
Setelah satu minggu berada di kota menara eifell,Kenz belum juga menemukan keberadaan ayahnya, dan alamat yang mama Ivy berikan ternyata sudah lama tidak dihuni.
"Apa aku harus mencoba cari di Spanyol? tapi mama Ivy bilang, terakhir kali pria itu pindah kesini karna mengikuti istrinya" Gumam pria tersebut.
Satu minggu berada di negeri orang sama sekali tak membuat Kenz canggung, mungkin wajah serta perawakan Kenz yang memang keturunan orang sana membuatnya merasa nyaman. Seperti ia menemukan klan nya sendiri.
Karna tak memiliki uang yang banyak, Kenz memutuskan untuk bekerja disalah satu bar terkenal disana.
Bukan tanpa alasan Kenz bekerja ditempat seperti itu, karna menurut cerita mama Ivy,ayah kandung Kenz adalah maniak dalam hal berpesta. jadi kemungkinan ia akan lebih mudah mendapatkan informasi jika bekerja disana.
Sebagai bartender Kenz bekerja disana, karna saat di kota A dulu ia juga bekerja sebagai bartender ia pun juga sudah tidak asing dengan bermacam-macam minuman beralkohol disana.
"Beau, ajuotez un autre verre"(ganteng, tambah satu gelas lagi) ucap seorang wanita yang duduk didepan Kenz yang sedang bekerja.
Kenz memberikan senyum terbaik nya "Bonne mademoiselle"(baik Nona) Jawab Kenz kemudian meracikan minuman untuk wanita tersebut.
Baru bekerja beberapa hari, Kenz sudah mengenal wanita yang kini tengah menikmati minumannya didepan Kenz.
Ia adalah wanita simpanan pria kaya disana, dan baru-baru ini sedang bermasalah dengan prianya.
Kenz mengetahuinya dari wanita itu sendiri, karna saat wanita bernama Mirela itu mabuk ia akan mengutarakan uneg-uneg dari dalam hatinya.
"Ne te saoule pas trop mademoiselle"(jangan terlalu mabuk nona) Kenz mencoba menasehati wanita tersebut yang sudah menundukan kepalanya diatas meja.
"A`quoi tu tien? mon amant m`ignore juste" (Apa pedulimu? kekasihku saja mengacuhkanku) gumam Mirela, namun Kenz masih bisa mendengarnya dengan baik.
"Jangan terlalu banyak ikut campur dalam urusannya"ucap Dimas, memberi peringatan untuk Kenz "Kau akan ada dalam masalah besar, dia adalah wanita dari pemilik bar ini" ucapnya lagi.
Dimas adalah orang asli dari Indonesia karna itu bahasa indonesianya juga fasih. Dan Dimas juga merasa sedikit terkejut saat pertama kali tahu kalau Kenz juga ternyata dari negara yang sama dengannya.
Kenz kembali melihat kearah wanita yang kini sudah tepar diatas meja yang ada didepannya.
Pria itu jadi merasa sedikit geli melihat wanita itu, bagai mana bisa dia merusak dirinya hanya untuk pria yang memang bukan miliknya? apa didunia ini sudah tidak ada laki-laki lain?
Tapi Kenz jadi berpikir, apa Zaf juga akan seperti wanita ini? jika Kenz pergi seperti ini, akankah Zaf juga akan menyiksa dirinya sendiri.
Huft, Kenz menggelengkan kepalanya,mengusir segala pikiran negatif tentang Zaf dari dalam sana.
***
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh dua jam,kini Zaf telah tiba di bandara internasional Paris charles de gaulle.
Saat keluar dari pintu bandara, disana ada seorang pemuda membawa kertas bertuliskan 'welcome Zaf from indonesia'.
Zaf yang melihatnya kemudian menghampiri pemuda tersebut "Oliver? " tanya Zaf yang yakin bahwa pria yang menyambutnya adalah sepupu dari sahabatnya.
"Ya, dan kamu Zaf? " tanya pria bernama Oliver tersebut.
Zaf menjawab dengan anggukan."Bahasa Indonesiamu lancar sekali" ucap Zaf.
"Ya, karna masa kecil ku memang disana" Jawab Olever santai "Aku akan membantumu Jika kau butuh sesuatu jadi tidak usah sungkan" Oliver membantu Zaf mendorong troli yang berisi kopernya kemudian Menggiringnya menuju mobil yang sudah terparkir didepan Bandara.
"Terima kasih" ucap Zaf diselingi senyumnya.
"Ternyata kau lebih cantik dari yang ada di foto" Gumam Oliver.
"Kau bilang apa? " Zaf bertanya,Karna tidak terlalu mendengar ucapan Oliver.
"Tidak, tidak ada"Oliver menyangkal.
Dan setelah keduanya saling menyapa Oliver kemudian membawa Zaf menuju kediamannya.
"Wah, rumah mu lumayan juga"puji Zaf setelah sampai di penthause Oliver "Kau tinggal sendiri?"
"Terima kasih untuk pujianmu nona, tapi aku tidak tinggal sendiri, karna mulai sekarang aku akan tinggal bersama mu" ucap Oliver dan itu membuat Zaf mengerutkan keningnya seolah ada tanda tanya besar di atas kepalanya.
Oliver kemudian tertawa,dan itu semakin membuat Zaf tidak mengerti "Aku bercanda" ucap pria itu kemudian "aku tinggal bersama kakak perempuan ku dengan suaminya, dan kini ia sedang bekerja"imbuh nya.
Zaf kini bisa bernafas lega, bagai mana bisa ia akan tinggal hanya dengan seorang pria berdua saja. Tapi syukurlah karna Zaf tahu jika Lila pasti tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Ayo ku tunjukan kamar mu"Oliver membawa Zaf menuju suatu ruangan, dan itu akan menjadi kamarnya untuk sementara selama ia tinggal di Paris. "Jika ada perlu sesuatu panggil saja aku" ucap Oliver sebelum meninggalkan Zaf dikamarnya.
"Ya terimakasih"Ucap Zaf, kemudian setelah Oliver meninggalkannya, ia segera membaringkan tubuhnya keatas tempat tidur.
Menempuh perjalanan yang begitu lama masih menyisakan sedikit pening dikepalanya.
Ia pun segera memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu lelah.
***
__ADS_1
Tok... tok... tok...
Suara pintu diketuk, sontak membuat Zaf yang masih tertidur langsung membuka matanya.
Sesuatu yang asing tertangkap oleh kedua matanya, benar juga sekarang ia ada di Paris dan sedang menginap di rumah sepupu Lila.
Siapa yang mengetuk pintu tadi? Zaf segera beranjak dan langsung membuka pintu kamarnya.
Cklek...
Adalah Oliver yang tadi mengetuk pintunya.
"Oh... Kau,ada apa? "tanya Zaf sambil mengucek matanya.
"Sudah waktunya makan malam, ayo kebawah kita makan bersama"ucap Oliver sontak membuat Zaf terkejut, berapa lama ia tertidur? segera gadis itu mengedarkan pandangannya mencari jam di dinding, namun tak ia temui, ia pun segera mencari ponselnya dan melihat sudah pukul berapa sekarang.
Namun tidak menyangka, saat Zaf membuka ponselnya ada puluhan missed call dari mommynya.
Gawat, Zaf lupa memberi kabar mommy nya kalau dia sudah sampai dari empat jam yang lalu.
"Aku akan bersiap-siap dulu, kau bisa duluan saja"ucap Zaf mendekat kearah Oliver sambil mengetekan sesuatu pada layar pipih yang ia bawa.
"Oke, bersiap lah, kami akan menunggumu diruang makan"ucap Oliver, membuat Zaf bingung "Kakak sudah pulang, dan dia sangat antusias ingin melihatmu" sambung Oliver.
Tercetak senyum canggung dari wajah Zaf, namun ia kemudian segera beralih pada ponselnya setelah Oliver pergi dari sana.
[Zaf sudah sampai dari 4 jam yang lalu mom, ini Zaf akan makan malam dulu]
Zaf mengirim pesan singkat untuk mommy nya agar mommy nya tak merasa khawatir.
Belum sempat Mommy Cindi membalas pesan dari Zaf,Gadis itu kembali mengirimkan sebuah pesan kembali.
[oh iya, Zaf tadi belum sempat memberi kabar karna Zaf tertidur mom, jangan khawatir Zaf baik-baik saja]
Sebelum mendapat kabar dari putrinya,Cindi merasa benar-benar khawatir. apa lagi ini adalah pertama kalinya Zaf pergi seorang diri.
__ADS_1
Happy reading all... jangan lupa jempolnya ya..