
"Kopi dua, seperti biasa" pesan Ivy kepada salah satu pelayan kafe langganannya.
Setiap pagi sebelum ia berangkat bekerja, ia akan mampir dikafe langganannya yang berada didekat kantor ayahnya untuk membeli dua cangkir kopi untuk ia bawa bekerja.
Karna Kenzi yang sering mengajaknya begadang, membuat Ivy harus tetap terjaga saat bekerja di kantor.
oh iya, sekarang Ivy sudah bekerja dikantor papa Marco, setelah mengadopsi Kenzi, Ivy lebih memilih mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan kenz. Dan ia akhirnya bekerja sebagai karyawan dikantor papa Marco.
Ivy kemudian meninggalkan kafe tersebut setelah pesanannya diantar oleh pelayan.
"Apa dia sering kemari?" tanya seorang pemuda kepada pelayan yang baru saja melayani Ivy.
Pelayan tersebut merasa terkejut karna tiba-tiba bosnya ada dibelakangnya "ah..i-ia tuan, gadis itu setiap pagi mampir kemari untuk membeli kopi hitam".
Pemuda yang tidak lain adalah Rama itu mengerutkan keningnya,dan melihat kearah Ivy yang menghilang dari balik pintu.
Tadinya,Rama datang mengunjungi kafe itu karna akan mengobservasi, karna tempat itu akan ia ubah menjadi sebuah bar.
Namun saat mendengar bahwa ada seorang gadis yang setiap pagi kesana untuk membeli kopi, tiba-tiba hatinya berdesir dan menjadi tidak ada niat untuk mengubah tempat itu?
Rama mendengar cerita mengenai Ivy dan bayi yang diadopsinya dari Rafa setelah dari pernikahan Rekha dan Elfa tempo hari.
Dan mendengar cerita Rafa membuat Rama merasa penasaran akan sosok Ivy.
Semenjak hari ini, ia memutuskan untuk mengejar gadis itu.
***
Ditempat lain...
Disebuah Kafe,terlihat seorang pria yang sedang duduk sendiri seperti sedang menunggu seseorang.
" Hai om dosen" sapa Gladys saat memasuki ruangan itu.
"Jadi,kali ini mau makan apa hanya minum?" Tanya Kevin memastikan, karna masih merasa tertipu saat Gladys meminta ditraktir waktu itu.
Gladys mencebik "Okey...kali ini benar-benar makan" ucapnya kemudian duduk didepan kevin, dan memesan makanan pada pelayan.
"Jadi,apa ada hal yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Kevin sambil menyesap kopinya.
Gladys menyandarkan punggungnya "Sepertinya om benar-benar mengerti diriku". Entah itu ejekan atau Ada senyuman dibibirnya " Jadi begini om," Gladys memberi jeda pada pernyataannya " Aku akan masuk ke Universitas itu" Gladys menunjuk Universitas yang berada diseberang Kafe yang ia tempati" Jadi-"
__ADS_1
Belum sempat Gladys menyelesaikan ucapannya Kevin lebih dulu memotongnya "Aku tidak akan membantu mu!" tegasnya.
"oh ayolah...aku bahkan belum menyelesaikan ucapanku"
"Tidak perlu menyelesaikan ucapanmu, aku sudah tau" Kevin bersidekap "Kau harus menggunakan otakmu sendiri untuk masuk kesana".
Gladys mengerucutkan bibirnya, kemudian menyantap makanannya yang baru diantarkan oleh pelayan disana.
Sebenarnya, Gladys meminta Kevin bertemu bukan untuk meminta bantuan pria itu untuk bisa masuk Universitas itu.
Gladys hanya ingin bertemu dengan pria matang itu, entah apa yang Gladys rasakan. Dia hanya merasa rindu pada pria yang ada dihadapannya.
***
Pesan dari my im...
Dika membuka layar ponselnya,kemudian senyuman terukir diwajahnya melihat pesan dari sang kekasih.
my im : hai pacarπ
me : hai...
me : baru selesai mandi, kamu?
my im : Aku sedang memikirkanmu π
my im : Apa kau merindukan ku?
my im : kenapa lama sekali membalasnya?
me : baru selesai memakai baju.
my im : jadi ?
me : apa?
my im : apa kau merindukanku?
me : tentu saja... bahkan rinduku lebih besar dari dunia, lebih tinggi dari langit di angkasa, dan lebih luas dari jagat raya ini.
my im : ππ kau bisa menggombal juga... belajar dari mana.
__ADS_1
me : sepertinya dari novel.
my im : jadi pacarku sekarang suka membaca novel? π
me : sepertinya iya.
my im : novel siapa yang kau baca pacar?
me : tentu saja milik kakak ku.
my im : sepertinya kak Cindi tidak suka membaca buku seperti itu?
me : tentu saja...itu novel milik Ivy bukan milik kak Cindi.
my im : tapi sepertinya kata-kata itu bukan dari novel, tapi dari sebuah lagu? π
me : ternyata kau tau...sepertinya aku gagal lagi.
my im : πππ tapi aku suka.
Dika tersenyum sendiri berbalas chat dengan Imelda, sampai sebuah ketukan pintu membuatnya mengalihkan perhatiannya.
Dan panggilan dari sang mama membuatnya beranjak untuk makan malam bersama.
Hanya satu tahun.
Memiliki hubungan dengan jarak yang jauh memang membuat sepasang sejoli ini menahan rindu yang teramat sangat.
Namun juga bisa memberikan satu pelajaran untuk bisa saling memberi kepercayaan dan menjaga kepercayaan masing-masing.
Seperti itulah kisah perjalanan cinta masing-masing.
Rekha yang sudah merasa bahagia karna Elfa yang sudah memberikan ruang dihatinya
Rama yang senantiasa mengejar dan menunggu cinta Ivy agar bersedia membuka hatinya.
Gladys yang bertekat akan menjadikan Kevin sebagai tambatan hatinya, dan menjadi satu-satunya.
Dan Dika yang sedang menikmati masa kerinduannya terhadap sang kekasih yang pada satu tahun lagi akan ia jumpai di negara yang Imelda tinggali saat ini.
end....
__ADS_1