
Sesuai jadwal yang sudah dibuat oleh penyelenggara pelelang, hari ini adalah saatnya dimana perusahaan milik RC group akan dilelangkan.
Karna itu kini Zaf sebagai perwakilan dari RC group yang mendatangi tempat tersebut.
Zaf pun menyerahkan berkas peeusahaan kepada panitia,dan saat ia kembali ketempat yang sudah disediakan,tanpa sengaja Zaf berpapasan dengan seorang yang begitu tidak ingin ia jumpai.
"Selamat siang nona Zaf,seperti yang ku ucapkan tempo hari bahwa kita pasti akan bertemu lagi"ucap pria itu yang tak lain adalah Bryan.
Zaf memicingkan matanya, kenapa ia harus bertemu dengan Bryan.
"Apa kau juga akan mengikuti acara ini? " tanya Zaf dingin.
"Tentu saja, ada sebuah perusahaan yang akan dilelang kan hari ini, dan aku akan berusaha untuk mendapatkannya"ucap Bryan.
Rasanya geram sekali dihati Zaf, ia sangat tidak rela jika perusahaan ayahnya jatuh ketangan pria ini.
Siapapun boleh asal bukan Bryan, karna Zaf yakin Bryan pasti memiliki suatu tujuan yang pasti tidak baik kepada perusahaan ayah nya jika sampai perusahaan itu jatuh ketangan Bryan.
Zaf menghela nafasnya,berusaha meredam amarah dalam hatinya.
"Kalau begitu selamat mengikuti acaranya tuan, semoga anda bisa mencapai apa yang anda inginkan"Zaf berusaha menampilkan senyum terbaiknya.
Setelah beberapa barang sudah selesai dilelangkan, kini sudah tiba giliran perusahaan RC grup akan diumumkan oleh penglelang.
"Baiklah hadirin, yang akan kami lelang selanjutnya adalah Perusahaan yang begitu maju sebelumnya, namun akhir-akhir tertimpa krisis, jadi bagi yang berminat silahkan membuka tawaran" ucap pembawa acara disana "Kami akan membuka dengan harga seratus miliar rupiah, ada yang berani? ".
"Seratus lima puluh miliar"sebuah suara menyahut, dan Zaf bisa melihat itu adalah suara asisten bryan, karna disamping orang itu ada sosok Bryan yang tengah melihat kearah Zaf dengan senyum sinisnya.
"Paman,paman lanjutkan saja... Zaf ingin ke toilet dulu"ucap Zaf kepada Ilham yang adalah asisten papa Rafa.
Dan setelah mendapat jawaban iya dari paman Ilham, Zaf kemudian segera meninggalkan ruangan yang menjadi sangat panas tersebut.
Tidak tega rasanya saat melihat sesuatu milikmu yang berharga akan segera dimiliki oleh orang lain.
Namun bukannya ke toilet seperti yang Zaf izin kepada asisten papanya,Zaf malah keluar dari gedung itu.
Ia berjalan menuju sebuah kafe yang tidak jauh dari lokasi pelelangan tersebut.
Sepertinya Zaf membutuhkan secangkir kopi untuk menenangkan pikirannya.
"Satu cangkir Americano"ucap Zaf kepada pelayan disana.
Zaf segera mendudukan dirinya diatas kursi yang tersedia.
Menunggun pesanan kopi yang ia minta.
Beberapa saat kemudian, paman Ilham datang dengan tergopoh-gopoh.
"Zaf, paman mencarimu kemana-mana, ternyata malah kau ada disini"ucap paman Ilham.
"Maaf paman, Zaf tidak tega kalau harus mendengar mereka meneriakan harga untuk perusahaan Daddy, karna walau bagai mana pun bagi Zaf perusahaan itu tidak dapat diukur dengan nominal yang mereka ucapkan"lirih Zaf.
__ADS_1
"Kau benar Zaf,paman juga merasa sangat menyayangkannya"ucap paman Ilham.
"Paman ada apa mencari Zaf? "Zaf bertanya.
"Harga sudah dideal kan, dan mereka membutuhkan mu untuk serah terima sertifikatnya".
Zaf mengangguk mengerti, kemudian mengikuti paman Ilham kembali menuju gedung pelelangan.
Bagai mana Zaf bisa menghadapi orang yang akan memiliki perusahaan daddynya.
Sepertinya kaki Zaf akan terasa lemas saat melihat wajah kemenangan dari seorang yang paling tidak ingin dia lihat.
"Silahkan"ucap Paman Ilham membukakan pintu untuk Zaf.
"Terima kasih"Zaf kemudian memasuki ruang pertemuan antara dia dan pemenang pelelangan.
Namun tidak seperti yang Zaf bayangkan, ia berfikir akan bertemu dengan Bryan disini karna Zaf mengira kalau pemenang dari pelelangan ini adalah Bryan.
"Selamat siang nona"sapa seorang pemuda yang ada disana,dan Zaf bisa melihat walau sama-sama bule tapi dia bukanlah asisten Bryan yang ia lihat diruang pelelangan tadi.
"Siang, jadi anda adalah pemenang lelang nya sekaligus pemilik RC grup yang baru? " Zaf beratanya.
Pria itu tersenyum "Tepatnya bukan saya nona, tapi bosa saya lah yang akan menjadi pemilik perusahaan tersebut".
"Benarkah? "Zaf berusaha menampilkan senyum nya.
"Benar nona, dan bos saya kini ada dibelakang anda"ucap orang tersebut.
"Zaf".
Mendengar namanya disebut, sungguh hati Zaf berdetak tak karuan.
Ada apa ini?. batin Zaf. Ia kenal betul suara ini.
Zaf memutar tubuhnya memastikan suara siapa yang mengusik relung hatinya.
"Kenz? "Suara Zaf tertahan.
Benar,dia adalah Kenz.
Kenz berjalan masuk keruangan tersebut memperlihatkan senyumnya, senyum hangat yang dulu sangat Zaf ingin lihat.
Semakin terkikis jarak diantara mereka dan...
Bugh...
Satu pukulan mendarat didada bidang pria tersebut.
"Untuk apa kau kembali! "suara Zaf lantang.
Melihat bosnya yang dipukul oleh Zaf, sang asisten sontak berdiri untuk mengamankan atasannya tersebut.
__ADS_1
Namun Kenz mengisyaratkan agar asistennya itu tetap ditempatnya.
"Tentu saja aku datang untuk mu Zaf" jawab Kenz.
Bugh...
Kembali Zaf memukul dada Kenz namun kini tanpa tenaga sama sekali.
Seolah Zaf kehilangan semua kekuatannya.
Ia berjongkok karna kakinya yang tak mampu menopang tubuhnya.
"Kenapa begitu lama Kenz? " lirih Zaf dalam isaknya, ia tak mampu menahan air mata yang begitu tidak tahu diri karna keluar tanpa izin dari pemiliknya.
Kenz ikut berjongkok didepan Zaf mengapit kedua lengan wanita itu agar bisa berdiri kembali.
"Sesuai apa yang diminta oleh Daddy mu Zaf, Kini aku sudah membuktikan jika aku pantas mendapatkanmu"ucap Rafa.
Kini mereka sudah duduk dikursi berseberangan diruang tersebut.
Sedangkan asisten Kenz pun pergi untuk memberi ruang kepada Kenz dan Zaf agar bisa leluasa untuk berbicara.
Namun diluar dugaan, Zaf memperlihatkan senyum sinisnya "Bersamaan dengan kepergian mu empat tahun lalu,hati ku juga ikut membeku Kenz"lirih Zaf.
Kenz tak menjawab,Ia bangkit kemudian berjalan mendekati Zaf.
"Maka aku akan mencairkannya kembali" Kenz meraih tengkuk Zaf menariknya hingga membuat bibir mereka bersatu.
Satu kecupan Kenz berikan, namun sepertinya itu masih belum cukup untuk mengobati rindunya.
Satu ******* kecil Kenz lakukan dan itu masih belum membuat hatinya yang sebelumnya kosong menjadi terisi.
Ciuman yang Kenz berikan semakin lama semakin menuntut, bahkan sampai membuat Zaf terengah kehabisan oksigen.
Kenz melepas ciumannya namun keningnya masih beradu dengan dahi Zaf yang berkeringat.
"I miss you Zaf" bisik Kenz dan kemudian kembali ******* benda kenyal milik Zaf.
Mereka beradu seolah berlomba mencari pemenang siapa yang paling lama bisa menahan nafasnya.
Sementara itu, ditempat lain...
Bryan sedang marah-marah tidak jelas karna tidak berhasil mendapatkan perusahaan keluarga Zaf.
Ia merasa geram, karna setiap kali ia memberikan harga, selalu ada satu orang yang bisa mengunggulinya.
Bahkan sampai ia memberikan penawaran tertinggi untuk sebuah perusahaan yang dianggap bangkrut,tetap saja lawannya itu masih mengunggulinya.
"Brenseeek!! siapa kau sebenarnya?!! " maki Bryan dan membanting gelas yang berisi wine dari tangannya...
__ADS_1
Buat yang kemarin benci sama Kenz, maaf ya karna sifat Kenz yang seperti itu,kan kalian tahu sendiri papa Rafa yang udah kasih persyaratan pada Kenz jika ia ingin membalas cintanya Zaf.