
rayuan cindi pagi itu tidak berhasil, dan malam nanti rafa beserta keluarganya akan datang untuk melamar cindi.
cindi hanya melamun sendiri dikamarnya,dika mengetuk pintu agar cindi segera turun untuk makan siang.
cindi melangkah gontai menuju meja makan yang disana sudah ada aryana yang menunggunya.
"cindi...ayo makan bersama" senyum tulus terukir jelas pada wajah aryana, dia benar-benar menyayangi cindi,tapi gadis itu tidak menyadarinya.
cindi duduk di samping dika yang baru saja datang,karna setelah memanggil sang kakak,rafa tidak langsung keruang makan melainkan kekamarnya dulu untuk mengganti seragannya.
"tante dengar,nanti keluarga rafa akan kesini ya?"ucap aryana setelah bokong cindi menempel pada kursi.
cindi menaikan pundaknya,tanda bahwa dia tidak tau menau tentang rencana rafa.
aryana yang melihat nya hanya menjawab oh tanpa suara kepada cindi,dan kemudian mereka melanjutkan acara makan siang mereka.
dika memperhatikan wajah cindi yang terlihat tidak bahagia saat akan dilamar oleh kekasihnya,ada apa sebenarnya? apa kak cindi tidak suka dengan kak rafa? kenapa dia terlihat murung? ada banyak hal yang ingin dika tanyakan tapi dia tidak punya keberanian untuk itu.
***
saat malam tiba,keluarga rafa sudah berada dirumah cindi,tapi saat aryana memanggil cindi dikamarnya, tidak ada jawaban dari si pemilik kamar.
dan ketika aryana membuka pintu,cindi tidak ada dikamarnya.
cindi kabur
dari perjodohan
lagi...
aryana merasa kepala nya pening saat mengatakannya pada papa marco.
dan rafa yang mendengarnya merasa sakit hati,dan langsung meninggalkan rumah itu.
setelah rafa pergi,papa erwin dan tante elina juga pamit undur diri.
walaupun ada rasa kecewa dihati mereka,tapi mereka memaklumi jika tentang pernikahan memang tidak bisa langsung dipaksakan apa lagi usia mereka yang terbilang masih sangat muda,karna rafa yang bersikeras makanya kedua orang tuanya itu akhirnya menuruti keinginan rafa.
***
__ADS_1
disisi lain...
cindi menyeret langkah kakinya menuju kontarakannya.
dan disinilah dia,disebuah kamar kontrakan nya yang dulu, sebuah kontrakan sederhana dijogja.
dia merebahkan tubuhnya diatas kasur single sizenya.
oh ya tuhan apa yang aku lakukan gumam cindi pelan sambil mengangkat tangannya keatas menatap cincin cantik yang tersemat dijari manisnya.kemudian menutup matanya dengan lengan kanannya aku pasti membuatnya marah.
malam semakin larut,tapi seberapa banyak cindi berusaha untuk tidur, matanya tetap saja tidak bisa terlelap.
cindi menyemprotkan parfum mint yang dia ambil dari apartemen rafa sebelumnya.berharap aroma itu bisa membuat tertidur.
tapi sia-sia saja.tetap saja cindi tidak bisa tidur, tadinya dia fikir sebelumnya bisa tertidur saat rafa berada di sampingnya karna aroma parfum rafa, tapi nyatanya sekarang cindi sudah menyemprotkan parfum itu hasilnya juga sama saja.ternyata bukan bau parfumnya yang bisa membuatku tidur.
cindi yang sudah putus asa akhirnya pergi keluar untuk membeli makanan untuk makan malamnya.
walau sudah larut,tapi tempat ini masih ramai dengan para penjual kaki lima. cindi menjatuhkan pilihannya untuk memesan martabak telur spesial,
ia menyisir pandangan keseluruh tempat itu,pandangannya tertuju pada sebuah sepanduk besar yang terpampang disebelah jalan raya,membuat senyum cindi berkembang.
"terimakasih" ucap cindi dengan senyum indahnya lagi sambil memberikan uang kepada penjual itu.
penjual itu hanya mengangguk dan melihat cindi berlalu meninggalkannya.
***
brugh...
rafa melemparkan cindi keatas ranjangnya.
betapa marahnya rafa saat ini, bagai mana tidak,sudah dua hari dia tidak bisa tidur dan tidak bisa tenang karna cindi menghilang.
akhirnya pagi tadi dia terbang ke jogja untuk mencari cindi,dia tahu cindi ada di jogja karna cindi baru saja mencairkan uang sebesar sepuluh juta di atm kawasan sleman jogjakarta. dia langsung menuju kontrakan cindi tapi disana tidak ada orang sama sekali.
rafa memerintahkan semua orangnya untuk mencari keseluruh pelosok jogja.
"nona cindi sudah ditemukan tuan" ucap seseorang kepada rafa.
__ADS_1
"antar saya kesana" titah rafa.dan pria itu langsung mengantar rafa ketempat cindi berada.
kini rafa berada di suatu tempat, lapangan lebih tepatnya,dan dipenuhi oleh lautan manusia.
para body guard rafa memberikan jalan kepada rafa untuk mendekati sebuah panggung.
diatas panggung,terlihat cindi sedang menyawer biduan yang sedang melantunkan sebuah lagu romantis, cindi menyodorkan lembaran-lembaran uangnya kepada biduan itu.
menyadari ada riyuh penonton,cindi melempar pandangannya pada para penonton yang sudah heboh dibawah sana. ia melihat rafa yang berjalan mendekat mendapat teriakan oleh para penonton wanita yang terpesona oleh rafa.
gawat...lirih cindi,dia langsung turun dari panggung kemudian berlari diantara para penonton, rafa yang melihat cindi lari menjauhinya kemudian mempercepat langkahnya untuk segera menangkap gadis kurang ajar itu.
bagai mana tidak kurang ajar, cindi mengambil atm rafa dan mencairkan uang hanya untuk menyawer biduan dangdut.rafa yang sudah dua hari tidak bisa tidur dan tidak bisa makan dengan tenang karna memikirkan cindi,tapi saat rafa menemukannya malah dia asyik dangdutan.
setelah lelah main kejar-kejaran, pada akhirnya cindi tertangkap juga.
rafa langsung menyampirkan tubuh cindi diatas pundaknya seperti mengangkat karung beras.
cindi berusaha memberontak,namun tidak juga berhasil.
dan disinilah dia,cindi terlempar diatas kasur apartemen rafa.
saat ini cindi merasa takut dengan wajah rafa yang sedang sangat marah.seperti hendak menelannya hidup-hidup.
cindi menelan salivanya dengan susah payah.sedangkan rafa semakin mendekat padanya.
"a...apa yang mau kamu lakukan?" ucap cindi gugup karna rafa semakin mendekatinya.
rafa tidak menjawab pertanyaan cindi,diq terus merangkak mendekati cindi yang sedang berusaha menjauhinya.
cindi berada di jalan buntu, tubuhnya sudah terhalang oleh sandaran ranjang. dan dia semakin tidak berkutik karna rafa sudah mengunci pergerakan gadis itu dengan menggenggam erat kedua tangan cindi dan menaikan keatas sedangkan tangan rafa satu nya sebagai tumpuan.
"berani sekali kamu kabur" ucap rafa yang membuat cindi semakin menciut. tercium aroma alkohol saat rafa bicara,
itu artinya saat ini rafa sedang mabuk, dan apa yang akan dilakukan oleh orang yang sedang marah dan mabuk. oh tidak... nyawa cindi mungkin sedang dalam bahaya.
rafa saat pulang dari rumah cindi langsung pergi ke salah satu bar.
__ADS_1