Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#49


__ADS_3

"sepertinya aku harus membuat makhluk kecil disini agar kamu punya alasan untuk tidak kabur"ucap rafa menunjuk perut cindi yang ada dipelukannya.


cindi yang tadinya sudah terpejam akan masuk kedunia mimpi langsung melemparkan bantal dibawah kepalanya tepat diwajah rafa"aku belum tidur... jadi jangan bermimpi"cindi hendak beranjak, tapi tangan rafa lebih cepat menariknya,


dan kembali memeluknya.


"hanya bercanda...tidurlah sudah larut" rafa mengusap kepala cindi agar gadisnya bisa tertidur kembali


***


keesokan paginya..


rafa sudah bersiap dengan pakaian formalnya.


cindi yang baru bangun masih mengumpulkan separuh nyawanya, merasa terkejut karna rafa yang tiba-tiba mengecup bibirnya."mau kemana?" tanya cindi dengan suara paraunya, khas suara seseorang yang baru bangun.


"aku akan kehotel graha buana... karna sementara urusan kantor pusat akan dialihkan kesana"


"ha.. kenapa?"tanya cindi yang masih bingung.


"aku akan membuat perusahaan juga disini, sekalian menunggu kuliahmu selesai"rafa memakai dasinya dan melihat cindi yang masih terlihat bingung.


"kamu akan buat kantor cabang disini?".


"sepertinya aku akan memindah kantor pusat disini karna kulihat kamu lebih senang tinggal disini".


"ha?"pernyataan rafa membuat sontak membuat rahang cindi jatuh kebawah "lalu bagai mana dengan kantor kamu yang ada di kotaA?" cindi langsung berdiri dari duduknya.


rafa menghembuskan nafasnya kasar "sepertinya kamu mulai banyak bicara" rafa berjalan mendekat"atau kamu mau aku membungkam bibirmu itu yang mulai nakal?"rafa dengan seringainya.


cindi menjauhkan tubuh rafa dengan mendorong perut rata rafa dengan telunjuknya.


rafa tertawa lepas karna melihat kepanikan diwajah cindi. pemandangan yang sangat indah dipagi hari ucap rafa dalam hati."nanti kamu kuliahkan?"


"hmmm..." cindi mengangguk.


"cepatlah bersiap,nanti akan kuantar" rafa mengelus pipi cindi lembut.

__ADS_1


"nanti saja aku berangkat sendiri...kuliahku siang,jadi aku ingin bermalas-malasan dulu"


"ok kalau begitu,aku berangkat sekarang... sarapanmu ada dimeja makan, aku sudah menyuruh orangku memindahkan semua barang yang ada dikontrakanmu kesini"


"ha?"kembali mulut cindi menganga untuk yang kesekian kali.


"kenapa?" tanya rafa.


"harusnya aku yang bertanya kenapa".


"aku tidak akan membiarkanmu kabur lagi...dan ingat baik-baik,jika kamu berani kabur lagi maka kemanapun kamu berada, aku akan menemukanmu dan disaat itu,aku tidak akan meminta persetujuanmu dan akan langsung menikahimu"ancam rafa mencium pelipis cindi,kemudian berbalik dan berjalan menuju pintu keluar.


"tunggu dulu"rafa menghentikan langkahnya "kamarmukan cuma ada satu?"cindi terheran-heran mereka belum menikah dan tinggal satu rumah ditambah lagi akan tidur di kasur yang sama.apa yang akan dikatakan orang-orang?pikir cindi.


"tidak masalah...aku tidak akan menyentuhmu sebelum kamu bersedia" rafa melanjutkan langkahnya "kecuali jika aku khilaf"ucap rafa saat melewati pintu.


"kurang ajar...!!"cindi melempar bantalnya namun tidak mengenai rafa karna rafa sudah lebih dulu menutup pintu kamarnya "rafa....kembali..!!!" cindi berteriak dikamar tapi tidak beranjak dari kasurnya.


dan rafa hanya tersenyum mendengar umpatan cindi kemudian berangkat menuju hotel yang untuk sementara akan ia jadikan kantornya.sungguh pagi yang menyenangkan...


***


tumben mapel ini banyak yang datang, ramai banget batin cindi saat mesuk kedalam ruangannya,saking penuhnya, cundi hanya mendapat tempat duduk dipojokan sebelah kiri.


suara riuh terdengar dari para mahasiswi disana saat sang dosen memasuki ruangan.


pantas saja ramai...dosennya cakep juga, masih muda...lumayanlah buat cuci mata, biasanya dosenya tidak ada yang bening...


gumam cindi dalam hati.


cindi hanya diam mendengar penjelasan dosennya,dan sesekali mencatat yang menirutnya penting.


tidak seperti para mahasiswi lain yang banyak memberikan pertanyaan,seperti si dosen sudah menikah atau belum, sidosen ada tidak diantara mereka yang menarik perhatiannya dan banyak pertanyaan lainnya yang menyangkut privasinya. tapi hanya ditanggapi senyum oleh sang dosen.


tatapan dosen itu tertuju pada satu titik, yaitu dimana cindi sedang duduk memperhatikannya. sesekali mereka bertatap mata,namun tidak membuat cindi curiga bahwa dosen itu memperhatikannya, cindi hanya berfikir jika saat matanya bertemu mata dosen itu hanya sebuah kebetulan.


setelah pelajaran selesai,cindi menuju kantin kampus, dia memang mengenal banyak orang disana tapi seperti saat di SMA dulu,dia tidak mempunyai teman yang dibilang dekat.

__ADS_1


karna saat ada yang mengajaknya untuk berteman,dia tidak bisa seperti orang-orang lain yang bisa langsung kemana-mana bersama.cindi lebih nyaman jika sendiri. ya,walaupun kadang merasa kesepian juga.


kini dia duduk sendiri di salah satu bangku kantin,dan menyantap semangkuk bakso yang baru saja datang diantar oleh mbak inah,pelayan tang dipekerjakan pemilik kantin disana.


setelah mengucapkan terima kasih, cindi memasukakan bakso kedalam mulutnya.


tiba-tiba seseorang memanggilnya.


"cindi..."panggil seorang gadis yang cindi kenal benama mia.


cindi menoleh dan menaikan alisnya,pertanda ia sedang bertanya ada apa.


"kamu dipanggil dosen baru disuruh keruangannya"ucap mia menjelaskan maksud dia menemui cindi.


untung bakso cindi sudah habis, jadi dia bisa langsung kesana"mm...ruangannya dimana mi?" tanya cindi.


"di ruangannya pak ridwan,diakan dosen pengganti sementara pak ridwan..." ucap mia"sayang banget...padahal baru kali ini ada dosen yang ganteng tapi katanya mengajar cuma sebentar"ucap mia lesu.


cindi hanya tersenyum melihat ekspresi mia yang menurutnya lucu.lalu berdiri dan berjalan menuju ruang yang mia maksud.


tibalah cindi didepan pintu sebuah ruangan.


tok...tok...tok


cindi mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban dari dalam.


saat cindi akan mengetuk lagi, tiba-tiba pintu terbuka.dan seorang gadis cantik keluar dari dalam sana,terlihat dia berjalan sambil merapikan pakaiannya serta dilihat cindi lipstiknya juga berantakan.cindi mengenal gadis itu, dia adalah cintya gadis paling cantik dikampus ini.


cindi berpapasan dengan cintya depan pintu itu.cintya tersenyum menyapa cindi,dan dibalas senyum yang tidak kalah cantik dari cindi.


"long time no see...ndi"ucap dosen itu saat cindi masuk dan memastikan pintu dibelakang nya tertutup.


happy reading semua...


jangan lupa jempol nya biar author senang dan lebih semangat bikin ceritanya...


ci yu....

__ADS_1


__ADS_2