknya sangat dalam.
Disana Zaf dapat merasakan bagai mana terpuruknya seorang Rafa Mahendra.
Zaf tidak melihat Ayahnya seperti ini saat perusahaannya terancam bangkrut, namun kini saat melihat istrinya tergolek tak berdaya didalam ruang penanganan membuat ayah Zaf begitu terpukul.
"Apa yang terjadi Dad? " tanya Zaf setelah papa Rafa melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Daddy dan mommy sedang dalam perjalan dari rumah kakek Adrian untuk membicarakan masalah perusahaan, tapi saat perjalanan pulang, tiba-tiba ada sebuah truk yang memotong jalan lajunya mobil Daddy. Dan semua terjadi begitu saja" jelas Daddy.
"Daddy baik-baik saja kan? "tanya Zaf memastikan.
Papa Rafa mengangguk "Daddy tidak apa-apa, tapi mommy mu dia... "
"Mommy kenapa? " tanya Zaf,hatinya serasa bergetar karna ucapan Daddynya yang tak diselesaikan.
"Mommy koma" sambung papa Rafa lirih.
Seketika tubuh Zaf melorot jatuh kelantai yang dingin.
Mungkin selama ini dia sangat sering berselisih paham dengan mommynya,namun Zaf tahu betul mama Cindi sangat mencintainya.
Dan dalam hati Zaf, ia juga sangat menyayangi mommynya.Walau tidak ia tunjukkan tapi Zaf tidak pernah siap jika ada sesuatu yang menimpa mommy nya.
"Tapi... tapi bagai mana bisa Dad... Daddy saja baik-baik saja, bagai mana bisa Mommy koma? " Ucap Zaf tak percaya, cairan bening yang selama ini ia tahan akhir nya meluncur juga.
"Entah bagai mana,kecelakaan itu bisa terjadi saat kebetulan Mommy kamu melepas sabuk pengamannya untuk mengambil berkas yang ada dikursi belakang, dan Daddy tidak tahu harus bagai mana lagi" lirih papa Rafa.
Zaf kembali memeluk papanya, berharap bisa sedikit memberikan rasa hangat kepada papa dan juga dirinya sendiri.
Ya Tuhan... bagai mana ini bisa terjadi disaat yang bersamaan? batin Zaf menjerit.
Tidak bisakah Zaf meminta kalau cobaannya cukup hanya masalah perusahaan Daddynya saja?
Kenapa ini masih ditambah dengan Mommynya yang harus terkulai tak berdaya didalam sana?.
Apakah Zaf akan sanggup menghadapi ini semua?
Batin Zaf menjerit, hatinya bagai teriris.
Sesuatu yang bahkan tak pernah ada dibayangannya kini terjadi, dan itu menjadi salah satu ketakutannya bahkan lebih menakutkan di banding jika harus melalui hari tanpa harta melimpah yang biasa ia rasakan.
Takut kehilangan orang yang paling ia kasihi yaitu kedua orang tuanya.
Zaf tak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya berdoa untuk keselamatan dari ibunya.
Ia tak sanggup jika harus berpisah dengannya dan mungkin ini akan jauh lebih menyesakkan jika dibanding saat Kenz meninggalkannya.
Zaf hanya berharap sesuatu yang baik akan menimpa dirinya.
__ADS_1
yang sedih-sedih dulu ya...