Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#41


__ADS_3

hari ini adalah hari minggu,dan perusahaan papa cindi sedang libur tapi berbeda dengan perusahaan rafa yang tidak ada hari libur.


dan kini cindi berada didepan perusahaan rafa untuk mengantar kan makan siang untuk rafa,itu bukan niat cindi tapi elina ibu rafa yang meminta tolong pada cindi untuk mengantarkan makan siang untuk rafa,karna elina tau persis jika putra tergantengnya itu lebih sibuk saat hari minggu.


cindi menghela nafas panjangnya sebelum dia masuk kedalam gedung super besar dan mewah itu.


"permisi...bisa saya bertemu dengan dapak presdir?"tanya cindi ramah kepada resepsionis perempuan didepannya.


resepsionis yang bernama dita itu memandang cindi dari ujung kaki hingga ujung rambut,mengingat-ingat seperti pernah bertemu,setelah ingat bahwa cindi adalah gadis yang tempo hari mengaku direktur dari pt.jaya abadi memamang cantik pantas saja pak rafa kali ini terpikat benar-benar perusahaan curang, masa demi mendapat investasi sampai memberikan tubuh nya pada investor. gumam dita dalam hati.dia mendengar bahwa RC group memberikan investasi yang sangat besar untuk pt.jaya abadi, padahal semua orang tahu jika perusahaan itu sudah di black list oleh rafa sendiri.dan setelah kedatangan gadis didepan nya malah big bosnya melakukan hal yang selama ini tidak pernah dilakukan.


"baik,pak rafa sedang ada rapat mungkin 2 jam lagi baru selesai,anda mau menunggu atau menitipkan sesuatu pada saya? nanti akan saya sampaikan" ucap dita dengan wajah ramah yang dibuat-buat.


"tidak papa saya akan menunggu" jawab cindi,karna elina mengatakan cindi harus memastikan rafa menghabiskan mekanan yang sudah susah payah ibunya buatkan untuknya.


"silah kan menunggu dikursi sebelah sana" dita menunjukan deretan kursi yang berada disisi lainnya.


cindi kemudian duduk dikursi itu,dan menunggu rafa selesai rapat.jika bukan karna elina,sebenarnya cindi tidak ingin menginjakan kaki diperusahaan itu,karna dia tahu para karyawan disana pasti memandang rendah dirinya karna sudah merayu atasan mereka.


sudah 2 jam cindi menunggu,tapi resepaionis belum juga memberitahu nya rapat nya sudah selesai atau belum. susah banget sih cuma mau ketemu sama kamu raf gerutu cindi dalam hati. *bodo amat ah...tante elina mau marah sama aku,mending aku titipin ni ke resepsionis saja.*cindi menghela nafas kemudian menyerahkan kotak makanan itu pada resepsionis tadi.


rafa yang baru selesai rapat baru membuka ponselnya, karna dia selalu mensilent ponselnya saat rapat agar tidak terganggu.


disana ada pesan dari mamanya.


mama:mama nyuruh cindi mengantar makanan untuk mu...selamat menikmati.

__ADS_1


mama:yang dinikmati makanannya... bukan pengirimnya.


setelah membaca pesan sang mama, rafa melemparkan pandangannya kesetiap sudut ruangan,dia mengira cindi akan menunggunya didalam ruangannya. tapi tidak menemukan gadis itu dimanapun.


rafa turun kebawah untuk mencari cindi, tapi juga tidak menemukannya.dia melihat kotak makanan dimeja resepsionis dan mendekatinya.


"dimana yang mengirim" ucap rafa garang seperti sedang menahan emosi. dia tahu,pasti resepsionis itu menghalangi cindi untuk naik keatas.


"eh...di..dia baru saja keluar sekitar 15 menit yang lalu pak"jawab dita yang ketakutan melihat sorot mata bosnya yang begitu tajam yang seperti siap untuk menelannya bulat-bulat.


"kamu di pecat" kata yang keluar dari rafa itu sontak membuat dita langsung menangis.dia tidak menyangka hanya karna satu kesalahan yang menurutnya kecil dia sampai kehilangan pekerjaan.


rafa:dimana?


cindi:dikafe depan perusahaanmu.


namun cindi tidak membalas chat rafa lagi.


cindi dengan tenang menyesap kopi ekspresso pesanannya,dan meletakkan kembali diatas cawan.ia melihat rafa yang beru datang dengan nafas terengah.mungkin rafa takut jika cindi akan marah kemudian pergi jauh lagi.


tanpa kata-kata rafa langsung menarik tangan cindi


"eh...eh...kopi ku...kopinya belum dibayar" cindi masih kaget dan saat melewati kasir rafa memberi selembar uang seratus ribu pada petugas kasirnya.


"kembaliannya buat kamu"ucap rafa pada kasir tanpa melihatnya,dan langsung pergi dengan tetap menggandeng tangan cindi.

__ADS_1


cindi berusaha keras untuk mensejajarkan langkahnya dengan rafa,karna langkah rafa lebih lebar.


kini mereka sudah ada di perusahaan rafa,cindi melihat seorang resepsionis yang tadi dia temui sedang merapikan barangnya sambil menangis.


"dia kenapa?"tanya cindi sambil menunjuk kearah resepsionis itu.


"dia aku pecat"jawab rafa lempeng.


"kenapa?"cindi heran.


rafa mengehentikan langkahnya dengan tiba-tiba,membuat cindi yang berjalan dibelakangnya tanpa sengaja menabrak punggung rafa.


"aw...."cindi merasa sakit pada hidungnya 'lagi'


"dia udah ngerjain kamu"rafa menghela nafas sekejap"dan aku nggak terima".


"tapi raf...kamu tega?nggak kasihan sama mbak itu?lagian dulu aku juga ngelakuin hal yang sama waktu jadi resepsionis, itu kan memang tugas dia... lagian aku juga nggak papa...jaman sekarang susah raf cari kerja"ucap cindi masih mengelus hidungnya yang masih terasa nyeri.


"ya udah"


"ya udah apa?"


"ya udah nggak jadi dipecat" jawab rafa membuat cindi tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya.


tunggu dulu,dia jadi merasa seperti luna alister dan alresca nero.hehehe.... cindi masih terkekeh saat masuk ke dalam lift hingga keruangan rafa.

__ADS_1


happy reading semua...


jangan lupa jempolnya♡♡♡


__ADS_2