Cinta Sedingin Es

Cinta Sedingin Es
bab#39


__ADS_3

sesaat setelah cindi keluar dari kantornya,rafa langsung memanggil sinta untuk mengurus administrasi kebank untuk pencairan dana.


sinta masih heran dengan bosnya,karna baru pertama kalinya si bos mencoret sebuah perusahaan yang sudah diblacklist,tapi yang namanya bos mah bebas mau nglakuin apa aja.


kini rafa duduk bersandar pada kursi kebesarannya.jika ingat yang dilakukan cindi tadi membuatnya tersenyum sendiri seperti orang gila.


"kamu tahu aku ini matrealistis apa kamu tidak menyesal melamarku?" tanya cindi setelah rafa melingkarkan cincin dijari manis cindi.


"tidak masalah...uangku banyak,aku butuh kamu untuk membantuku menghabiskannya "jawab rafa sekenanya "aku hanya ingin kamu tetap disisiku"kemudian memeluk cindi dengan erat "jangan tinggalkan aku lagi"ucap rafa lirih.


cindi masih mencerna kata-kata dari rafa"selama kamu punya banyak uang... aku tidak akan meninggalkan mu" cindi melepaskan pelukannya kemudian memberikan sebuah kecupan pada rafa.


kecupan itu hanya sekilas,tapi bisa membuat rafa melayang.


rafa tahu,cindi melakukan itu hanya supaya bersedia membantunya tapi tetap saja rafa merasa senang walau hanya dimanfaat kan oleh cindi. dia yakin suatu saat nanti cindi pasti akan membuka pintu hatinya.


beberapa hari setelah rafa menjadi investor diperusahaan ayah cindi,kini masalah ekonomi perusahaan menjadi lebih setabil.dan cindi sedang sibuk membuat rencana kedepan untuk produk baru serta promosi.


seseorang masuk kedalam ruangan direktur yang kini diduduki oleh cindi, mungkin ana sekretaris papanya mengantarkan makanan karna cindi belum sempat makan siang.


"terimakasih mbak..."ucap cindi tanpa melepas pandangannya dari lap top didepannya.


biasanya setelah mengucapkan terimakasih,ana akan langsung keluar dari ruangan itu,tapi seseorang yang baru masuk itu kenapa malah duduk didepan pikir cindi


karna ingin tahu makasud ana kenapa duduk didepannya, cindi mengehentikan jarinya yang sedari tadi sibuk mengetik keyboard laptopnya dan mengalihkan matanya pada seseorang didepannya.

__ADS_1


cindi terkejut dan membulatkan matanya lebar,karna didepannya ada rafa yang tanpa berkedip menatap cindi dengan menumpukan dagunya pada tangan yang bertumpu pada meja.


"astaga...hampir saja jantungku copot..." cindi mengelus dadanya"kenapa tidak bilang apa-apa waktu datang?" ucap cindi setelah merasa jantungnya kembali netral.


bukannya menjawab pertanyaan cindi,rafa malah mengabaikannya dan berjalan menuju kursi cindi"sedang buat apa?sampai lupa makan?" ucap rafa menundukan tubuhnya melihat laptop cindi.


"rencana produk baru,dan untuk promosinya"jawab cindi


"ini kan bukan tugas kamu... kamu hanya perlu mendengar rencana-rencana dari bawahanmu.dan hanya perlu tanda tangan jika setuju"


"iya...tapi usul mereka...aku tidak suka"


"kalau gitu pecat saja...untuk apa gaji mereka kalau tugasnya kamu kerjain sendiri"


rafa hanya tidak ingin cindi merasa kelelahan.saat ingin ngomong lagi, cindi malah semakin menekan tangannya pada bibir rafa,tidak kehilangan akal,rafa menjilat tangan cindi yang menghalanginya bicara.


sontak cindi pun terkejut "ih...rafa..." kemudian mengelapkan tangan nya yang dijilat rafa itu kejas mahal rafa.


rafa hanya terkekeh melihat tingkah cindi yang merasa geli seperti habis dijilat oleh anjing."lain kali biar aku sajalah yang handle perusahaan ini"ucap rafa berjalan menuju sofa di sebelah meja kerja.


"enak saja...terus nanti kamu ambil perusahaan ini?"ucap cindi memperbaiki posisi duduknya"ogah...gimana nasib keluargaku nanti..."cibir cindi dengan memonyongkan bibirnya.


owh...rafa jadi gemes...pengen cium...


rafa semakin terkekeh mendengar ocehan cindi,dulu sepertinya cindi sangat pendiam saat masih sekolah,kenapa sekarang menjadi cerewet begini?.

__ADS_1


"oh...iya...ada apa kamu kesini?" tanya cindi saat ingat untuk apa seorang rafa mahendra yang sibuknya melebihi seorang presiden itu datang kekantor kecilnya.


"tadinya mau ngajak kamu makan siang... tapi sepertinya kamu sibuk...ya udah lanjutkan saja dulu" ucap rafa sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.


cindi yang mendengar makan siang langsung merapikan barangnya dan bergegas menghampiri rafa.


sebenarnya perutnya sudah berdemo minta diisi dari tadi, hanya saja cindi merasa sayang jika pekerjaannya ditunda.lagi pula biasanya jika cindi sedang sibuk maka sekretaris papanya akan membawakannya makanan,tapi entah kenapa dia sudah menunggu 1 jam belum juga ada yang mengantar makanan.


"kenapa?"tanya rafa yang melihat cindi sudah bersiap dengan tasnya.


"katanya mau makan?"tanya cindi.


"owh"rafa beranjak dari posisi pw nya, kemudian menggandeng tangan cindi dan meninggalkan tempat itu.


"tapi kamu yang traktir ya...aku nggak ada uang"bisik cindi sambil menengok kanan kiri memastikan tidak ada karyawan yang mendengar ucapannya.


rafa tersenyum mengejek "kamukan direktur...masa direktur nggak punya uang?"


cindi mencubit lengan rafa"kamukan tahu aku hanya membantu papa lagian cari uangkan susah"gerutu cindi dan rafa hanya menanggapinya dengan senyum.


happy reading semua...


jangan lupa jempolnya ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2