
Pletaakk...
Sebuah tendangan mendarat dengan mulus ditulang kering Kenz.
Zaf langsung melepaskan pagutannya, dan memperlihatkan seringainya.
"Kita tidak akan melakukan yang lebih jauh lagi Kenz" Ucap Zaf kemudian menyambar handuknya dan dengan cepat mengayun kan langkahnya keluar dari kamar mandi.
Kenz hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya, memang nya siapa yang mau melakukan hal yang lebih batinnya.
Walau sebenarnya tidak munafik ia juga ingin, dan Kenz yakin bahwa Zaf pasti tahu jika ada sesuatu dibagian tubuh Kenz yang sudah memberontak sejak tadi.
Huft, Kenz kembali menyalakan showernya dan membuka seluruh pakaiannya, kepalang tanggung sudah basah sekalian mandi saja.
Zaf sudah mengganti pakaiannya, walau sedikit kesusahan karna masih merasa sakit pada pinggangnya.
Tok... tok... tok...
"Zaf! "panggil papa Rafa dari luar kamar Zaf
"Ya Dad"jawab Zaf membuka pintunya.
"Daddy mau ke rumah sakit, baru dapat kabar dari dokter ada perkembangan dari Mommy mu"ucap Papa Rafa menjelaskan.
"Kalau begitu, Zaf juga akan bersiap untuk ikut Daddy"ucap Zaf hendak kembali masuk untuk bersiap.
"Tidak usah Zaf, biar Daddy saja yang kesana, kamu istirahat saja dirumah" Papa Rafa berkata.
Zaf tidak bisa membantanya, karna bagai mana pun mungkin apa yang papa Rafa inginkan adalah yang terbaik untuk Zaf.
Setelah papa Rafa pergi, Zaf kemudian kembali masuk kekamarnya dan duduk diatas ranjang sambil memainkan ponselnya.
Tak lama Kenz pun keluar dengan hanya memakai handuk yang melilit pada pinggangnya.
Wah tidak menyangka kini tubuh Kenz jauh lebih berotot dibanding empat tahun yang lalu, ada tahu diperutnya yang nampak jelas.
"Kenapa? "Tanya Kenz yang melihat Zaf sedang menatapnya sejak ia keluar dari kamar mandi.
"Ah...? Eghm... "Zaf berdehem untuk menetralkan suaranya.
Alis Kenz pun terangkat sebelah "Kenapa? " ia mengulangi pertanyaannya "Kau tertarik?" godanya disertai kerlingannya.
__ADS_1
Sontak Zaf mengalihkan pandangannya,kemanapun asal tidak kearah Kenz "Siapa juga yang tertarik"gumamnya namun masih bisa tertangkap oleh telinga Kenz.
Kenz memperlihatkan seringainya "Mau coba?" godanya.
"Tidak! "jawab Zaf cepat.
"Yakin tidak mau? " Kenz berjalan mendekati Zaf yang duduk diatas ranjangnya.
Zaf yang melihat Kenz semakin mendekat merasa semakin gugup saja, kenapa ia jadi seperti ini, bukankah hal ini lah yang dulu yang Zaf inginkan?.
"Berhenti menggoda ku Kenz, aku bukan Zaf yang dulu, yang akan langsung tertarik dengan mu walau kau tak melakukan apa-apa" Zaf menghentikan Kenz yang sudah duduk disamping.
"Benarkah? bukankah dulu kau ingin sekali melihat ku bertelanjang dada seperti ini? "goda Kenz lagi "Aku juga melihat lukisan mu waktu itu Zaf" ucapnya diikuti sedikit senyuman.
Mendengar itu tentu saja membuat wajah Zaf kian memerah, dulu dia memang pernah membuat sketsa gambar Kenz dengan tanpa memakai baju karna waktu itu dia sangat penasaran jadi mencari foto dari internet dan membuat gambar dari foto tersebut dengan wajah Kenz yang ada disana.
Tapi,merasa heran juga bagai mana bisa Kenz mengetahuinya? dan lagi Zaf juga tidak tahu dimana gambar itu.
"Kau meninggalkan sketsamu di rumah ku yang ada di Perancis waktu itu"ucap Kenz yang seakan bisa membaca pikiran Zaf.
"Oh, kau sudah melihatnya? " ucap Zaf sok cool padahal dalam hatinya sungguh ia merasa begitu malu."Tidak masalah, lagi pula itu sudah tidak penting lagi"ucapnya.
"Benarkah? "Kenz bertanya sambil lebih mendekatkan wajahnya.
"Tadi sepertinya aku mendengar suara om Rafa"Kenz.
"Ya, Daddy bilang tadi dokter menelfonnya dan bilang kalau ada perkembangan dengan kesehatan mommy" Zaf menjawab.
Kenz menjawab oh tanpa suara dan tiba-tiba ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang Zaf. membuat gadis itu terkejut "Apa yang kau lakukan? "
"Tentu saja tidur"jawab Kenz dengan emtengnya.
"Kau kan bisa tidur diruang tamu Kenz"Zaf menarik kaki Kenz agar turun dari ranjangnya.
"Bukankah disini sepi? tidak akan ketahuan kalau kita tidur bersama"Kenz diselingi kerlinagannya.
"Kenapa kau sekarang berubah seagresif ini Kenz?" Zaf memicing.
Kaki Kenz yang sebelah masih dipegang oleh Zaf, dan dalam satu tarikan Zaf tersungkur kedepan hingga menubruk tubuh Kenz.
"Kau tahu?,Sikapmu yang acuh pada ku membuatku merasa frustasi" ucap Kenz tepat didepan wajah Zaf.
__ADS_1
Kini posisi Zaf berada diatas Kenz, dan mendengar itu Zaf merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini.
"Bukankah ini yang selama ini kau inginkan? Kau mendorongku untuk menjauh, tapi saat aku benar-benar ingun menjauh justru kau malah menarikku" jawab Zaf.
Kenz tak menjawab, Zaf yang melihat Kenz tak bersuara kemudian beranjak dari posisi intim tersebut.
"Apakah ceritanya akan berbeda jika dulu aku menerimamu? " Kenz bertanya setelah Zaf turun darinya.
Disusul Kenz juga ikut duduk.
"Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika kita memilih jalan yang berbeda Kenz"jawab Zaf kemudian gadis itu beranjak dari ranjang "Aku akan mengambilkan baju ganti untukmu".
Zaf kemudian menuju kamar Daddynya untuk mengambil pakaian ganti untuk Kenz.
"Pakailah, kau akan masuk angin jika tetap mengenakan itu"Zaf menunjuk kearah handuk yang masih meliliti pinggang Kenz.
Ia menyerahkan baju milik papanya "Kau tenang saja, ini masih baru kok" tambah Zaf.
"Sepertinya ukurannya agak lebih kecil" ucap Kenz saat memakai baju dengan ukuran papa Zaf.
Karna Kenz keturunan bule tentu saja ukuran pakaiannya tidak sama dengan orang Indonesia.
Zaf yang melihat Kenz memakai baju dengan sedikit kekecilan sontak tertawa.
"Kau terlihat seksi tuan Hahaha... " ucap Zaf nerasa geli dengan penampilan Kenz. "Kupikir Daddy itu sudah besar ternyata kau jauh lebih besar darinya" Zaf masih dengan menahan tawanya.
Kenz yang tadinya merasa tidak nyaman kini jadi terhibur karna melihat tawa lepas yang keluar dari wajah Zaf.
"Apa bagus jika aku keluar dengan ini? " Kenz berpose bak model didepan cermin.
"Kau akan menjadi bahan lelucon Kenz" ucap Zaf yang sudah berhenti tertawa kemudian mendekat pada pria tersebut.
Kemudian bersidekap menatap penampilan pria tersebut.
"Bukankah walau memakai apapun aku akan terlihat tampan"puji Kenz pada dirinya sendiri, dengan menaik turunkan alisnya.
"Sebenarnya siapa kau? " Zaf memberikan tatapan curiga "Kenz tidak memiliki rasa humor seperti ini sebelumnya" Zaf memperhatikan Kenz dari atas hingga bawah.
Ia curiga, mungkin pria yang ada dihadapannya ini bukanlah Kenz yang ia kenal.
Mungkin ini seperti yang ada di novel-novel, ada seorang pria yang mirip Kenz yang menyamar entah memiliki tujuan apa.
__ADS_1
Zaf ingin mencari tahu kebenarannya.