Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
S2 eps 19


__ADS_3

note:untuk membuat para pembaca tidak bingung, mak'e mulai eps ini tidak akan menggunakan bahas asing ya, dan hanya diberi keterangan para pemain memakai bahasa apa, itu saja... hehehe...


"Dan, setelah raksasa tersebut tenggelam kedalam lumpur yang dalam, Akhirnya timun emas pun bisa hidup bahagia bersama ibunya" ucap Zaf mengahiri ceritanya.


"Kak, apa semua orang didunia ini memiliki ibu? "tanya gadis kecil yang kini sedang berbaring disamping Zaf.


"Tentu saja, semua anak lahir dari perut seorang ibu" Zaf menunjuk perut gadis kecil itu.


"Tapi aku tidak punya" ucap Luciana dengan bibirnya yang mengerucut.


Zaf menatap wajah gadis polos itu, mata Luciana tampak berbinar seperti akan menangis.


Aku tidak berpikir bagai mana jika sampai nanti Bryan juga dihukum? apa anak ini akan lebih sedih lagi?. batin Zaf.


Ia kemudian memeluk tubuh kecil tersebut.


"Kak, aku menyukai mu... jangan pergi seperti para pengasuh ku yang dulu ya"gadis kecil itu berucap lagi.


"Huft" Zaf menghela nafas nya, ia tidak tahu lagi akan menjawab nya seperti apa.


Lalu tiba-tiba pintu kamar Luciana pun terbuka, ternyata dia adalah Bryan yang berdiri disana.


"Belum tidur sayang? " ucap Bryan begitu masuk kedalam kamar gadis kecilnya.


"Daddy...! " pekik gadis itu senang, kemudian memeluk tubuh ayahnya saat Bryan sudah ada didekatnya.


"Kau bisa pergi"ucap Bryan kepada Zaf.


"Baik tuan"jawab Zaf kemudian ia undur diri menuju kamarnya.


Setelah Zaf pergi, Bryan kemudian merebahkan tubuhnya disamping putrinya.


"Apa yang Luci lakukan hari ini? " Tanya Bryan, tentang kegiatan putrinya tersebut.


"Hari ini Luci tidak nakal Dad" ucap gadis kecil itu.


"Benarkah?"Tanya Bryan kembali, dijawab anggukan dari gadis bernama Luciana itu.


"Tidak mengerjai kakak yang tadi? " Kembali Bryan seakan sedang mengintrogasi anak nya tersebut.


"Iya Dad... Luci tidak berbohong... Luci menyukai kakak" ucap polos Luci kemudian memeluk ayahnya.


"Oh ya? " tanya Bryan tak percaya.


Bagai mana tidak, selama ini Luci bekerja sama dengan Pedro untuk mengerjai susternya.


Bahkan Semua orang yang ia pekerjakan selama ini selalu melarikan diri karna tidak tahan dengan kenakalan kedua anaknya.


Sihir apa yang diberi oleh wanita bernama Zaf itu?.batin Bryan.


Bahkan saat Bryan membawa Mirela datang, kedua anaknya tidak bersedia untuk mendekat pada Mirela.


Karna itu Bryan tidak bisa membuat hubungan serius terhadap wanita wanita lain.

__ADS_1


"Yes Daddy... "gadis kecil itu menjawab "Daddy tahu? ternyata kakak bisa menguasai banyak sekali bahasa asing".


"Benarkah? "


"Ya, Luci melihatnya sendiri saat kakak mengajari Pedro"Jujur gadis itu.


"Mengajari Pedro bahasa Spanyol? ".


Luci mengangguk membenarkan ucapan ayahnya "Kakak juga mengajari Pedro bahasa Jerman".


Bryan menaikkan sebelah alisnya, ia semakin penasaran dengan Zaf, ditambah lagi wanita itu adalah rekomendasi dari Mirela.


Apa Mirela memiliki suatu rencana untuk nya?.


"Okey... Daddy percaya... cepat lah tidur" Bryan mengusap kepala putrinya lembut.


"Daddy... kakak mirip dengan Mommynya Luci yah? " Spontan ucapan gadis itu membuat Bryan kembali berpikir.


Benar juga, saat pertama kali bertemu Zaf, Bryan memang tidak terlalu asing melihat wajah gadis itu.


Tapi bagai mana bisa Luci tahu persamaan antara Mommy nya dengan Zaf?.


Dilihatnya Luci sudah terlelap, dan perlahan Bryan melepaskan tangannya dari kepala gadis itu.


Setelah mematikan lampu kamar Luci, Bryan pun kemudian pergi menuju kamarnya yang ada dilantai tiga.


***


[apa kau baik-baik saja? ] pesan yang Zaf terima dari Kenz.


[cepat selesaikan urusanmu disana, jangan terlalu lama, aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu] balas Kenz lagi.


[iya Kenz, kau tenang saja. aku akan mencari caranya]Zaf membalas.


[Jaga dirimu baik-baik] ketik Kenz.


[tentu].


Setelah mengakhiri pesan bersama Kenz, Zaf kemudian membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


Huft... wanita itu menghela nafasnya, bagai mana cara dia untuk bisa masuk kedalam ruangan Bryan?.


Sedangkan para pelayan bilang,tidak semua orang bisa naik ke lantai atas.


Ada apa dilantai tiga sebenarnya? Zaf yakin,disana pasti ada banyak rahasia.


Termasuk tentang kasus ayah Kenz.


Zaf harus berpikir keras untuk bisa kesana, lalu apa akan ketahuan jika ia menyelinap kesana di malam hari?.


Tidak, disana pasti ada cctv nya, lalu bagai mana?


aghh.... apa memang seharusnya Mirela lah yang ada disini? mungkin jika itu Mirela pasti akan sangat mudah baginya untuk memasuki ruang pribadi kekasihnya kan?.

__ADS_1


Entahlah, pikiran Zaf melayang tak tau harus bagai mana.


Keesokan paginya...


"Kakak... "suara seorang gadis tepat ditelinga Zaf.


"Kakak! " Panggilnya lagi, dan kini sedikit menaikkan volume suaranya.


Zaf pun terbangun "Astaga" kagetnya saat melihat Luciana sudah berada disampingnya.


Melihat keterkejutan Zaf yang tampak lucu, Luciana pun jadi tertawa.


"Ha ha ha... kakak, kakak lucu sekali" ucap gadis itu.


Zaf mengusap wajahnya yang masih tampak lesu, bagai mana tidak? ia tertidur sangat larut semalam, memikirkan bagai mana cara untuk bisa masuk kedalam ruangan Bryan.


"Jam berapa ini? apa aku kesiangan? " tanya Zaf panik saat menyadari ternyata bosnya yang membangunkan nya.


"Tenang lah kak, ini masih sangat pagi... aku membangunkan mu karna hari ini adalah weekend, dan setiap akhir pekan, kami akan pergi jalan-jalan bersama Daddy" Desis gadis kecil itu.


Zaf bisa bernafas lega, ia fikir ia bangun kesiangan hari ini.


"Cepat bersiaplah kak,kita akan berangkat jam enam pagi ini" gadis itu berucap lagi.


"Eh, bukankah hanya kamu,tuan Pedro dan Tuan besar saja yang pergi?" tanya Zaf,karna tidak mungkin kan seorang pembantu ikut pergi jalan-jalan bersama majikannya?.


Gadis itu menggeleng "Tentu saja kakak harus ikut, untuk menjaga kami" tutur Luciana.


"Baiklah,kakak akan segera bersiap"ucap Zaf kemudian beranjak dari tempat tidurnya.


Sedangkan Luciana keluar dari kamar Zaf.


Beberapa saat kemudian...


"Kakak, ayo kita berangkat" ucap Luciana kemudian menggandeng tangan Zaf agar mengikutinya.


"Kakak duduk dibelakang dengan Luci ya... biar Perdo saja yang didepan bersama dengan Daddy" celoteh gadis itu.


Zaf menurut, ia kemudian membuka pintu mobil bagian belakang, kemudian mempersilahkan Luciana untuk masuk lebih dulu disusul Zaf kemudian memasukinya.


Sedangkan Pedro hanya melirik kearah Luciana yang bermanja-manja dengan Zaf kemudian masuk kekursi bagian depan lalu kembali fokus membaca bukunya.


"Kak, kakak tidak bertanya Kita akan kemana hari ini? " kembali Luciana berceloteh kepada Zaf.


"Hm? " tanya Zaf.


"Ayolah coba tebak" cicit gadis kecil itu.


"Mmmm" Zaf berpura-pura sedang berpikir "Ke menara Eifeel? " jawab Zaf asal bicara.


"Salah"gadis itu menggeleng "tapi, apa kakak ingin kesana? " Tanya gadis itu polos.


"Hm? " Zaf bahkan tidak mengerti apa yang barusan ia katakan "ha ha ha" kemudian tawa sumbang keluar dari wajah Zaf, "Tentu saja tidak nona, ini kan hari libur mu... dan saat nya kamu untuk bersenang-senang" ucap Zaf, melirik kearah Bryan, penasaran juga bagai mana reaksi pria tersebut saat mendengar celotehan putrinya.

__ADS_1


Namun nihil, karna hanya ekspresi datar yang ia perlihatkan.



__ADS_2