
"Zayn...!!! " Seru Hyena saat Zayn semakin menekan tubuhnya.
"Bukankah ini bukan hal baru untuk mu? " sindir Zayn yang masih melanjutkan aksinya.
"Hentikan Zayn, apa yang kau lakukan!! " Hyena masih mencoba untuk memberontak.
Zayn kini sudah berhasil melepas semua pakaiannya, ia sudah bersiap untuk menerobos pertahanan Hyena.
"Zayn... jangan lakukan itu Zayn, bagai mana jika orang itu memiliki penyakit yang menular!! " seru Hyena.
Zayn menampilkan senyum smirknya "Kalau begitu kita akan sakit sama-sama".
"Zayn... ugh... !!"Hyena merasa kesakitan pada inti tubuhnya saat Zayn masih mencoba memasukinya.
"Shiit...!!" Umpat Zayn. Kenapa sulit sekali, bukan kah ini bukan yang pertama bagi Hyena? atau mungkin karna ini adalah yang kedua baginua,karna itu dia masih begitu sempit, pikir Zayn masih mencoba memasuki tubuh Hyena.
"Zayn... hentikan... sakit"lirih Hyena namun masih tak dihiraukan oleh Zayn.
"Bukankah seharusnya tadi malam kau lebih sakit? " Masih menyindir.
Ya, yang dikatakan Zayn ada benarnya, tapi kenapa kini saat Zayn baru saja memulai untuk memasukinya rasanya bagaikan seluruh tulang pinggul Hyena terasa retak?.
Zayn semakin memperdalamnya.
"Ugh...!! " Seperti tersambar petir perasaan Hyena kacau, air matanya menetes tanpa persetujuan darinya.Ia merasakan sakit yang teramat dalam.
Tapi Zayn sama sekali tidak menghentikan aksinya,Pemuda itu tidak hanya mempermainkan tubuh Hyena bagian bawah, namun hampir seluruh tubuh Hyena kini sudah rata dengan bekas hickey yang Zayn berikan.
Entah setan apa yang merasuki tubuh Zayn, kini yang ada di pikirannya hanya rasa tidak rela karna Hyena sudah dijamah oleh orang lain.
Hyena tak berkutik, ia hanya bisa pasrah dengan apa yang Zayn lakukan terhadap dirinya, karna memang sepertinya tubuhnya memang sudah tidak dapat memberontak.
Pergulatan panas yang Zayn lakukan kini sudah berakhir, ia dapat dengan jelas melihat bagai mana wajah putus asa yang Hyena tampakkan.
"Kau menyesal karna aku melakukannya? " ucap Zayn masih mengatur nafasnya.
Hyena tak menjawab, ia hanya menatap kosong pada Zayn, kemudian berusaha beranjak dari ranjangnya.
Zayn hanya mengikuti arah gerak Hyena yang meninggalkannya menuju kamar mandi.
Dan saat pandangannya teralih, ia melihat sesuatu diatas sprai ranjang tempat Hyena tadi berbaring saat ia gagahi.
Dahinya mengerut melihat noda merah yang ada disana.
"Bukankah ini darah? " Gumam Zayn "Jadi, benar-benar tidak terjadi sesuatu pada Hyena tadi malam? ".Ia masih bicara dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Astaga Zayn... apa yang kau lakukan! " Zayn mengusap wajahnya sendiri.
Kenapa ia langsung melakukan itu kepada Hyena? seharusnya ia segera menghentikan aksinya saat ia kesulitan memasuki Hyena tadi, tapi entah kenapa sesuatu dalam dirinya begitu ingin melampiaskan amarahnya kepada gadis itu.
Zayn kemudian berjalan menuju kamar mandi, dimana kini Hyena barada.
Tok... tok... tok...
Zayn mengetuk pintu kayu tersebut.
Cklek...
suara pintu terbuka,
Dan yang pertama kali Zayn lihat adalah tatapan tajam dari Hyena.
Melihat itu, Zayn tidak jadi bersuara, mungkin karna rasa bersalahnya.
Sedangkan Hyena yang sudah memakai bathrobe kemudian berjalan kembali menuju ranjangnya.
Zayn pun membuntuti langkah Hyena dan ikut duduk disamping Hyena saat gadis itu kembali duduk diatas ranjang yang sudah sangat berantakan tersebut.
Pandangan Hyena tertuju pada noda merah yang tadi Zayn lihat, dan entah apa yang terjadi, ada sedikit rasa lega disudut hatinya yang paling dalam.
"Pergilah, temui Safana, dia pasti khawatir" Hyena berbicara tanpa menatap kearah Zayn yang kini sedang tertunduk lesu karna menyesal.
Zayn mendongak melihat kearah wajah Hyena, wajah itu masih terlihat sembab karna gadis itu tadi tak henti mengeluarkan air matanya.
"Tidak, kau lebih membutuhkan ku" Zayn masih tak ingin meninggalkan Hyeba sendiri.
"Aku tidak membutuhkan siapapun, termasuk diri mu... pergilah! " Hyena sedikit menaikkan suaranya.
"Hyena-"
"Setidaknya bukan orang yang tidak kukenal yang sudah mengambil yang pertama bagiku, setidaknya aku tidak perlu khawatir akan ada penyakit menular pada diriku" potong Hyena "Pergilah" Hyena beringsut kembali kedalam selimut dengan memunggungi Zayn.
"Hyena, aku akan bertanggung jawab"
"Pergi... aku lelah, nanti aku akan pulang sendiri jika aku sudah merasa lebih baik" suara Hyena melemah.
Zayn tak bisa apa-apa, ia kemudian memungut kemejanya yang masih teronggok dilantai dan memakainya.
"Ku antar kamu pulang" ucap Zayn setelah selasai mengenakan pakaiannya.
Hyena menggeleng dengan wajahnya yang masih memunggungi Zayn.
__ADS_1
"Aku tidak akan tenang jika kamu masih ada disini" Tanpa aba-aba, Zayn langsung menggendong Hyena ala bridal style keluar dari dari hotel tersebut.
Ia bahkan tak menghiraukan pada setiap mata yang melihat kearahnya.
Sedangkan Hyena juga merasa tidak peduli dengan apa yang dibisik-bisikan orang yang melihatnya.
"Aku akan membawamu keapartemenku" ucap Zayn setelah melajukan mobilnya.
"Tidak, antar aku pulang kerumah mama" Tolak Hyena.
"Kau akan kesepian kalau disana" Zayn sedikit melirikkan matanya kearah Hyena.
"Aku tidak ingin melihat Safana".
Degh...
Mendengar nama Safana disebutkan oleh Hyena ada perasaan bersalah dihati Zayn.
"Baiklah, bagai mana kalau kerumahku? " Zayn masih berusaha membujuk Hyena agar tidak kembali kerumahnya.
"Itu akan jauh lebih buruk, bagaimana perasaan mama Cindi jika melihatku seperti ini" Hyena.
Zayn menghela nafas frustasinya, ia tidak tega membiarkan Hyena sendirian dirumahnya, ia takut Hyena akan nekat jika pikirannya terasa kosong.
Tapi tidak ada cara lain, Zayn tidak bisa membawa Hyena kerumahnya ataupun ke Apartemennya.
Terpaksa akhirnya Zayn mengantarkan Hyena kerumahnya, dan saat mereka sampai disana, Hyena langsung masuk kerumah bahkan saat Zayn baru akan ikut masuk kedalam Hyena langsung menutup kembali pintu tersebut membuat Zayn terkejut karna daun pintu hampir menampar wajah tampannya.
Hyena tidak membiarkab Zayn masuk, dan langsung mengunci pintu tersebut.
Zayn menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal, ia kemudian segera mangambil ponsel yang ada disaku celanannya.
Menelpon anak buahnya untuk membereskan kamar hotel yang baru ia tinggalkan bersama Hyena tadi, tempat yang mungkin akan menjadi bersejarah karna ditempat itu Zayn melepaskan perjakanya begitu pula dengan Hyena yang juga menanggalkan status virginnya.
Zayn kemudian segera menuju kediaman Brury untuk segera menemui Safana yang sejak tadi malam panggilannya tidak ia jawab.
Ia berniat untuk memberitahukan kepada Safana tentang pembatalan pernikahan mereka.
Semoga saja Safana bisa mengerti tentang apa yang terjadi,dan bisa berlapang hati untuk melepaskan Zayn.
"Zayn?" Sambut Safana saat Zayn menginjakkan kakinya di mansion mewah milik keluarga Brury,Ia merasa lega karna sejak semalam Zayn sama sekali tidak memberinya kabar.
Zayn tak menjawab, bahkan tidak membalas senyum yang terkembang diwajah Safana.
Ia hanya bisa berjalan lurus menuju Safana kemudian langsung memeluk tubuh gadis cantik tersebut.
__ADS_1