
9:30 pagi rafa mengantarkan cindi kesekolah dika,karna hari ini adalah hari pengambilan nilai rapor semester pertama.
ketika sampai didepan pintu gerbang,cindi sudah disambut oleh dika yang sejak tadi menunggunya dipintu gerbang
"itu dika" ucap cindi saat turun dari mobil rafa
"nanti kalau sudah selesai kabari aku ya...nanti aku jemput" rafa masih duduk di belakang kemudinya
"tidak usah,nanti aku pulang dengan dika saja" cindi menutup pintu mobil yang kacanya masih terbuka sehingga rafa masih terlihat olehnya
"oke" ucap rafa kemudian menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan cindi
dika melambaikan tangannya menyambut cindi yang baru datang "kak,ayo kekantin dulu sebelum acaranya dimulai" dika menggelayutkan tanganya pada lengan kakaknya itu dan menuju kantin
suasana kantin sangat ramai,cindi dan dika duduk berhadapan di pojok kantin karna hanya itu tempat yang tersisa.
cindi merasa aneh di sepanjang perjalanan tadi
hampir semua gadis yang mereka lewati memandang kearah mereka. seperti dulu saat ia masih sekolah saat berjalan dengan rafa.
"aneh" ucap cindi saat mendaratkan bokongnya
"kenapa kak?" dika bingung
"sepertinya kamu menjadi murid terkenal,kaka perhatikan sejak tadi para gadis-gadis itu memperhatikan kita" cindi menunjuk para gadis yang terlihat berbisik
"udah nggak usah ditanggapi kak. oh iya kaka mau makan apa? biar dika pesenin"
"bakso sama es teh manis aja...oh ya bakso nya nggak usah pake mi ya, soalnya kaka belum terlalu lapar"
"ok" dika menuju penjual didepan
cindi duduk sambil memainkan ponsel nya,para siswi berbisik-bisik ria namun masih bisa terdengar oleh cindi
"gila...itu ceweknya kak dika? cantik banget" ucap seorang siswi
"iya...seleranya tinggi banget ya?pantes rosa sama imel kemarin ditolak" sahut siswi satu lagi
"bener aku juga jadi minder"
__ADS_1
"eh pangeran es kita itu memang pantes nya dapet yang kayak gitu..
jadi aku nggak terlalu sakit hati"
cindi hanya senyum-senyum sendiri mendengar ucapan para gadis yang menganggapnya sebagai pacar dika.
tapi tunggu ada kata pangeran es? jangan bilang kalau dika berubah menjadi pemuda dingin seperti dirinya, ini nggak bener
dika datang dengan membawa nampan dengan dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh yang cindi pesan.
dika duduk dan menyerahkan pesanan kakaknya
"kamu susah bergaul ya dengan teman-temanmu?" ucap cindi menerima mangkuk dari dika
dika hanya diam menatap wajah kakaknya seakan bertanya ada apa
"jangan terlalu sulit membuka hati,kamu lihat kaka? sekarang mau menikah tapi bingung tidak ada yang mau kakak undang,kamu tahu kenapa?" dika menggeleng"karna dulu kakak juga tidak bisa membuka hati kakak,kakak takut untuk berteman,kakak takut memiliki sahabat,kakak takut ditinggal kan dan patah hati...dan ternyata ketakutan kakak itu tidak ada benarnya. jadi... nikmati masa muda mu...cari teman sebanyak-banyak nya"cindi menasehati
walau nasehat kakaknya begitu klasik, namun bagi dika, itu adalah salah satu bukti bahwa kakak perempuanya begitu menyayanginya.
***
cindi yang mendengar nama adiknya dipanggil kemudian berjalan kedepan untuk menerima raport.
"maaf,peraturan disekolah ini hanya wali murid yang bisa mengambil raport siswa" ucap guru itu memperhatkan cindi
"maksud ibu?" tanya cindi heran
"pacar tidak boleh mengambilkan raport kekasihnya dek" jelas guru itu
cindi tersenyum "maaf bu, tapi saya bukan pacar dika...saya kakak perempuanya" cindi menjelaskan tapi sang guru terlihat tidak percaya
kemudian cindi merogoh tas nya dan mengambil ktp nya dalam dompet lalu menyerahkan pada sang guru.
guru itu tersenyum tak percaya,jika dilihat dari wajahnya,cindi terlihat masih sangat muda bahkan seperti seumuran dengan dika
"kalau begitu,saya minta maaf mbak... saya kira mbak seumuran dengan dika" guru itu pun penyerahkan sebuah buku raport atas nama mahardika samudra di sampulnya.
cindi dan dika berjalan bersama menuju parkiran untuk mengambil motornya, saat ditengah jalan sebuah suara menghentikan langkah kami
__ADS_1
"dika" teriak seorang gadis yang berjalan setengah berlali mendekati kami.
dika hanya menatap gadis itu tanpa ekspresi.benar yang diucapkan para gadis dikantin tadi bahwa dika benar-benar bersikap dingin dengan teman-temannya.
"ada apa dek?" bukan dika yang menjawab,melainkan cindi
"eh..." gadis itu terlihat bingung
"saya cindi,saya kakaknya dika"cindi memperkenalkan dirinya
" oh...saya imelda kak...panggil saja imel"imel menyambut tangan cindi yang menggantung diudara
"ada apa" tanya dika dengan rafa wajah tanpa ekspresi
astaga...ternyata adikku seperti ini saat disekolah?aku sampai bisa merasa kan hawa dingin yang ia pancarka.apa dulu aku juga seperti ini?batin cindi
"eh...em...senin depan kan libur panjang,jadi teman-teman ada rencana untuk piknik ke lombok,dika mau ikut tidak" ucap imel ragu
"enggak-" dika mendapat sikutan dari cindi
"dika pasti ikut...tolong masukan dika dalam list ya" cindi menyahut
"tapi kak-" kembali cindi mencubit perut dika,membuatnya meringis dan membuat imel tersenyum melihat tingkah dika.
"itu aja ime?" tanya cindi
"iya kak"
"yaudah kalau gitu kita pamit ya..." cindi melambaikan tangannya dan dibalas imel
"kakak apaan sih...aku kan nggak mau pergi" gerutu dika setelah mastikan jarak imel sudah jauh
"udah pergi aja...emang kamu nggak bosan dirumah terus"
dika hanya bisa menuruti ucapan kakak nya.
ini visual dika
__ADS_1